Respon Puan Maharani UU Cipta Kerja Mau Dibawa ke MK Ketua DPR RI Puan Maharani. (ANTARA/dokumentasi pribadi)

Merahputih.com - Ketua DPR, Puan Maharani bakal menghormati kelompok masyarakat jika ingin mengajukan uji materi (judicial review) Undang-Undang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, Puan menegaskan bahwa Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, yang telah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020 lalu itu, mengutamakan kepentingan nasional.

Baca Juga:

Adian Napitupulu: Ponco Ini Kawan Lama Saya

“Apabila Undang-Undang ini masih dirasakan oleh sebagian masyarakat belum sempurna, maka sebagai negara hukum terbuka ruang untuk dapat menyempurnakan Undang-Undang tersebut melalui mekanisme yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Puan dalam pernyataan tertulisnya, Senin (12/10).

Puan mengklaim DPR sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja bersama pemerintah.

Demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Pembahasan lima RUU yang telah diselesaikan DPR di dalam masa persidangan I tahun sidang 2020-2021, semuanya dilakukan secara terbuka dan transparan.

“RUU Cipta Kerja telah dapat diselesaikan oleh Pemerintah dan DPR melalui pembahasan yang intensif dan dilakukan secara terbuka, cermat, dan mengutamakan kepentingan nasional, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga:

Jenguk Demonstran, Anggota DPR Adian Napitupulu Sambangi Polda Metro Jaya

Melalui UU Cipta Kerja, ekosistem berusaha di Indonesia diharapkan dapat terbangun lebih baik dan kemajuan Indonesia dapat terwujud lebih cepat.

“Melalui fungsi pengawasan, DPR akan terus mengevaluasi saat UU tersebut dilaksanakan dan akan memastikan bahwa Undang-Undang tersebut dilaksanakan untuk kepentingan nasional dan kepentingan rakyat Indonesia,” pungkas Puan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dua Anggota Yonif Linud 432 Kostrad Tewas Dianiaya OTK
Indonesia
Dua Anggota Yonif Linud 432 Kostrad Tewas Dianiaya OTK

Dua anggota Yonif Linud 432 Kostrad tewas dianiaya orang tak dikenal (OTK) tewas dianiaya orang tak dikenal pada Selasa (18/5).

Mapolres Metro Jakarta Timur 'Bersih' dari Simpatisan Rizieq Shihab
Indonesia
Mapolres Metro Jakarta Timur 'Bersih' dari Simpatisan Rizieq Shihab

Bentrokan antara simpatisan Rizieq dengan aparat kepolisian sempat terjadi di jalan layang Pondok Kopi

IDI Sebut 598 Dokter Gugur Selama Pandemi COVID-19
Indonesia
IDI Sebut 598 Dokter Gugur Selama Pandemi COVID-19

Sebanyak 598 orang dokter meninggal dunia selama pandemi COVID-19 per 27 Juli 2021.

Hajar Rans Cilegon FC, Dewa United FC Raih Kemenangan Keenam Beruntun
Olahraga
Hajar Rans Cilegon FC, Dewa United FC Raih Kemenangan Keenam Beruntun

Di babak kedua, Dewa United FC lebih keluar menyerang

Orang Asing Pasangan Kawin Campur Diizinkan Masuk ke Indonesia
Indonesia
Orang Asing Pasangan Kawin Campur Diizinkan Masuk ke Indonesia

Mereka pasangan kawin campur yang ingin datang ke Indonesia harus mengajukan permohonan visa tinggal terbatas (VITAS) penyatuan keluarga melalui website visa-online.imigrasi.go.id.

Peluru Nyasar di Gedung Jalan TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir
Indonesia
Peluru Nyasar di Gedung Jalan TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Polisi memastikan peluru nyasar ke gedung Sovereign TB Simpatupang bukan berasal dari lapangan tembak Marinir.

Universitas Riau Bentuk Tim Pencari Fakta Dugaan Pelecehan Dosen ke Mahasiswi
Indonesia
Universitas Riau Bentuk Tim Pencari Fakta Dugaan Pelecehan Dosen ke Mahasiswi

Pihak kampus tidak mau melibatkan senat universitas, senat fakultas, pimpinan universitas ataupun pimpinan fakultas dalam tim independen tersebut.

Pemprov DKI Distribusikan Bansos Beras di Kepulauan Seribu
Indonesia
Pemprov DKI Distribusikan Bansos Beras di Kepulauan Seribu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mendistribusikan bantuan non tunai (BST) berupa beras 10 kilogram bagi 2.496 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kepulauan Seribu, Kamis (!2/8).

[HOAKS atau FAKTA]: Gangguan Internet Massal karena Di-hack
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gangguan Internet Massal karena Di-hack

Beberapa waktu lalu, pengguna internet di Indonesia banyak mengeluhkan masalah terkait lambatnya jaringan sampai hilangnya sinyal.

PPKM Darurat Hari Pertama Dianggap Lancar, Tapi Kita Tidak Sedang Baik-baik Saja
Indonesia