Respons Istana Ada Wacana Tarik Rem Darurat Saat Kasus Omicron Meroket Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo. (ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden)

MerahPutih.com - Kasus COVID-19 di Indonesia terus merangkak naik didominasi varian Omicron. Per Senin (7/2), penambahan kasus COVID-19 bertambah 26.121. Wacana untuk menarik kebijakan rem darurat pun muncul ke permukaan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan pemerintah belum akan menarik rem darurat dengan memberlakukan PPKM Darurat, meskipun angka kasus COVID-19 varian Omicron meningkat tinggi.

Baca Juga:

Penanganan di 6 Negara Kasus Tertinggi Omicron Jadi Pembelajaran Indonesia

"Data mingguan terakhir menunjukkan, meski angka kasus meningkat tinggi namun angka keterpakaian rumah sakit masih sangat terkendali. Sehingga "rem" darurat belum perlu ditarik," kata Abraham dalam keterangannya, Selasa (8/2).

Kesiapan pemerintah menghadapi Omicron telah lebih baik karena selalu melibatkan para pakar, serta berbasiskan data dan kajian ilmiah.

Ia mencontohkan soal tingkat fatalitas dari Omicron yang lebih rendah dibanding varian Delta.

"Setelah kita kaji karakteristik keparahan Omicron lebih ringan dari Delta, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk prioritas isolasi mandiri atau isolasi terpusat bagi yang bergejala ringan atau tanpa gejala, dan memprioritaskan rumah sakit bagi lansia atau yang memiliki komorbid," kata Abraham.

Baca Juga:

Puncak Omicron di Depan Mata, Warga hingga Pemerintah Daerah Diminta Bersiap

Ia juga memastikan perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan disesuaikan dengan penilaian di masing-masing daerah. Beberapa indikator perubahan level PPKM itu adalah peningkatan keterisian atau okupansi tempat tidur rumah sakit, dan pencapaian vaksinasi.

"Arahan bapak Presiden dalam ratas evaluasi PPKM kemarin (Senin, 7/2), capaian vaksinasi harus terus ditingkatkan dan protokol kesehatan harus semakin disiplin," ujarnya.

Baca Juga:

Mayoritas Masyarakat Tolak Vaksin Booster

Terkait kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), ujar Abraham, akan tetap mengikuti level PPKM sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri serta Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta dan Menteri Agama.

"Soal PTM tidak ada yang berubah," ucapnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
RS Husada Jakpus Terima Hibah Oksigen Generator
Indonesia
RS Husada Jakpus Terima Hibah Oksigen Generator

Salah satunya dilakukan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bersama PT Rodamas. Mereka menyumbangkan Oksigen Generator kepada Rumah Sakit (RS) Husada, Jakarta Pusat.

Batu Candi Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Makam Sunan Ampel
Indonesia
Batu Candi Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Makam Sunan Ampel

Anggota Begandring, Tri Priyo Widjoyo menyebut, jika benda tersebut diduga menjadi peninggalan pra Kerajaan Majapahit.

Legislator PDIP Maknai Hari Pahlawan Sebagai Momentum Perangi COVID-19
Indonesia
Legislator PDIP Maknai Hari Pahlawan Sebagai Momentum Perangi COVID-19

Percayakan sepenuhnya kepada pemimpin perang dalam hal ini pemerintah

3 BUMD DKI Jamin Stok Pangan Selama Puasa dan Lebaran
Indonesia
3 BUMD DKI Jamin Stok Pangan Selama Puasa dan Lebaran

Tiga BUMD DKI bidang pangan telah menyiapkan skema untuk pemenuhan kebutuhan dan memastikan ketersediaan stok pangan aman, selama bulan suci ramadan dan Idulfitri 2022.

Korban Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit
Indonesia
Korban Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit

Kebakaran hampir berlangsung selama dua jam lebih

 Ada 8 Titik Lokasi Sasaran Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis (5/8)
Indonesia
Ada 8 Titik Lokasi Sasaran Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis (5/8)

Program vaksinasi keliling ini menyasar ke anak-anak, dewasa dan lansia untuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Kegiatan vaksin keliling berpindah-pindah tiap harinya dari satu tempat ke tempat lain.

 Dampak Ekonomi IKN Nusantara ke Kaltim Cuma 0,02 Persen
Indonesia
Dampak Ekonomi IKN Nusantara ke Kaltim Cuma 0,02 Persen

Pembiayaan pembangunan fisik IKN yang membutuhkan pembiayaan mencapai Rp 466 triliun.

Akibat Restrukturisasi, Bank Perlu Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit
Indonesia
Akibat Restrukturisasi, Bank Perlu Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit

Perbankan yang akan membagi dividen untuk mempertimbangkan ketahanan modalnya. Pasalnya sebagian dari modal ini sebaiknya digunakan untuk membentuk CKPN dan terakhir, perbankan diminta untuk menghitung dampak restrukturisasi secara berkala agar bisa melakukan antisipasi sejak dini.

Kasus Tanjungbalai Disebut Sulit Dimainkan karena Ditangani "Tim Taliban"
Indonesia
Kasus Tanjungbalai Disebut Sulit Dimainkan karena Ditangani "Tim Taliban"

Perkara dugaan suap jual beli jabatan yang menjeratnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditangani oleh "Tim Taliban".

Jakarta Keluar dari Zona Merah COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah
Indonesia
Jakarta Keluar dari Zona Merah COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah

"Alhamdulillah sudah tidak ada lagi zona merah ya RT RW semuanya sudah kuning hijau," ucap Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria