Ribuan Orang Jadi Korban Swab Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

MerahPutih.com - Polisi mengungkap eks Business Manager Kimia Farma PM dan empat bawahannya telah memulai tes antigen pakai alat bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara sejak Desember 2020.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra mengatakan, setidaknya ada 250 orang dalam satu hari menjalani tes antigen di laboratorium yang dikelola Kimia Farma di Bandara Kualanamu.

Setengahnya diduga menjadi korban tes antigen bekas tiap hari.

Baca Juga:

Swab Antigen Pakai Alat Bekas di Bandara Kualanamu Diduga Sejak Desember 2020

"Yang jelas satu hari ada kurang lebih 100 sampai 150 dan 200 penumpang yang melakukan swab test ini. Paling kalau kita hitung 100 saja setiap hari, maka kalau 3 bulan saja sudah 90 kali 100 udah 9 ribu orang," ujar Panca kepada wartawan, Jumat (30/4).

Dampak dari tindak kejahatan ini tentu saja si pemakai bakal terkontaminasi virus dari orang lain. Bahkan, yang tadinya negatif bisa menjadi positif karena memakai alat tes bekas.

Panca menduga, aksi tersebut dilakukan untuk mencari untung. Mereka diduga mendapat Rp30 juta tiap hari dari aksi menggunakan alat tes antigen bekas itu.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Mereka ialah eks BM (Business Manager) Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45), mantan kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20), lalu mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30).

Pelaku terakhir adalah mantan pekerja bagian admin hasil swab R (21).

Kelimanya dijerat pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) jo pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar semua yang terlibat dipecat dan diproses secara hukum.

"Saya sendiri yang meminta semua yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan dipecat dan diproses hukum secara tegas," ujar Erick.

Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu digerebek polisi pada Selasa, terkait adanya dugaan pemalsuan. (ANTARA/HO)
Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu digerebek polisi pada Selasa, terkait adanya dugaan pemalsuan. (ANTARA/HO)

Menurutnya, ulah oknum tersebut mengkhinati profesi pelayan publik di bidang kesehatan.

Tak hanya itu, dalam kondisi seperti sekarang ini, Erick Thohir juga menyayangkan ada orang yang mengambil kesempatan yang merugikan dan membahayakan nyawa orang lain.

"Tak ada toleransi. Saya sendiri akan turun untuk melakukan evaluasi," kata Erick.

Penggerebekan dilakukan di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma, Lantai M, Bandara Kualanamu, Selasa (27/8) sore.

Penggerebekan dilakukan anggota Dirkrimsus Polda Sumut.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapat keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid test antigen positif COVID-19.

Sebab, ia dalam kurun lebih-kurang 1 minggu.

Penggerebekan dilakukan dengan cara penyamaran.

Baca Juga:

Sampai Titik Penyekatan, Pemudik Dipastikan Bakal Dites Swab

Saat penyamaran, salah satu polisi mendaftar sebagai calon penumpang yang hendak mengikuti rapid test antigen.

Setelah antre, dia masuk ke ruang pemeriksaan dan dimasukkan alat rapid test antigen ke lubang hidungnya.

Setelah menunggu 10 menit, anggota Polda Sumut itu mendapati hasil tesnya positif.

Sempat ada perdebatan soal hasil pemeriksaan itu.

Setelah itu, petugas laboratorium dikumpulkan dan polisi melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi.

Hasilnya, didapati alat rapid test antigen yang telah dipakai digunakan lagi alias didaur ulang. (Knu)

Baca Juga:

Aturan Perjalanan Diperketat Mulai Hari Ini, Penumpang Wajib Swab 1×24 Jam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pembakar Mobil Via Vallen Divonis Enam Tahun Penjara
Indonesia
Pembakar Mobil Via Vallen Divonis Enam Tahun Penjara

Pije selaku terdakwa pembakar mobil mewah warna putih nopol W-1-VV milik Maulidiyah Oktavia alias Via Vallen divonis enam tahun penjara.

Kemnaker Dorong Implementasi Green Productivity di Indonesia
Indonesia
Kemnaker Dorong Implementasi Green Productivity di Indonesia

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk mendorong implementasi green produtivity (produktivitas ramah lingkungan) di Indonesia.

Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan
Indonesia
Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya masih membuka layanan seperti hari biasa.

Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Gratis Hanya untuk Peserta BPJS Kesehatan Aktif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Gratis Hanya untuk Peserta BPJS Kesehatan Aktif

Akun Facebook Ainul Mustofa membagikan sebuah gambar yang berisi narasi menyebut Jokowi akan gratiskan vaksin hanya kepada peserta BPJS Kesehatan yang aktif.

Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo
Indonesia
Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo

"Bus AKAP masih boleh masuk terminal. Yang dilarang itu pemudik," ujar Joko, Selasa (20/4).

Kasus Kecelakaan di Margo City Mall, Kemenaker Turun Tangan
Indonesia
Kasus Kecelakaan di Margo City Mall, Kemenaker Turun Tangan

Kementerian Ketenagakerjaan merespons cepat kejadian kecelakaan di tempat kerja di Mal Margo City, Depok, dengan menurunkan tim Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis Bidang K3.

Soal Aliran Uang yang Diungkapkan Napoleon, Polri Klaim Belum Ada Bukti
Indonesia
Soal Aliran Uang yang Diungkapkan Napoleon, Polri Klaim Belum Ada Bukti

Irjen Napoleon Bonaparte meminta uang suap dari Djoko Tjandra sebesar Rp 7 miliar untuk pihak yang disebut sebagai "petinggi kita"

Presiden Jokowi Bertolak ke Yogyakarta untuk Kunjungan Kerja
Indonesia
Presiden Jokowi Bertolak ke Yogyakarta untuk Kunjungan Kerja

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak menuju ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (28/2), dalam rangka kunjungan kerja.

Proses Tahapan Vaksinasi Kini Dipercepat
Indonesia
Proses Tahapan Vaksinasi Kini Dipercepat

Dalam proses vaksinasi, peserta harus melewati empat meja