Ribuan Anak Korban Konflik Aceh Butuh Beasiswa Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Kemendikbud).

MerahPutih.com - Ribuan anak korban konflik Aceh saat ini, membutuhkan beasiswa pemerintah untuk melanjutkan pendidikan, baik yang sedang menimba ilmu agama di pesantren maupun perguruan tinggi.

"Sudah kita input sekitar empat ribu anak korban konflik yang belajar di pesantren, dan yang menjalani pendidikan S1 dan S2 itu ada sekitar 2.500 orang," kata Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA), di Banda Aceh, Selasa (2/2).

Fakhrurrazi mengatakan, anak korban konflik yang dimaksud itu adalah anak mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tahanan politik dan narapidana politik (Tapol/Napol), serta warga sipil yang juga menjadi korban saat konflik Aceh silam.

Baca Juga:

Kemendikbud Buka Pendaftaran Beasiswa Unggulan, Ini Persyaratannya

Ia mengatakan, pihaknya sebagai lembaga penguatan perdamaian Aceh tidak memiliki anggaran untuk memberikan beasiswa kepada anak korban konflik tersebut. Karena itu, pihaknya merencanakan kerjasama atau membuat MoU (nota kesepahaman) dengan instansi yang memiliki mata anggaran bantuan pendidikan dalam hal ini Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Aceh.

Dalam kerjasama itu nantinya, BRA hanya memberikan rekomendasi nama-nama anak korban konflik Aceh yang dinilai memenuhi syarat menerima beasiswa.

"Kerjasama ini kami memberikan data kepada BPSDM, dan nanti kita akan buat MoU sehingga realisasinya tepat sasaran," ujarnya.

Selain itu, memberikan rekomendasi penerima beasiswa tersebut kepada pemerintah di 23 kabupaten/kota se Aceh.

"Kondisi pendidikan anak korban konflik secara umum masih membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerintah Aceh, dan kabupaten/kota. Kita berharap bantuan itu dapat diberikan," kata Fakhrurrazi.

Peta Aceh. (Foto: Tangkapan layar)
Peta Aceh. (Foto: Tangkapan layar)

Kepala BPSDM Aceh Syaridin menyatakan, pihaknya segera membuat MoU dengan BRA dalam rangka merealisasikan program beasiswa anak korban konflik pada tahun anggaran 2021 secara tepat sasaran.

"Dalam MoU itu nantinya salah satu yang kita tuangkan yaitu kita ikut sertakan pihak BRA untuk verifikasi lapangan agar beasiswa itu tepat sasaran," kata Syaridin.

Syaridin menuturkan, beasiswa yang akan diperuntukan bagi anak-anak korban konflik itu nantinya terbagi dua jenis, pertama untuk diploma bekerjasama dengan Politeknik Aceh, dan program sarjana.

"Kalau kita dapatkan ada anak korban konflik dengan kriteria yang memenuhi, maka dia sudah memenuhi persyaratan sebagai penerima beasiswa," ujarnya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Perhimpunan INTI Lepas 50 Penerima Beasiswa ke Tiongkok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total
Indonesia
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total

Said juga mengingatkan pemerintah agar jumlah tes, tracing dan isolasi harus ditingkatkan dan dilakukan dengan manajemen yang baik.

Dewas KPK Pecat Penyidik Robin
Indonesia
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin

Dewas KPK menjatuhkan sanksi etik pemberhentian secara tidak hormat terhadap penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju.

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Pentolan KAMI ke Kejaksaan
Indonesia
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Pentolan KAMI ke Kejaksaan

"Sudah tahap 1, (dilimpahkan) minggu lalu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono

Pilpres Ricuh, Ribuan Rakyat Pantai Gading Larikan Diri ke Luar Negeri
Dunia
Pilpres Ricuh, Ribuan Rakyat Pantai Gading Larikan Diri ke Luar Negeri

Sekitar 3.200 warga Pantai Gading mengungsi di Liberia, Ghana, dan Togo, akibat bentrok antara aparat dan masyarakat yang menolak hasil pemilihan presiden.

PKS Minta Publik Kawal Revisi UU ITE
Indonesia
PKS Minta Publik Kawal Revisi UU ITE

politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berharap tidak ada lagi kriminalisasi terhadap pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

Kemenkes: PSBB Total di Jakarta tak Perlu Izin Lagi
Indonesia
Kemenkes: PSBB Total di Jakarta tak Perlu Izin Lagi

"Tidak perlu, apakah sebelumnya gubernur pernah mencabut? Belum kan," ucap Yurianto.

Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law
Indonesia
Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law

Karyono pun mengidentifikasi dua kelompok di dalam persoalan UU Cipta Kerja ini.

Anies Ajak Masyarakat Perkuat Rasa Persaudaraan di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
Anies Ajak Masyarakat Perkuat Rasa Persaudaraan di Tengah Pandemi Corona

Anies melanjutkan, semoga suasana perayaan Natal yang berbeda ini tidak mengubah khidmatnya, kedamaiannya, kehangatannya.

Rizieq Selipkan Ucapan Kotor Saat Ceramah, Pangdam Jaya: Sebagai Muslim, Saya Tak Terima
Indonesia
Rizieq Selipkan Ucapan Kotor Saat Ceramah, Pangdam Jaya: Sebagai Muslim, Saya Tak Terima

Kemudian jangan asal bicara sembarangan, jaga dari siksa api neraka

Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik
Indonesia
Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik

"Seperti yang disampaikan pimpinan, kami meminta maaf. Ini kan ulah oknum. Masih banyak TNI yang baik," kata Dudung