Revisi UU Pemilu Belum Tentu Lebih Baik, PAN: Sebaiknya Tidak Membahas Itu Zulkifli Hasan. (Antaranews/Rangga)

Merahputih.com - Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menilai tidak ada jaminan langkah merevisi UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu akan membawa hasil yang lebih baik. Sehingga PAN menolak pembahasan revisi UU tersebut yang saat ini sedang proses harmonisasi di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

"Sebaiknya tidak membahas itu," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/1).

Baca Juga

Ketua MPR Usul Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 6-7 Persen

Lebih baik saat ini energi bangsa Indonesia fokus dalam menyelesaikan persoalan yang lebih krusial. Misalnya, pandemik COVID-19 yang jumlahnya terus mengalami peningkatan signifikan.

Terkait masalah ekonomi juga menjadi persoalan yang harus diatasi. Khususnya dampak pandemik menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat tidak baik.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. (Antaranews)
Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan. (Antaranews)

Lalu, masalah persaudaraan bangsa yang menurutnya mulai goyah dari proses Pemilu Presiden (Pilpres) lalu hingga sekarang. "Bahkan melahirkan istilah 'cebong-kampret'. Kita perlu kebersamaan untuk merajut kembali merah-putih," ujarnya.

Dia menilai UU Pemilu yang ada saat ini dirancang untuk 4-5 kali pelaksanaan Pemilu dan proses penyusunannya dilakukan berbulan-bulan.

Baca Juga

PKB Tak Masalahkan Ambang Batas 'Parlementary Treshold' Ditingkatkan

Zulkifli menegaskan bahwa sikap PAN sudah berdasarkan kajian yang komprehensif sehingga disimpulkan belum tentu revisi UU Pemilu menghasilkan produk legislasi yang lebih baik.

"Hal yang ramai dibicarakan dalam revisi UU Pemilu tidak membicarakan substansi yang penting, misalnya, yang ramai dibahas seperti ambang batas parlemen naik, mantan anggota HTI dan FPI apakah boleh mencalonkan diri atau tidak," tutur dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Darurat, Tiga Stasiun MRT Jakarta Ditutup
Indonesia
PPKM Darurat, Tiga Stasiun MRT Jakarta Ditutup

Tiga stasiun MRT yang tak beroperasi sementra ini antara lain Stasiun Haji Nawi, Stasiun MRT ASEAN, dan Stasiun MRT Setiabudi Astra.

Satu Pekan Gelar Operasi, KKP Lumpuhkan 12 Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing
Indonesia
Satu Pekan Gelar Operasi, KKP Lumpuhkan 12 Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing

KKP melaksanakan operasi selama seminggu sejak tanggal 3-8 Juni 2021, dan berhasil menangkap 3 kapal berbendera Malaysia, 7 kapal berbendera Vietnam, 2 kapal berbendera Filipina dan 7 kapal berbendera Indonesia.

Kenaikan Isa Almasih di Katedral Terapkan Prokes Ketat
Indonesia
Kenaikan Isa Almasih di Katedral Terapkan Prokes Ketat

Gereja Katedral membatasi jumlah umat yang akan mengikuti ibadat Kenaikan Isa Almasih dengan hanya menampung sebanyak 150 jemaat.

Mendagri Ingatkan KPU dan Bawaslu Tidak Mendiskualifikasi Pemenang Pilkada
Indonesia
Mendagri Ingatkan KPU dan Bawaslu Tidak Mendiskualifikasi Pemenang Pilkada

Jika ada pelanggaran pemilu maupun pilkada yang baru dilaporkan kepada penyelenggara setelah pemenang hampir diumumkan oleh KPU RI, sebaiknya diarahkan pengadilannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara
Indonesia
Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara

Kamis depan itu disuntik ke masing-masing orang sesuai dengan pengambilan darah

Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional
Indonesia
Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional

Kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah akan mempengaruhi sikap negara

Siap Bertarung, Zohri dan Alvin Berangkat ke Olimpiade Tokyo
Indonesia
Siap Bertarung, Zohri dan Alvin Berangkat ke Olimpiade Tokyo

Zohri maupun Alvin berharap bisa membuat prestasi terbaik dalam Olimpiade pertamanya. Apalagi persiapan yang dilakukan cukup matang termasuk dalam mengatasi pandemi.

Anggota Kopassus Jadi Korban Pengeroyokan, Kasad Andika: Ngapain Mereka di Kafe?
Indonesia
Anggota Kopassus Jadi Korban Pengeroyokan, Kasad Andika: Ngapain Mereka di Kafe?

"Kita harus jujur, prajurit kita ngapain di situ kok berada di situ, ngapain? Itu yang sedang kita dalami," kata Andika.

Ada Pemeriksaan Rapid Test Antigen, Penumpang Menumpuk di Stasiun Pasar Senen
Indonesia
Ada Pemeriksaan Rapid Test Antigen, Penumpang Menumpuk di Stasiun Pasar Senen

Kebijakan pemeriksaan Rapid Test Antigen menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia
Indonesia
Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia

Inovasi dan teknologi yang dimiliki Swedia digabung dengan kapasitas teknis Indonesia berpotensi untuk produksi peralatan olah raga dan sepeda.