Ribuan Pelaku Usaha Konter Pulsa Gelar Aksi Desak Rudiantara Mundur Para pelaku usaha konter pulsa berdemo di Titik Nol KM Yogyakarta (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Ribuan Pelaku usaha konter pulsa yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) DIY-Jateng melakukan aksi demo di Titik Nol KM Yogyakarta. Mereka memprotes kebijakan pembatasan registrasi kartu sim card yang dilakukan Kemenkominfo.

Mereka membentangkan spanduk dan poster-poster penolakan kebijakan Kemenkominfo ditengah- tengah jalan di perempatan Malioboro-Kantor Pos-Jalan Senopati. Mereka menggunakan baju serba Merah Putih.

Dalam orasinya para pedagang pulsa ini menolak adanya pembatasan registrasi satu Nomer induk Kependudukan (NIK) hanya bisa untuk tiga sim card kartu prabayar.

Ketua Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Cabang DIY-Jateng, Muhammad Nurkhotim mengatakan aturan pembatasan ini sangat merugikan outlet pulsa. Sebab akibat pembatasan ini penjualan kartu perdana merosot tajam dan berimbas pada keuntungan pemilik konter pulsa.

Sebagai informasi penjualan kartu perdana paketan internet menyumbang sekitar 80 persen keuntungan pedagang pulsa.

"Sekarang omzet penjual pulsa menurun sekitar 25 persen. Ke depan makin semakin turun. Bagaiman nasib lima juta orang yang selama ini hidup dari bisnis penjualan pulsa?,"tegas Nurkhotim di Titik nol km Yogyakarta, Senin (2/4).

Ilustrasi Sim Card
Ilustrasi sim card (Foto: Pixabay)

KNCI menuntut Kominfo mencabut pembatasan registrasi 1 NIK untuk 3 Sim card ini. "Kami tidak mempermasalahkan kebijakan kominfo untuk melakukan registrasi data diri pengguna kartu seluler. Hanya saja tidak perlu ada pembatasan 1 NIK hanya untuk tiga Sim Card,"pungkasnya.

Para pemilik konter juga mendesak agar Menkominfo Rudiantara mundur dari jabatannya. Humas KNCI DIY Ardhana Riyana mengatakan Rudiantara pantas mundur karena telah mengingkari janjinya pada para pengusaha konter pulsa.

"Dulu menkominfo melalui Dirjen PPI menjanjikan semua outlet bisa melakukan registrasi lebih dari tiga kartu sim untuk satu NIK. Tapi tidak ditepati. Kami tagih janji itu. Kalau tidak bisa, ya mundur saja," kata Ardhana.

Presiden diminta turut ikut serta memecahkan masalah yang sekarang mereka hadapi. Akibat aksi ini lalu lintas di sekitar titik nol km sempat macet. Jalan Malioboro macet dari perempatan Ketandan hingga jalan Senopati.

Sebelumnya pekan lalu KNCI DIY-Jateng menggelar akai membangun ratusan "kuburan" di Lapangan Karang Kota Gede Yogyakarta. Kuburan dibangun sebagai simbol protes matinya konter pulsa akibat peraturan registrasi prabayar kartu seluler.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH