Revisi Aturan PPKM Level 3 Nataru, Pemerintah Dituntut Bikin Kajian Berbasis Sains Pengunjung beraktivitas di kawasan Mbloc Space, Jakarta, Selasa (31/8) , di tengah pelonggaran bagi restoran dan pusat perbelanjaan. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

MerahPutih.com - Langkah pemerintah merevisi PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru menuai sorotan.

Pemerintah memang kembali mengubah rencana pembatasan pembatasan saat libur Natal dan Tahun Baru.

Teranyar, pemerintah memutuskan tidak akan menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia secara merata saat Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga:

Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru, Gibran: Saya Tidak Mau Menyulitkan Warga

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menilai, harus ada kajian ilmiah mengapa pemerintah berani merevisi aturan PPKM Level 3 Nataru.

"Harusnya setiap kebijakan terkait penanganan pandemi wajib berbasis sains dengan melibatkan pakar kesehatan masyarakat, epidemiolog dan para ahli," katanya kepada wartawan, Sabtu (7/11).

Ia juga menilai, Indonesia belum mengalami fase kekebalan kelompok belum maksimal karena banyak warga belum menerima dosis lengkap.

"Ini kita baru 76 persen dosis satu dan baru 56 persen dosis dua. Masih jauh dari angka untuk menjadi pijakan melonggarkan beberapa hal,” ungkap Mufida.

Ia memperingatkan agar pemerintah tidak buru-buru keluarkan kebijakan tanpa berbasis sains (science based).

“Dengan pembatalan ini kita jadi bertanya, aturannya seperti apa? Apakah semua mobilitas boleh tanpa pembatasan sama sekali? Atau mau disesuaikan dengan kondisi tiap daerah? Atau kebijakan lainnya?” tanya Mufida.

Baca Juga:

Anies Terapkan PPKM Level 3 di Jakarta Selama Libur Nataru, Sederet Kegiatan Diperketat

Mufida mengingatkan selama belum terbebas dari pandemi, strategi yang terbukti efektif dalam perang melawan COVID-19 adalah sangat penting terus diingatkan protokol kesehatan.

Lalu peningkatan serius pelaksanaan 3T, optimalisasi dan percepatan capaian vaksinasi dan lakukan pembatasan berbasis data lokal, guna mengantisipasi penyebaran.

“Jangan sampai publik menangkap perubahan aturan ini sebagai pembebasan untuk melakukan aktivitas tanpa prokes pada libur panjang sekolah, Natal dan akhir tahun ini,” ungkap politikus PKS ini.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan.

Keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19 yang tinggi. (Knu)

Baca Juga:

PPKM Level 3 Batal Saat Nataru, Karantina Dari Luar Negeri Tetap 10 Hari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat Disertai Kilat-Angin Kencang
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat Disertai Kilat-Angin Kencang

BMKG mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, Minggu (8/8).

PT KAI Akan Gelar Tes Antigen ke Penumpang KRL Secara Acak
Indonesia
PT KAI Akan Gelar Tes Antigen ke Penumpang KRL Secara Acak

Tes antigen acak ini dilakukan sebelum pengguna bertransaksi

Wagub DKI Nilai Tak Ada yang Aneh Penyelenggara Formula E Studi Banding ke Arab
Indonesia
Wagub DKI Nilai Tak Ada yang Aneh Penyelenggara Formula E Studi Banding ke Arab

Silahkam teman-teman cek transparansi, keterbukaannya, apakah di sana benar-benar studi, atau hura-hura

Varian Delta COVID-19 Terdeteksi di Batam
Indonesia
Varian Delta COVID-19 Terdeteksi di Batam

Temuan itu berdasarkan pemeriksaan sampel masyarakat setempat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

Makin Kebal COVID-19, Masyarakat Diminta Tetap Waspada saat Mudik Lebaran
Indonesia
Makin Kebal COVID-19, Masyarakat Diminta Tetap Waspada saat Mudik Lebaran

Antibodi COVID-19 warga Indonesia diklaim naik menjadi 99,2 persen.

Ketua DPRD DKI Klaim Anggaran Stadion JIS Sudah Ada Sejak Era Jokowi
Indonesia
Ketua DPRD DKI Klaim Anggaran Stadion JIS Sudah Ada Sejak Era Jokowi

"Di era Pak Jokowi, Pak Ahok, Djarot dianggarkan itu (untuk stadion JIS), disiapkan anggaran," kata Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi dalam kanal Youtube Total Politik yang dikutip Selasa (22/2).

Paripurna DPR Bahas Perpanjangan RUU Perlindungan Data Pribadi
Indonesia
Paripurna DPR Bahas Perpanjangan RUU Perlindungan Data Pribadi

Pimpinan Komisi VIII DPR RI meminta perpanjangan waktu pembahasan RUU tentang Penanggulangan Bencana dan Pimpinan Komisi I DPR RI meminta perpanjangan waktu pembahasan RUU PDP.

Harga Pangan Mulai Naik Gegara Perang, Jokowi: Inflasi Kita 2,2 Persen Masih Terkendali
Indonesia
Harga Pangan Mulai Naik Gegara Perang, Jokowi: Inflasi Kita 2,2 Persen Masih Terkendali

Dampak perang tersebut mengakibatkan harga pangan mulai naik di antaranya adalah gandum.

Pintu Ibadah Umrah Kembali Dibuka, Pemerintah Diminta Lakukan Persiapan Matang
Indonesia
Pintu Ibadah Umrah Kembali Dibuka, Pemerintah Diminta Lakukan Persiapan Matang

Arab Saudi memutuskan telah membuka kembali ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia.

Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya
Indonesia
Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya

Destinasi wisata tersebut adalah Taman Wisata Merapi Park di Kabupaten Sleman, Seribu Batu Songgo Langit dan Pinus Pengger di Kabupaten Bantul.