Reuni 212 Dinilai Bermuatan Politis, Partai Berkarya Anggap Sah-Sah Saja Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang (Screenshot youtube/berkaryatv)

MerahPutih.Com - Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang membantah Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember mendatang sudah disusupi kepentingan politik.

"Reuni kan biasa saja. Apa bedanya reuni SMA. Kalau 212 kan identik dengan persatuan ummat Islam se-Indonesia," kata Badarudin saat dihubungi merahputih.com, Senin (26/11).

"Selama tidak melangar aturan ya sah-sah saja," kata Badarudin menambahkan.

Menurut dia, pada masa-masa kampanye Pilpres wajar saja bila sebagian pihak mengaitkan ajang kumpul-kumpul dengan dukungan politik ke salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Tapi kan tidak ada bawa-bawa bendera partai kan. Hanya bendera merah putih dan bendera tauhid," ujar Badarudin.

Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Picunang
Badarudin Andi Picunang (Twitter @DaktaMedia)

Meski demikian, Badarudin tak memungkiri bahwa alumni 212 sebagian besar adalah pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

"Soal dukungan itu kan masing-masing. Tapi memang tidak dapat dipungkiri alumni 212 itu sebagian besar pendukung Prabowo sih (oposisi)," pungkasnya.

Sebelumnya politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera mengatakan reuni 212 yang digelar minggu (2/12) sudah disusupi kepentingan politik. Bahkan, Kapitra menyebut reuni 212 bentuk penistaan agama.

"Ini jelas waktunya konstalasi politik, jadi ini bungkusan politik yang dominan, agama di bawa ke kegiatan politik ini penistaan agama sesungguhnya ya," kata Kapitra kepada awak media, Jumat (23/11).

Kapitra memprediksi, reuni 212 akan menimbulkan resistensi dari masyarakat. Alasan pertama, reuni 212 saat ini sudah berbeda konteks. Di mana saat aksi 212 lalu, massa jelas membela agama.

"Kedua konteks timing tidak tepat karena ini masa kampanye politik," terang Kapitra.

Sehingga, masyarakat akan mengaitkan seolah-olah reuni 212 itu milik kelompok capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Padahal mereka tidak punya track record membela Islam. Kenapa tiba-tiba dukungan ke sana, sudah keluar konteks lalu mendukung mereka itu resistensi dari masyarakat," tukasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Polisi Duga Oknum Pemuda Muhammadiyah Gunakan Sisa Dana dengan Modus Laporan Fiktif

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH