Restorasi Saribu Rumah Gadang Demi Kejayaan Tanah Minang Rumah Gadang. Foto:Wikipedia

MerahPutih.com - Pemerintah berusaha mengembalikan kejayaan Minangkabau dengan merevitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Saat ini, proses restorasi masuk tahap pendataan dan dokumentasi arsitektur.

"Pendataan ini seperti tingkat kerusakan, konstruksi aslinya, dan jenis materialnya," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo, saat meninjau Kawasan Saribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Sumbar, Selasa (1/5).

rumah gadang
Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Foto: Antara

Menurut Sri, ketika dilakukan restorasi semaksimal mungkin mengikuti data hasil dari pendataan dan dokumentasi arsitektur karena termasuk cagar budaya. "Sepertinya kayu. Kami akan usahakan kayu yang digunakan sama seperti aslinya," ujar dia, dilansir Antara.

Sri menambahkan dalam menangani cagar budaya harus berhati-hati sehingga tidak merusak kondisi sosial budaya. Apalagi, lanjut dia, rumah gadang menyimpan suatu kejayaan masa lalu masyarakat Minangkabau.

rumah gadang
Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Foto: Antara

"Masyarakat Minang masa lalu memiliki budaya yang tinggi. Mulai dari bentuk dan ornamen rumah gadang semua ada maksudnya," tutur petinggi Kementerian PUPR itu.

Terlebih, kata Sri, setiap rumah gadang memiliki kekhasan masing-masing sesuai dengan kemilikan kaumnya. Restorasi tersebut, katanya, adalah upaya melestarikan budaya Minangkabau agar generasi mendatang bisa mengetahui bahwa nenek moyangnya memiliki budaya yang tinggi.

rumah gadang
Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Foto: Antara

"Ini juga bisa diketahui oleh masyarakat Indonesia di luar Minang, bahkan masyarakat internasional yang mengunjungi daerah ini," ujar penjabat eselon 1 itu.

Rumah gadang yang bakal direstorasi jumlahnya sesuai dengan yang telah dikeluarkan melalui surat keputusan bupati, yakni 38 rumah. Ke-38 Rumah gadang itu telah dihibahkan masyarakat kepada pemerintah setempat sehingga menjadi aset pemerintah. Namun, dalam pemanfaatannya nanti tetap dikembalikan kepada kaum adat masyarakat setempat. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH