Revitalisasi 8 Cagar Budaya di Cirebon Mangkrak Taman air Gua Sunyaragi (MP/Mauritz)

Proyek prestisius revitalisasi 8 bangunan cagar budaya di Cirebon bernilai ratusan miliar, mangkrak begitu pergantian penguasa. Padahal, berdasarkan masterplan yang ada, revitalisasi yang sudah dimulai sejak 2012 seharusnya tuntas tahun 2015.

Upaya revitalisasi bakal menjadikan delapan obyek tersebut menjadi destinasi wisata unggulan, yang disebut Menko Kesra Agung Laksono pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, sesuai dengan masterplan, kebutuhan anggaran keseluruhan revitalisasi adalah Rp350 miliar.

"Perincian pembiayaannya, Rp250 miliar bersumber dari APBN, Rp50 miliar dari APBD Jabar, Rp25 miliar dari APBD Kota Cirebon, dan Rp25 dari APBD Kabupaten Cirebon," kata Sultan Arief.

Sultan Arief Natadinigrat
Sultan Arief Natadiningrat dari Kasepuhan Cirebon (MP/Mauritz)

Dalam perkembangannya, kata Sultan Arief, begitu ganti presiden dan ganti menteri, proyek besar tersebut langsung berhenti begitu saja. Saat ini, upaya revitalisasi fisik yang sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp50 miliar dari APBN dan Rp12 miliar APBD Jabar di Keraton Kasepuhan baru mencapai 25%, Kanoman 50%, Kacirebonan 90%, Keprabonan 95%, makam Sunan Gunungjati 50%, Taman Air Gua Sunyaragi 25%, mesjid kuno Masjid Agung Sang Cipta Rasa 25%, dan Lawang Sanga 25 %, dari masterplan yang dibuat Kementrian Dikbud tahun 2012.

Bahkan untuk revitalisasi nonfisik yang meliputi tradisi, seni, budaya, ekonomi kerakyatan dan sumber daya manusia, menurut Arief, belum tersentuh sama sekali.

"Sekarang ini, proyek berhenti begitu saja, tanpa ada penjelasan pasti, apalagi evaluasi," ujarnya.

Menurut Arief, pihaknya sudah melayangkan surat kepada sejumlah kementrian terkait, meminta penjelasan soal kelanjutan program revitalisasi. Arief juga sudah mengundang untuk evaluasi perkembangan, tapi tidak pernah ditanggapi.

"Boro-boro datang memenuhi undangan, menanggapi dengan surat juga tidak," kata Sultan Arief.

Artikel ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Terkait informasi wisata Cirebon, sudah pernah dibahas dalam tulisan: Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Ritual Siraman Panjang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kue Timpan, Sajian Manis di Hari Raya Khas Aceh
Kuliner
Kue Timpan, Sajian Manis di Hari Raya Khas Aceh

Terbuat dari bahan dasar ketan dan pisang raja.

Eksplor Candi Prambanan di Era New Normal
Travel
Eksplor Candi Prambanan di Era New Normal

Candi Prambanan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi
Travel
Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi

Yogyakarta menjadi bersih selama pandemi COVID-19.

Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
Kuliner
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Pulau Laki dan Pulau Lancang menawarkan pesona pantai nan indah.

Kelenteng Bersejarah di Jabodetabek yang Layak Kamu Kunjungi
Travel
Kelenteng Bersejarah di Jabodetabek yang Layak Kamu Kunjungi

Tentunya dengan tetap menghormati tradisi Tionghoa dan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi.

Menu Sahur Sukarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Indonesiaku
Menu Sahur Sukarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Bukan sepi, kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda justru berkerumun banyak pemuda Indonesia.

Syarat Berwisata ke Yogyakarta yang Wajib Dijalankan Pelancong
Travel
Syarat Berwisata ke Yogyakarta yang Wajib Dijalankan Pelancong

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan sejumlah persyaratan yang wajib dibawa dan dimiliki pelancong.

Wisata Gua Pindul di Masa Kenormalan Baru
Travel
Wisata Gua Pindul di Masa Kenormalan Baru

Wisatawan wajib mengenakan masker saat menjelajahi wisata alam di Gua Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pandemi Bukan Halangan untuk Lakukan Tradisi Imlek
Tradisi
Pandemi Bukan Halangan untuk Lakukan Tradisi Imlek

Terasa sulit, tapi diajak untuk beradaptasi.

Mikael Jasin Segera Rilis Catur Collection, Kopi Istimewa Cita Rasa Indonesia: Bumi, Senja, Pucuk dan Kamala
Kuliner
Mikael Jasin Segera Rilis Catur Collection, Kopi Istimewa Cita Rasa Indonesia: Bumi, Senja, Pucuk dan Kamala

Mikael Jasin beroleh pengalaman berharga tentang betapa tidak mudah menjaga keberlangsungan kualitas saat memproduksi kopi di Indonesia.