Respon Polda Jatim Vanessa Angel Bantah Terlibat Prostitusi Vanessa Angel menyampaikan permintaan maaf di Polda Jatim (MP/Budi Lentera)

Merahputih.com - Polda Jawa Timur angkat bicara terkait pernyataan kuasa hukum Vanessa Angel yang membantah kliennya terlibat prostitusi daring.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera menegaskan bahwa penanganan kasus ini bukan sengaja untuk membuka aib seseorang. Melainkan murni ingin mengungkap kasus prostitusi daring yang ada di wilayahnya.

"Yang jelas bukan sengaja membuka aib seseorang. Kebetulan saja prostitusi itu adalah artis," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa (8/1).

Terkait dengan pemanggilan 45 artis dan seratusan model yang diduga terlibat prostitusi daring artis yang dikendalikan dua muncikari ES dan TN, Barung mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan secara perlahan-lahan.

"Memang data itu terdukung secara autentik bahwa tidak hanya mengeluarkan data 45 atau 100, tetapi didukung autentikasi. 'Step by step' akan ada pemanggilan," ujarnya.

Vanessa Angel di Polda Jatim
Vanessa Angel saat dibawa ke Mapolda Jatim (MP/Budi Lentera)

Perkara kasus ini, Barung menyatakan penyidik melakukan gelar perkara. "Untuk memastikan konstruksi hukumnya dalam rangka menetapkan Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena yang dibidik prostitusi daringnya," ucapnya dikutip Antara.

Barung mengatakan bahwa Pasal 45 jo. Pasal 27 Ayat (1) UU ITE juga akan dikombinasikan dengan Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP agar dapat diterima.

Untuk itu, dia meminta semua pihak untuk bersabar terkait dengan perkembangan pengungkapan kasus prostitusi daring yang juga melibatkan Avriellia Shaqqila itu karena Polda Jatim baru 3 hari melakukan pembuktian formil maupun materiil.

"Perkembangan ini membutuhkan kerja ekstra karena menyangkut tidak adanya teritori. Pelaku bisa dari Jakarta Selatan, dia menstarimisikan di mana saja dan diakses oleh siapa saja, seperti gambar porno, gambar asusila, yang tidak sesuai dengan norma di Indonesia," ujarnya.

Menyinggung muncikari yang masih dalam masuk daftar pencarian orang (DPO), polisi hingga saat ini masih melakukan pengejaran. Mengenai pengusaha tambang pasir di Lumajang yang berinisial R adalah bernama Rian, Barung menegaskan bahwa orang tersebut memang ada. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH