Ribuan Siswa Keracunan MBG, Komisi X DPR: Mendikdasmen Harus Koordinasi dengan BGN

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 24 September 2025
Ribuan Siswa Keracunan MBG, Komisi X DPR: Mendikdasmen Harus Koordinasi dengan BGN

Program Makan Bergizi Gratis. (MerahPutih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia pun meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, untuk segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Hadrian Irfani, yang akrab disapa Lalu Ari ini menegaskan, bahwa tujuan utama program MBG adalah meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi peserta didik.

Namun, fakta ribuan siswa yang justru mengalami keracunan menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dan pengawasan.

“Kesehatan dan keselamatan siswa harus ditempatkan di atas segalanya. Program ini memang lahir dari niat baik untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak kita, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan keselamatan mereka. Kita harus belajar dari kasus ini dan segera melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Lalu Ari di Jakarta, Rabu (24/9).

Baca juga:

Siswa SMAN 15 Jakarta Keracunan usai Santap MBG, 3 Orang Masuk Rumah Sakit

Dia meminta Mendikdasmen untuk segera berkoordinasi dengan BGN serta pihak terkait lainnya guna mencari solusi cepat dan tepat.

Menurutnya, koordinasi lintas lembaga sangat penting agar penanganan kasus keracunan dapat dilakukan secara terpadu dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, Lalu Ari menekankan, perlunya audit ketat terhadap seluruh rantai penyelenggaraan MBG, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, penyimpanan, distribusi, hingga pengelola dapur.

Pengawasan kualitas dan standar kebersihan, menurutnya, tidak boleh longgar.

“Evaluasi harus menyentuh seluruh aspek, dari hulu sampai hilir. Jangan sampai ada celah yang bisa membahayakan anak-anak. Saya minta pengelola dapur MBG maupun pihak sekolah benar-benar diawasi ketat agar setiap makanan yang diberikan sesuai standar gizi dan higienis,” ujarnya.

Baca juga:

Ratusan Siswa Keracunan Makanan MBG, Pemkab Bandung Barat Tetapkan KLB

Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah tidak boleh terburu-buru menambah cakupan program tanpa memastikan kesiapan sistem di lapangan.

Program MBG, kata Lalu Ari, adalah investasi penting bagi masa depan generasi muda, tetapi akan kehilangan legitimasi jika malah menimbulkan korban.

“Kita mendukung penuh program MBG karena tujuannya baik. Namun pemerintah harus memperbaiki desain kebijakan ini agar tidak ada lagi ribuan anak yang jatuh sakit. Setiap nyawa dan kesehatan anak-anak bangsa jauh lebih penting daripada sekadar target pencapaian angka program,” tegasnya.

Baca juga:

Marak Keracunan Menu MBG, DPR Dorong BGN Libatkan Ahli Independen

Lalu Ari berharap, evaluasi ini dapat menghasilkan perbaikan nyata, termasuk peningkatan kapasitas penyedia makanan, pengawasan kualitas gizi, serta pelibatan tenaga ahli dari bidang kesehatan masyarakat dan gizi. Ia optimis program ini akan berhasil jika ada sinergi.

"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, penyedia makanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus sama-sama terlibat dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan makanan yang benar-benar aman, sehat, dan bergizi,” pungkasnya. (Pon)

#Makan Bergizi Gratis #Komisi X DPR #Kemendikdasmen #Badan Gizi Nasional #Keracunan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri, Isi Kebutuhan Pasar Kerja Global
Dari total 3.030 peserta, sebanyak 1.530 orang merupakan lulusan dari 231 SMK di 26 provinsi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri, Isi Kebutuhan Pasar Kerja Global
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Prodi Bahasa Indonesia Sudah di Perguruan Tinggi dari Mesir Hingga Australia
pengajaran Bahasa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Uzbekistan, yang meskipun belum berbentuk prodi, Bahasa Indonesia telah menarik minat mahasiswa di kampus tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prodi Bahasa Indonesia Sudah di Perguruan Tinggi dari Mesir Hingga Australia
Bagikan