Respons KPK Dituding Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra Cuma Pencitraan Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara menanggapi tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut gelar perkara skandal Djoko Tjandra bersama Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung pada Jumat (11/9) lalu hanya pencitraan.

"Kami menghargai pandangan dari siapapun soal hal tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Senin (13/9).

Baca Juga

Din Syamsuddin Minta Jokowi Dukung Kebijakan PSBB Total Anies

ICW menyebut KPK belum berani mengambil alih perkara yang melibatkan Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari tersebut usai gelar perkara.

Ali menegaskan, pengambilalihan suatu kasus bukan atas dasar berani atau tidak. "Namun perlu kami sampaikan bahwa ini bukan soal berani atau tidak," ujarnya.

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Akan tetapi, kata Ali, pengambilalihan kasus harus berdasarkan aturan hukum yang benar, yaitu merujuk Pasal 6, 8, dan 10A yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Namun bagaimana cara berhukum yang benar adalah tentu ikuti aturan UU yang berlaku yang dalam hal ini ketentuan Pasal 6, 8, dan 10A UU KPK," jelas Ali.

Sebelumnya, ICW menuding gelar perkara yang dilakukan di KPK itu merupakan ajang pencitraan.Gelar perkara kasus Djoko Tjandra yang melibatkan KPK, Bareskrim Polri, dan Kejaksaan Agung dihelat Jumat (11/9).

"Gelar perkara yang terkesan hanya dijadikan ajang pencitraan bagi KPK agar terlihat seolah-olah serius menanggapi perkara Djoko Tjandra," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Sabtu (12/9).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya sebatas menerima perkembangan penanganan perkara dari Bareskrim Polri dan Kejagung dalam ekspose pertama.

KPK memisahkan ekspose perkara Djoko Tjandra yang ditangani Bareskrim Polri dengan Kejagung. KPK lebih dulu menggelar ekspose kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra yang ditangani Bareskrim Polri.

Baca Juga

COVID-19 Melonjak, Aturan dan Personil Penanganan Dinilai Bermasalah

Ekspose dilanjutkan dengan kasus dugaan penerimaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang ditangani Kejagung. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Jumat (10/7): 72.347 Positif, 33.529 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (10/7): 72.347 Positif, 33.529 Pasien Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.611 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

[Hoaks atau Fakta]: Esemka Produksi Mobil Sport
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Esemka Produksi Mobil Sport

Berdasarkan hasil penelusuran gambar, foto yang identik dengan foto yang diunggah oleh sumber klaim itu salah satunya diunggah di situs superstreetonline.com pada 16 Januari 2020.

Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai
Indonesia
Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai

Sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci penting

[HOAKS atau FAKTA]: Semua Fraksi DPRD Sepakat Copot Anies dari Gubernur
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Semua Fraksi DPRD Sepakat Copot Anies dari Gubernur

Postingan itu dimaksudkan untuk memberitahukan publik, semua fraksi DPRD DKI sepakat untuk mencopot Anies Baswedan.

Kasus COVID-19 di Prancis Kembali Melonjak
Indonesia
Kasus COVID-19 di Prancis Kembali Melonjak

Secara kumulatif, jumlah kasus COVID-19 di Prancis mencapai 195.633.

Pemprov DKI Tak Larang Warga Bersepeda di Sudirman-Thamrin
Indonesia
Pemprov DKI Tak Larang Warga Bersepeda di Sudirman-Thamrin

"Kalau di 31 titik itu mau sepeda ya silahkan gak dilarang. Aktivitasnya mau sepeda ya boleh-boleh aja," ujar Arifin di Jakarta, Jumat (14/8).

Tiga PNS Lolos Seleksi Terbuka Calon Sekda DKI
Indonesia
Tiga PNS Lolos Seleksi Terbuka Calon Sekda DKI

Kemendagri diminta untuk memilih salah satu dari yang terbaik

Bantuan Bagi Pekerja Bergaji Rp5 Juta Langsung Ditransfer ke Rekening
Indonesia
Bantuan Bagi Pekerja Bergaji Rp5 Juta Langsung Ditransfer ke Rekening

Saat ini pemerintah sedang mencari cara mengumpulkan data terkait calon penerimanya dengan efisien dan dipastikan data lengkap.

Ruas Tol Sepanjang 3 Kilometer di Bogor Siap Beroperasi
Indonesia
Ruas Tol Sepanjang 3 Kilometer di Bogor Siap Beroperasi

Ruas Tol BORR Seksi IIIA atau Ruas Simpang Yasmin - Kayu Manis menghabiskan dana Rp2,05 triliun

Selesai Diperiksa, Abu Janda Bawa Pulang Lagi Tas Berisi Pakaian
Indonesia