Reuni Akbar 212 Menyatukan Potensi Umat, Semua Bermunajat dan Berzikir Eggi Sudjana (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Ketua Dewan Penasihat PA 212, Eggi Sudjana memastikan bahwa reuni akbar 212 mendatang akan digelar di kawasan Monas 2 Desember mendatang. Kegiatan ini perlu diadakan untuk mengingatkan perjuangan umat Islam.

"Karena ini konteksnya historis. Historisnya adalah karena ini suka gak suka menyatukan potensi umat," kata Eggi kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (6/11).

Baca Juga:

Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Begini Reaksi Ahmad Dhani

Eggi melihat, di acara reuni akbar 212 nanti tak ada lagi sekat perbedaan antar aliran kelompol Islam.

"Gak ada NU, gak ada Muhammadiyah gak ada Persis atau HMI. Semua umat Islam bermunajat dan berzikir," terang Eggi

Eggi belum memastikan apakah Rizieq akan hadir atau menyampaikan amamatnya saat reuni nanti. Karena, Rizieq hingga kini belum menyatakan sikapnya.

Termasuk ketika Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bergabung ke pemerintahan Joko Widodo. "Indikasi tafsir saya, mudah-mudahan dia berkenan (Prabowo gabung ke Jokowi). Saya melihat fenomena tak ada hujatan atau kecaman kepada Prabowo terhadap Habib Rizieq," papar dia.

"Turunannya sih saya harap Alumni 212 tak ada yang mengecam," jelas pengacara Rizieq ini

Poster bertajuk 'Munajat untuk Keselamatan Negeri: Maulid Agung dan Reuni Alumni 212' beredar di media sosial. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengonfirmasi pihaknya akan kembali menghelat Reuni Aksi 212.

Aksi 212 awalnya terbentuk karena gerakan massa umat Islam yang memprotes pernyataan bernada SARA dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Setelah menggelar aksi 411 pada 4 November 2016, GNPF Ulama kemudian memotori Aksi 212 pada 2 Desember 2016.

Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana memberikan pernyataan pada awak media sebelum masuk ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019) malam. (ANTARA News/Ricky Prayoga)
Eggi Sudjana. (ANTARA News/Ricky Prayoga)



Aksi yang diklaim menghadirkan 7 juta orang itu menjadi agenda tahunan yang diurus PA 212. Pada tahun lalu, aksi itu mengundang calon presiden Prabowo Subianto dan para partai koalisinya.

Sementara, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GPNF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak, memastikan menggelar Reuni 212 pada 2 Desember.

"Jadi reuni itu pasti akan diadakan setiap tahun, karena sudah berjalan dua periode 2017 dan 2018. Jadi di 2019 nanti reuni akan diadakan lagi," kata Yusuf kepada wartawan.

Dia berharap jumlah peserta nanti tidak akan jauh berbeda dengan partisipan pada tahun lalu. Soal jam penyelenggaraan belum dapat dipastikan. "Apakah dimulainya tengah malam menjelang pagi hingga selesai pagi hari atau dimulai pagi hari itu menjadi pembahasan," katanya.

Baca Juga:

Fadli Zon Pastikan Tetap Kritis meski Ada Prabowo di Kabinet

Yusuf mengatakan penyelenggaraan reuni pada tahun ini akan terlepas dari unsur politik karena tidak berbarengan dengan perhelatan politik.

"Mudah-mudahan yang hadir dulu punya waktu, keuangan dan sebagainya dan tidak hanya karena ada momen momen Pilpres, insya Allah. Tapi itu tidak menjadi suatu target bagi kita mengenai jumlah. Semangat dan kebersamaan tetap harus kita jaga," katanya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH