Ribuan Kotak Amal Sumber Dana Teroris, Polisi Koordinasi dengan Kemenag Ilustrasi Densus 88 Antiteror (MP/Win)

MerahPutih.com - Polri sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait sumber dana kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) melalui kotak amal.

Koordinasi dilakukan hingga ke wilayah yang masuk dalam daftar lokasi kotak amal berada.

"(Koordinasi) berkaitan dengan kotak amal itu seperti apa," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (19/12).

Baca Juga:

Peneliti LIPI Sebut FPI Bisa Dibubarkan Jika Anggotanya Terbukti Terlibat Terorisme

Argo menuturkan, Polri menyampaikan kepada Kemenag ada sejumlah kotak amal yang tersebar berkaitan dengan pendanaan JI.

Argo mengatakan, belum ada pembicaraan lebih jauh terkait disita atau tidaknya kotak amal tersebut.

"Nantinya kita sampaikan bahwasanya kotak amal itu berkaitan pendanaan dengan teroris," ujarnya.

Sebelumnya, kepolisian membeberkan rincian jumlah kotak amal milik Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang diduga menjadi sumber pendanaan organisasi teroris JI.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)

Argo Yuwono mengatakan, kotak amal itu tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan dari tersangka Fitria Sanjaya alias Acil.

"Ini berdasarkan keterangan tersangka Fitria Sanjaya alias Acil dari Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) tentang jumlah kotak amal yang ada," kata Argo.

Dalam data yang disebarkan Polri, ada belasan ribu kotak yang tersebar di 12 kota/provinsi di Indonesia.

Kotak amal tersebut diduga milik Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang ditempatkan di sejumlah titik minimarket.

Baca Juga:

Geledah Rumah Gembong Teroris, Densus 88 Temukan Senjata Rakitan

Perihal jumlah sebaran kotak amal yayasan ABA sebagai berikut:

1. Sumatera Utara: 4.000 kotak

2. Lampung: 6.000 kotak

3. Jakarta: 48 kotak

4. Semarang: 300 kotak

5. Pati: 200 kotak

6. Temanggung: 200 kotak

7. Solo: 2.000 kotak

8. Yogyakarta: 2.000 kotak

9. Magetan: 2.000 kotak

10. Surabaya: 800 Kotak

11. Malang: 2.500 kotak

12. Ambon: 20 kotak. (Knu)

Baca Juga:

Densus 88 Usut Penggunaan Kotak Amal Minimarket untuk Aktivitas Terorisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumatan di Masa Bencana, Imam Besar Istiqlal: Hujan Deras Nabi Salat di Rumah
Indonesia
Jumatan di Masa Bencana, Imam Besar Istiqlal: Hujan Deras Nabi Salat di Rumah

Kebijakan-kebijakan itu bisa menghambat penularan

Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi
Indonesia
Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat.

Ratusan Santri Ponpes Krapyak Bantul Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Santri Ponpes Krapyak Bantul Terpapar COVID-19

Pemkab Bantul dan Pemdes Panggungharjo pun gerak cepat dan mengkarantina seluruh santri dan penghuni positif di dalam ponpes.

Warga AS Jadi Bupati di NTT, KPU Diminta Tunda Pelantikan
Indonesia
Warga AS Jadi Bupati di NTT, KPU Diminta Tunda Pelantikan

Bawaslu menyurati KPU untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penangkapan Menteri Edhy Prabowo Panaskan Peta Politik di Pemerintahan
Indonesia
Penangkapan Menteri Edhy Prabowo Panaskan Peta Politik di Pemerintahan

Penangkapan Menteri Kelautan Perikanan (KP), Edhy Prabowo disinyalir bisa merubah peta politik di pemerintahan.

Hasil Autopsi Enam Jenazah Pengawal Rizieq Belum Keluar
Indonesia
Hasil Autopsi Enam Jenazah Pengawal Rizieq Belum Keluar

Sesuai undang-undang, kewajiban penyidik adalah memberitahukan keluarga

Tujuh Provinsi Laporkan Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
Tujuh Provinsi Laporkan Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19

Yuranto mengatakan bahwa beberapa provinsi melaporkan kasus sembuh lebih banyak daripada kasus-kasus baru.

Perlawanan Serikat Mural Surabaya Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Perlawanan Serikat Mural Surabaya Tolak UU Cipta Kerja

Komunitas Serikat Mural Surabaya (SMS) menggelar aksi kritisi untuk DPR terkait Omnibus Law melalui karya mural jalanan (street art) di Surabaya.

Ini Alasan Bareskrim Ambil Alih Penanganan Kasus Rizieq Shihab
Indonesia
Ini Alasan Bareskrim Ambil Alih Penanganan Kasus Rizieq Shihab

Bareskrim Polri turun tangan mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta.

ICW Kritik KPK Sudah 300 Hari Tak Mampu Tangkap Buron Harun Masiku
Indonesia
ICW Kritik KPK Sudah 300 Hari Tak Mampu Tangkap Buron Harun Masiku

Buronan tersangka pemberi suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku hingga kini tidak diketahui keberadaannya.