Ribuan Lampion Imlek Mulai Dinyalakan, Warga Padati Kawasan Pasar Gede untuk Berswafoto Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ribuan lampion yang menghiasi kawasan Pasar Gede dan koridor Jenderal Sudirman mulai dinyalakan panitia Solo Imlek Festival (SIF), Rabu (15/1) malam. Warga langsung memadati lampion di Pasar Gede untuk berfoto bersama keluarga dan berswafoto.

Meski baru dinyalakan, namun keindahan ribuan lampion berwarna merah dan lampu kelap-kelip itu menambah keindahan kota Solo pada malam hari.

Baca Juga:

Ribuan Lampion Hiasi Festival Imlek Solo 2020

Ketua Panitia Bersama Solo Imlek 2571/2020, Sumartono Hadinoto mengatakan, sesuai jadwal Solo Imlek Festival penyalaan 5.000 lanpu lampion dimulai pada pertengahan Januari. Penyalaan lampu ini bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2571.

"Malam ini (Rabu) yang menyala baru lampion biasa berbentuk bulat dan lonjong. Lampion bergambar 12 Shio baru kita nyalakan pada Minggu akhir pekan ini," ujar Sumartono kepada merahputih.com.

 Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)

Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)

Ia mengakui, meskipun hanya lampion biasa yang sudah dinyalakan antusias masyarakat untuk menikmati keindahan lampion di malam hari sangat luar biasa. Warga terlihat memadati Jalan koridor Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo dan di atas jam dan jembatan Pasar Gede.

"Kami sudah siapkan 24 lampion berbentuk 12 shio, enam buah lampion shio tikus, satu malpion Dewa Rejeki dan 12 neon box shio untuk dipajang kawasan Pasar Gede," kata dia.

Disinggung mengenai listrik yang digunakan untuk menyalakan ribuan lampion tersebut, Sumartono mengatakan daya yang dibutuhkan sebanyak 55.000 watt dan untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN untuk dibuatkan jaringan tersendiri.

Baca Juga:

Fakta Unik Seputar Imlek

Untuk itu, panitia harus merogoh biaya yang tidak sedikit untuk membayar pajak listrik selama satu bulan pemasangan lampion. Yakni mencapai Rp70 juta yang ditanggung panitia Imlek.

"Kami menyalakan lampu lampion selama sebulan penuh. Masyarakat diimbau agar ikut menjaga kebersihan dan jangan merusak lampion shio yang dipasang," kata dia.

 Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)
Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap, keberadaan ribuan lampion bisa menjadi salah satu destinasi wisata malam di Kota Bengawan. Apalagi, Imlek di Solo menjadi salah satu agenda wisata Kementrian Pariwisata.

"Solo Imlek Festival ini bagian dari upaya menarik wisatawan berkunjung di Solo. Kami sangat mendukung event ini," kata Rudy. (Ism)

Baca Juga:

Ritual Tolak Bala Jelang Imlek di Klenteng Tien Kok Sie Solo

Ribuan lampu lampion menghiasi Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/1) (MP/Ismail)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH