Ribuan Akun WhatsApp Diretas Perusahaan Asal Israel? Ribuan akun WhatsApp dikabarkan diretas oleh perusahaan asal Israel (Foto: pixabay/b_a)

BARU-baru ini terbesit kabar yang cukup mencengangkan dari WhatsApp. Dimana aplikasi chat tersebut menuding perusahaan spyware asal Israel, NSO Group Technologis, sebagai pelaku atas peratasan 1.400 akun WhatsApp.

Seperti yang dilansir dari laman The Guardian, ribuan akun WhatsApp yang diretas itu termasuk milik jurnalis, pejabat senior pemerintah serta aktivits hak asasi manusia.

Baca Juga:

Pengguna Harian Tembus 300 Juta, Zoom Tingkatkan Kapasitas Layanan

WhatsApp menyebut jika NSO Group bertanggung jawab dalam pelanggaran HAM yang cukup serius. Karena mereka turut melakukan peretasan pada sejumlah jurnalis India serta pemberontak Rwanda.

WhatsApp telah menicum tindakan peretasan yang diduga dilakukan oleh NSO Group (Foto: pixabay/mih83)

Telah bertahun-tahun spyware dari NSO Group dibeli oleh klien pemerintah, guna melacak teroris dan penjahat lainnya. Namun mereka mengaku tak mempunyai kapasitas bagaimana para kliennya seperti Meksiko dan Arab Saudi menggunakan software peretasannya.

Tapi pada gugatan hukum yang diajukan oleh WhatsApp pada tahun lalu, mengungkap detail teknis tentang seperti apa Pegasus dikerahkan untuk melancarkan peretasan.

Pada dokumen yang diajukan di pengadilan minggu lalu, WhatsApp menuturkan seperti apa Pegasus digunakan untuk meretas 1.400 pengguna tahun lalu. Hingga akhirnya terungkap jika server dikendalikan oleh NSO Group, dan bukan klien pemerintah.

"NSO menggunakan jaringan komputer guna memantau dan memperbarui Pegasus usai ditanamkan pada perangkat pengguna. Komputer yang dikontrol NSO tersebut berfungsi sebagai pusat saraf, di mana NSO mengendalikan operasi dan penggunaan pelanggan Pegasus" jelas WhatsApp.

Baca juga:

Facebook Akan Hadirkan Pesaing Zoom, Yuk Intip Penampakannya

Lebih lanjut WhatsApp menyebutkan jika NSO memperoleh akses yang tidak sah ke servernya, yakni dengan melakukan rekayasa di balik aplikasi WhatsApp, dengan tujuan memanipulasi fitur panggilan.

NSO Group akan mengajukan tanggapan ke pengadilan terkait tudingan WhatsApp (Foto: pixabay/webster2703)

Salah satu pejabat WhatsApp yang menyediliki peretasan itu, menyebutkan jika dalam 720 contoh, alamat IP dari server jarak jauh menyertakan kode berbahaya yang digunakan dalam serangan. Server jarak jauh tersebut berbasis di Los Angeles dan dimiliki oleh sebuah perusahaan, yang pusat datanya digunakan oleh NSO.

Namun, pada pernyataanya pada The Guardian, NSO menyebutkan jika dia tak mengoperasikan software Pegasus uuntuk kliennya.

"Produk kami digunakan untuk menghentikan terorisme, mengekang kejahatan dengan kekerasan, dan menyelamatkan jiwa. NSO Group tidak mengoperasikan perangkat lunak Pegasus untuk kliennya," ucap juru bicara NSO

Sementara itu pihak NSO juga mengatakan, jika mereka akan mengajukan tanggapan ke pengadilan dalam beberapa hari mendatang. (Ryn)

Baca juga:

Facebook Tetap Bersikeras Pasang Iklan di WhatsApp, Ada Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siap Ikut Pocari Sweat Run Virtual 2020?
Fun
Siap Ikut Pocari Sweat Run Virtual 2020?

Pocari Sweat Run Virtual 2020 akan digelar pada 16 Agustus 2020.

Perangi COVID-19 Pada Pengidap Jantung, Halodoc Beri Layanan Konsultasi Gratis
Fun
Perangi COVID-19 Pada Pengidap Jantung, Halodoc Beri Layanan Konsultasi Gratis

penyakit jantung merupakan kondisi komorbid tertinggi ketiga yang dimiliki oleh pasien kasus positif COVID-19

'Shame Shame' Single Terbaru Foo Fighters Menyusul Tagar LPX
ShowBiz
'Shame Shame' Single Terbaru Foo Fighters Menyusul Tagar LPX

LP merupakan singkatan dari long playing, sebutan untuk album penuh. Sementara X adalah tulisan angka dari Bahasa romawi yang berarti sepuluh.

PBB Sebut Dunia Gagal Selamatkan Alam
Fun
PBB Sebut Dunia Gagal Selamatkan Alam

Dunia gagal penuhi target untuk menyelamatkan alam.

Biar Waras, Masak Aja!
Hiburan & Gaya Hidup
Biar Waras, Masak Aja!

Kesehatan jiwa haruslah dicapai dengan menjalani hal-hal yang membuat kamu bahagia.

Tony Hawk's Pro Skater 1+2 Remaster, Didukung Grafis yang Mumpuni
Fun
Tony Hawk's Pro Skater 1+2 Remaster, Didukung Grafis yang Mumpuni

Vicarious Visions kembalikan suasana bermain Tony Hawk's Pro Skater ke dalam konsol terbaru kamu.

Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis
Hiburan & Gaya Hidup
Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis

Hanya 8% masyarakat Prancis yang tergolong kaya.

Kuy Bikin Sarapan Sehat Granola Bar Bekal Olahraga Pagi
Hiburan & Gaya Hidup
Kuy Bikin Sarapan Sehat Granola Bar Bekal Olahraga Pagi

Bukannya tambah tenaga malah berisiko saat olahraga

Semoga 5 Film Hollywood Ini Benar Tayang 2021
Fun
Semoga 5 Film Hollywood Ini Benar Tayang 2021

Sejumlah film hollywood batal tayang pada 2020 karena pandemi COVID-19.

Pidato Meghan Markle untuk Rayakan Hari Perempuan
Fun
Pidato Meghan Markle untuk Rayakan Hari Perempuan

Seperti apa isi pesan pidato Meghan Markle?