Ribuan Warga Jakarta Terancam Kehilangan Hak Suara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik. (Foto: MP/Ponco)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan ada ribuan warga Jakarta, terancam kehilangan hak suara pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, anggota legislatif.

Temuan ribuan Dartar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah ini sangat prihatin, lantaran kata dia, data dari penetapan penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ke dua (DPTHP-2) masih berantakan.

Ilustrasi DPT Pemilu (Foto: kpu.go.id)
Ilustrasi DPT Pemilu (Foto: kpu.go.id)

Dari hasil penyisiran tim Seknas Prabowo-Sandi dari data DPTHP-2 banyak sekali keanehan karena satu TPS di RT/RW setempat hanya terdapat satu orang pemilih warga asli.

’’Misalnya, di TPS 104 RT 15 RW 07 Cilandak, masak jumlah pemilih cuma 1. Warga yang lain kemana? Belum lagi, ada jumlah RW 22, padahal di situ RW-nya hanya 11. Dugaan saya, ini menjurus kecurangan," kata Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu mengungkapkan, data resmi DPTHP-2 yang dianalisi tim data Seknas Prabowo-Sandi penuh dengan keganjilan. Bahkan, dugaan adanya manipulasi data sangat terasa.

Menurut CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi menghilangkan hak demokrasi warga pada 17 April 2019 bisa kena pidana.

"Saya minta KPU secara berjenjang merapikan ini. Tak ada alasan waktu. KPU focus saja perbaiki data pemilih. Egak mungkin satu RT pemilihnya 1 orang atau 4 orang. Kami sudah telusuri. Saya meyakini, ini jumlahnya masih ribuan. Kami juga sudah menghubungi KPU," tuturnya.

Taufik pun mendesak KPU serius membenahi sengkarut DPT. Hal ini demi menghindari potensi kecurangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan. "Saya kira, masalah DPT ini harus segera dibereskan. Masa yang begini belum beres-beres. Memalukan," sindirnya.

Taufik menegaskan, keganjilan jumlah pemilih dalam satu RT tersebut mesti diselesaikan dalam waktu cepat. Jika, hanya satu kelurahan mungkin pihaknya masib menerima alasan atau pembenaran KPU kesalahan input data.

’’Ini ada 22 kelurahan. Kalau betul ada pemilihnya, sayang sekali karena banyak yang akan kehilangan hak pilih. Jumlah TPS di Jakarta ada 29.061. Kami, baru cek 132 TPS saja di 22 kelurahan. Ini akan kami sisir semua. Kami, tak akan segan pidanakan dan ambil langkah ke DKPP," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Data Pemilih Seknas Prabowo-Sandi Ahmad Sulhy mengaku, miris dengan persoalan DPT yang tak kunjung selesai. Padahal, daftar pemilih yang ditemukan di 22 kelurahan dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta.

"Pukul 11,00, tadi kami tim data seknas Prabowo-Sandi menyampaikan temuan hasil analisa DPT perbaikan kedua. Kami sampaikan, baru 22 kelurahan dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta. Saat ini Tim kami masih menelusuri seluruh wilayah Jakarta," kata Sulhy. (Asp)

Baca Juga: Seknas Prabowo-Sandi: DPT Pemilu 2019 Masih Amburadul

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH