Respons Ubedilah Badrun Dipolisikan Relawan Jokowi Mania Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Relawan Jokowi Mania (Joman) mempolisikan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, karena melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi hal itu, Ubed sapaan ubedilah Badrun menilai hal tersebut sebagai sebuah risiko yang harus dihadapi. Ia mengaku menyadari bahwa tindakan melaporkan dua putra Presiden Jokowi tersebut ke KPK akan memunculkan reaksi.

Baca Juga

Gibran Libatkan Pemain Persis Solo untuk Percepat Vaksinasi Anak

"Itu risiko dan saya kira cara terbaik dalam negara hukum menghargai siapa pun yang berupaya dalam proses hukum," kata Ubed dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (16/1).

Kendati begitu, Ubed mengaku aneh dengan laporan yang dilayangkan oleh Ketum Joman, Immanuel Ebenezer.

Sebab, Immanuel, yang merupakan kolega Ubed sesama aktivis 98 menggunakan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah.

"Karena dia bukan korban, ya, aneh gitu," imbuhnya.

Baca Juga

Dilaporkan Dosen UNJ Ke KPK, Gibran: Korupsi Opo?

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer melaporkan Ubedilah ke Polda Metro Jaya dengan menggunakan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah pada Jumat (14/1).

Laporan itu buntut pengaduan yang dilayangkan Ubed ke KPK terkait dugaan korupsi dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gibran dan Kaesang.

Baca Juga

Emoh Laporkan Balik Dosen UNJ, Gibran Siap Ditangkap KPK kalau Salah

Kata Immanuel laporan itu bisa dicabut apabila Ubed meminta maaf. Ia mengancam akan melaporkan dengan pasal yang ancaman pidananya lebih berat jika Ubed tak melakukannya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BOR Rumah Sakit Sultra Tertinggi di Luar Jawa
Indonesia
BOR Rumah Sakit Sultra Tertinggi di Luar Jawa

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit luar Pulau Jawa meningkat seiring merebaknya kasus COVID-19 varian baru Omicron.

SBY Telepon Jokowi Bilang Kena Kanker, Begini Reaksi Istana
Indonesia
SBY Telepon Jokowi Bilang Kena Kanker, Begini Reaksi Istana

Istana bereaksi dengan memastikan akan memberikan dukungan dan bantuan dalam penanganan kondisi kesehatan SBY

4 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi
Indonesia
4 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten.

Universitas Jember Buka Kuota 50 Persen Lewat Jalur SBMPTN
Indonesia
Universitas Jember Buka Kuota 50 Persen Lewat Jalur SBMPTN

"Kami akan mengalokasikan kuota 50 persen mahasiswa baru tahun ini dari jalur SBMPTN, yang memiliki 61 program studi yang bisa dipilih di Kampus Unej," kata Rektor Unej Iwan di Jember, Jumat (8/4).

Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia, 16 Pekerja Migran Indonesia Belum Ditemukan
Indonesia
Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia, 16 Pekerja Migran Indonesia Belum Ditemukan

Kapal Tengelam di Perairan Malaysia, 16 Pekerja Indonesia Belum Ditemukan

Lindungi Warga Nobar Piala Eropa, Sekuriti Tewas Disabet Sajam Gerombolan Pemotor
Indonesia
Lindungi Warga Nobar Piala Eropa, Sekuriti Tewas Disabet Sajam Gerombolan Pemotor

Sekuriti yang mau menghalau malah dia yang jadi sasaran

Softbank Cabut dari Proyek IKN, Luhut Bidik Investor Arab Saudi dan UEA
Indonesia
Softbank Cabut dari Proyek IKN, Luhut Bidik Investor Arab Saudi dan UEA

Meski SoftBank mundur, Luhut menyebut Indonesia masih bisa mendapatkan modal pembangunan dari Abu Dhani dan Arab Saudi senilai USD 105 miliar. Modal dari kedua negara tersebut pun diberikan dalam melalui vision fund.

Jadi Tempat Pacaran dan Mabuk, Hutan Kota Indramayu Bakal Ditutup
Indonesia
Jadi Tempat Pacaran dan Mabuk, Hutan Kota Indramayu Bakal Ditutup

Setelah penutupan, pemanfaatan hutan kota akan ditata kembali sebagai tempat rekreasi untuk masyarakat.

Kemenag Masih Tunggu Kepastian Kuota Haji Dari Arab Saudi
Indonesia
Kemenag Masih Tunggu Kepastian Kuota Haji Dari Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan menerima satu juta orang yang hendak menunaikan ibadah haji pada tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi

Pilpres 2024 Masih Jauh, Relawan Mulai Genit Usung Capres
Indonesia
Pilpres 2024 Masih Jauh, Relawan Mulai Genit Usung Capres

Ini menjadi semacam "alat tawar politik" bagi kandidat yang diusung relawan untuk mendapat tiket nominasi dari parpol dengan mengonversi dukungan relawan.