Respons KPK Atas Kritik Eks Penyelidik Soal Kebiasaan Buruk Era Firli Bahuri Ketua KPK Firli Bahuri. ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara menanggapi kritik dari mantan penyelidik KPK Aulia Postiera, yang menuding lembaga antirasuah di bawah kepemimpinan Firli Bahuri kerap memberitahukan informasi kasus yang masih dalam tahap penyelidikan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membantah pihaknya menyampaikan substansi perkara yang tengah diselidiki kepada publik, bahkan dalam penyelidikan terbuka sekali pun.

"KPK dalam penyelidikan terbuka pun tidak pernah mengumumkan atau menyampaikan ke publik terkait substansi perkara," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (22/11).

Baca Juga:

Eks Penyelidik Beberkan Tudingan Kebiasaan Buruk KPK Era Firli Bahuri

Menurut Ali, informasi mengenai kasus yang tengah diselidiki dan mengemuka ke publik biasanya berasal dari pihak terkait. Sebab, dalam menjalankan tugasnya KPK memungkinkan melakukan penyelidikan terbuka dan tertutup.

Ali menjelaskan, dalam penyelidikan terbuka, KPK memungkinkan memanggil sejumlah pihak terkait untuk mengumpulkan berbagai keterangan, data, dan informasi dugaan tindak pidana korupsi.

KPK menjunjung tinggi transparansi dalam menjalankan tugas. Di sisi lain, kata Ali, KPK juga berkomitmen menjaga kerahasiaan informasi yang belum bisa disampaikan kepada publik.

"Agar proses-proses penanganan perkara tidak terganggu dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor serta pihak-pihak lainnya," pungkasnya.

Baca Juga:

Pensiun dari Polri, Firli Bertekad Tuntaskan Amanah sebagai Ketua KPK sampai 2024

Sebelumnya diberitakan, Aulia Postiera melalui akun Twitter pribadinya @paijodirajo membeberkan kebiasaan buruk KPK di bawah komando Firli Bahuri.

Menurutnya, mengumumkan kasus yang masih dalam tahap penyelidikan berpotensi menyulitkan penyelidik yang masih bekerja untuk menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup. Selain itu, kata dia, pengumuman informasi pada tahap penyelidikan juga berpotensi menghilangkan alat bukti.

Aulia membeberkan kebiasaan buruk lainnya yang dilakukan pimpinan KPK era Firli, yakni tidak mengumumkan tersangka saat surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) telah keluar.

Padahal, pimpinan KPK era sebelum Firli selalu mengumumkan penetapan tersangka sebelum dilakukan upaya paksa penahanan.

Aulia bahkan menyebut kerja-kerja pemberantasan korupsi kini mulai memudar. Menurutnya, hal tersebut karena ulah pimpinan KPK saat ini. (Pon)

Baca Juga:

Berulang Tahun Hari Ini, Firli Bahuri Masuki Masa Pensiun sebagai Anggota Polri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Lengkapi Tol Metropolitan Jabodetabek
Indonesia
Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Lengkapi Tol Metropolitan Jabodetabek

Dengan selesainya jalan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading ini dapat mempercepat proses distribusi logistis dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Tekan Kerugian Pertamina, Harga BBM Diusulkan Naik
Indonesia
Tekan Kerugian Pertamina, Harga BBM Diusulkan Naik

Harga minyak dunia mulai meroket sejak Maret 2021. Bahkan pada Mei 2021 harga minyak di atas USD60 per barel.

Bus Wisata Kecelakaan di Tol Surabaya - Mojokerto, 14 Orang Meninggal
Indonesia
Bus Wisata Kecelakaan di Tol Surabaya - Mojokerto, 14 Orang Meninggal

Sementara, untuk 11 orang korban luka berat dirawat RS Petro Kimia Gresik, RS Citra Medika Kabupaten Mojokerto, RS Emma Kota Mojokerto.

Anggaran Bantuan Sosial Rp 2,7 Triliun Masih Tertahan di Bank Himbara
Indonesia
Anggaran Bantuan Sosial Rp 2,7 Triliun Masih Tertahan di Bank Himbara

Risma mengajak anggota DPR untuk turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyalurkan bansos yang masih tertahan.

Tiga Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Boleh Kembali Beroperasi
Indonesia
Tiga Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Boleh Kembali Beroperasi

Tiga tempat wisata di Kabupaten Bogor boleh kembali beroperasi pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua Wadah Pegawai KPK Masih Gantungkan Harapan ke Jokowi
Indonesia
Ketua Wadah Pegawai KPK Masih Gantungkan Harapan ke Jokowi

Menurut Yudi, Jokowi akan memberikan keterangan resmi dalam menyikapi pemecatan pegawai KPK. Terlebih, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Komnas HAM telah menyerahkan rekomendasi terkait sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan TWK.

Cegah Lingkungan Tercemar, Warga Diajak Pilah Obat Kedaluwarsa
Indonesia
Cegah Lingkungan Tercemar, Warga Diajak Pilah Obat Kedaluwarsa

Beberapa langkah dapat dilakukan seperti pemilahan dan pengumpulan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Diberi Gelar Pahlawan Internasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Diberi Gelar Pahlawan Internasional

eredar di media sosial Facebook sebuah foto yang menampilkan saat Anies Baswedan tengah bersalaman dengan Presiden Jokowi, disertakan pula narasi bahwa Anies meraih gelar Pahlawan Internasional.

Sambangi KPK, Keluarga Yakin Bupati PPU Korban Politik Partainya
Indonesia
Sambangi KPK, Keluarga Yakin Bupati PPU Korban Politik Partainya

Kakak kandung Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif Abdul Gafur Mas'ud, menyambangi Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (31/3).

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovak Belum Pernah Diuji Coba
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovak Belum Pernah Diuji Coba

Beredar sebuah video di media sosial TikTok bahwa vaksin COVID-19 merk Sinovac berasal dari Tiongkok belum pernah sama sekali dilakukan uji coba untuk anak-anak.