Respon Ridwan Kamil Usai Kapolda Jabar Dicopot Gegara Tak Tegakkan Prokes Mantan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja Irjen Rudy Sufahriadi saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat dalam hal penanggulangan pandemi COVID-19 sejak Maret hingga saat saat ini di wilayah Jabar.

"Terkait Pak Kapolda pertama begini, Kapolda Jawa Barat saya mengucapkan terima kasih ya karena selama proses mengendalikan COVID-19 dari sejak Maret sampai hari ini. Bagi saya pribadi kinerjanya eksepsional lah kira-kira luar biasa ya," ujar Ridwan Kamil atau Kang Emil ketika dimintai tanggapannya terkait pergantian Kapolda Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (17/11).

Baca Juga:

Langkah Kapolri Copot Kapolres hingga Kapolda Dinilai Tepat

Apreasiasi juga disampaikan Kang Emil kepada Rudy Sufahriadi karena telah bersedia menjadi relawan uji klinis fase tiga Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, Tiongkok, termasuk dedikasinya dalam hal penanggulangan aksi unjuk rasa di Jabar saat masa pandemi.

"Beliau dengan semangat solidaritas pun menjadi relawan COVID-19, tanpa diminta kan. Tadinya hanya saya saja, saya menyaksikan sendiri dedikasi dari sisi waktu, mengendalikan demo juga pada saat situasi situasi sulit. Jadi saya kira orang dengan sosok Pak Rudy saya apresiasi luar biasa," tegas dia.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi minta maaf atas tindakan anak buahnya yang beri miras kepada mahasiswa Papua (Foto: Humas Polda Jabar)

Orang nomor satu di Provinsi Jabar ini memahami adanya pergantian pimpinan di dalam institusi Kepolisian Republika Indonesia adalah sebuah dinamika yang tak bisa dihindari.

"Kemudian saya memahami apa pergeseran-pergeseran di institusi (Polri). Saya kira itu diperlukan ya, karena dinamika-dinamika tidak bisa dihindari," kata dia.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan pergantian dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat pada Senin (16/11).

Baca Juga:

Dampak Berbahaya dari Penegakan Protokol Kesehatan yang Semakin Kendor

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pergantian itu sebagai sanksi bagi kedua Kapolda tersebut karena tidak menegakkan aturan mengenai protokol kesehatan COVID-19 di wilayahnya.

"Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu Kapolda Metro Jaya. Kemudian yang kedua adalah Kapolda Jawa Barat," ujar Argo dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin dikutip Antara.

Argo mengatakan bahwa Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana digantikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran. Sementara Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi digantikan oleh Asisten Logistik Kapolri Irjen Ahmad Dofiri. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjelasan Lion Air Terkait Kecelakaan Pesawat di Filipina
Indonesia
Penjelasan Lion Air Terkait Kecelakaan Pesawat di Filipina

pesawat yang dimiliki oleh maskapai dengan nama Lionair Inc, terbakar saat lepas landas di Bandara Internasional Ninoy Aquino

 Pemerintah Beberkan Hampir 300 Kombatan ISIS Berpaspor Indonesia
Indonesia
Pemerintah Beberkan Hampir 300 Kombatan ISIS Berpaspor Indonesia

Yasonna mengatakan, pemerintah saat ini masih mendata WNI eks anggota ISIS yang berada di Suriah dan sekitarnya serta melakukan asesmen yang dibantu intelijen.

 Pulang dari Jakarta, Warga Solo Ogah Karantina dan Marahi Anggota TNI dan Polri
Indonesia
Pulang dari Jakarta, Warga Solo Ogah Karantina dan Marahi Anggota TNI dan Polri

Tidak hanya itu, pemudik berstatus ibu rumah tangga itu juga menantang Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk datang ke rumah jika sampai berani melakukan pendataan untuk dikarantina.

Denda Progresif Menanti Pelanggar PSBB
Indonesia
Denda Progresif Menanti Pelanggar PSBB

Saat ini aturan tertulis tentang sanksi denda progresif sedang disusun dan dimatangkan Biro Hukum Pemprov DKI.

Cegah Resiko Virus Corona, Bank DKI Imbau Warga Pakai Transaksi Non Tunai
Indonesia
Cegah Resiko Virus Corona, Bank DKI Imbau Warga Pakai Transaksi Non Tunai

uang tunai kuat menjadi sarang bakteri dan virus karena sering berpindah tangan

Anggota DPR Semprot Ketidakbecusan Anies Tangani Banjir Jakarta
Indonesia
Anggota DPR Semprot Ketidakbecusan Anies Tangani Banjir Jakarta

Banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh hujan

Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Indonesia Sebanyak 1,8 Juta Dosis
Indonesia
Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Indonesia Sebanyak 1,8 Juta Dosis

Pemerintah kembali mendatangkan vaksin COVID-19 Sinovac tahap 2 ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Pengunggah Kolase Maruf Amin-Kakek Sugiono Dijerat UU ITE
Indonesia
Pengunggah Kolase Maruf Amin-Kakek Sugiono Dijerat UU ITE

pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Pemprov DKI Terima 2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil
Indonesia
Pemprov DKI Terima 2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil

ibu hamil perlu mendapatkan perhatian lebih guna mempercepat upaya penanganan penyakit corona.

Langsung Datangi Lokasi, Ketua DPRD Geram Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan
Indonesia
Langsung Datangi Lokasi, Ketua DPRD Geram Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan

Prasetyo bingung karena hingga kini renovasi masih terus berjalan meski sempat diminta berhenti.