Ribuan Personel Gabungan Mulai Pantau Kedisiplinan Warga di Jakarta Pusat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat meninjau SIKM di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/5). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Sebanyak 3.000 personel gabungan mulai melakukan penjagaan di sejumlah titik strategis untuk menertibkan warga yang tak mentaati peraturan pembatasan sosial (PSBB).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, mengatakan 75 persen kekuatan pengamanan berasal dari TNI dan 25 persen dari Polri.

Baca Juga

Modus Pemudik Bandel Pas COVID-19, Ada yang Pura-Pura Mogok Pakai Derek

"Kami tekankan disiplin terhadap protokol kesehatan. Baik di Stasiun Gambir, stasiun MRT, pasar Tanah Abang dan Mall, kami akan turun untuk menjaga disiplin soal protokol kesehatan," jelas Heru di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Heru melanjutkan, pengamanan sudah dilakukan mulai hari ini. Heru menjelaskan, pihaknya mengedepankan imbauan kepada warga sampai PSBB berlangsung.

"Sudah kami lakukan di tempat keramaian. Di Stasiun Gambir ada 100 dari TNI dan 10 dari Polri. Kami imbau untuk pakai masker, lalu jaga jarak. Jadi hanya sebatas imbauan. Seperti di Gambir ada yang tak melengkapi surat keterangan masuk maka kami karantina," ungkap Heru.

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meninjau Operasi Pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di Stasiun Gambir, Selasa (26/5/2020) (ANTARA/HO/Kominfotik Jakarta Pusat)
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meninjau Operasi Pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di Stasiun Gambir, Selasa (26/5/2020) (ANTARA/HO/Kominfotik Jakarta Pusat)

Heru meminta warga di luar Jakarta tak masuk dulu dan warga yang ada di ibu kota untuk selalu disiplin.

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan sebanyak 37 orang pendatang dari luar Jakarta telah diterima masuk ke Ibu Kota melalui Stasiun Gambir dan seluruhnya memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sesuai dengan Pergub DKI 47/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Keluar Masuk DKI Jakarta dalam rangka pencegahan COVID-19.

"Hari ini ada total keberangkatan sekitar 60 orang, dari Surabaya dan yang masuk ke Jakarta 37. Sebagian ada yang turun di Semarang dan Cirebon. Kita lihat 37 orang itu semua menggunakan SIKM dan semuanya dapat masuk ke Jakarta," kata Bayu.

Bayu mengatakan para penumpang yang turun di Stasiun Gambir itu diverifikasi kelengkapan SIKM-nya melalui scan barcode berupa QR Code dari Sudin Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Pusat ditemani oleh petugas dari Satpol PP Pemkot Jakarta Pusat, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Kodim 0501/JP.

Bayu mengatakan dari ke 37 orang yang memiliki kelengkapan SIKM itu semuanya merupakan orang yang bekerja di 11 sektor yang dikecualikan dalam Pergub DKI 47/2020.

"Yang pasti (para penumpang pemilik SIKM) dari 11 sektor itu. Dari 11 sektor yang diperbolehkan untuk mobilisasi itu," kata Bayu.

Dipastikan pemeriksaan SIKM untuk para pendatang yang masuk ke Jakarta Pusat akan difokuskan di Stasiun Gambir. Operasi pemeriksaan SIKM itu akan terus berlangsung hingga masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai di Ibu Kota.

Baca Juga

Kapolri Perpanjang Operasi Ketupat 2020

"Sementara ini di Jakarta Pusat layanan kereta api (dari luar Jabodetabek) adanya di Stasiun Gambir jadi kami terfokus di Stasiun Gambir. Sampai PSBB berakhir," kata Bayu.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa mulai Selasa (26/5), pasukan TNI dan Polri akan turun ke titik-titik keramaian dalam rangka lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB selama pandemi COVID-19. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH