Respons BPN soal Kubu Jokowi Tuntut Bawaslu Perkarakan Aksi Munajat 212 Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: mpr.go.id)

MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi, menanggapi santai tuntutan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang mendesak Bawaslu menindak kegiatan Munajat 212 karena dinilai menjadi ajang kampanye politik tanpa harus menunggu laporan pengaduan dari siapapun terlebih dahulu.

Munajat 212 ditenggarainya sebagai kampanye politik yang dibungkus dalam kegiatan agama. Pasalnya, terdapat aksi salam dua jari serta dihadiri sejumlah tokoh yang mendukung capres nomor urut 02.

Poliyikus Partai Gerindra Ahmad Muzani
Politikus Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: Twitter/Gerindra)

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu soal dugaan adanya pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut.

"Ya saya kira manti bawaslu lah yang menentukan itu. Apakah itu ada unsur (kampanye) atau tidak," kata Muzani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2).

Menurut Sekjen Partai Gerindra ini, Bawaslu memiliki kewenangan untuk menentukan kegiatan Munajat 212 tersebut kampanye politik atau hanya kegiatan agama biasa.

"Selalu saja kalau ada selisih paham dua belah pihak selalu merujuknya ke Bawaslu," tandas Muzani.

Sebelumnya, Juru Bicara TKN, Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, mendesak Bawaslu menindak kegiatan Munajat 212 karena dinilai menjadi ajang kampanye politik tanpa harus menunggu laporan pengaduan dari siapapun terlebih dahulu.

"Tak harus menunggu laporan karena Bawaslu DKI sendiri memantau langsung acara itu. Terlalu kentara bahwa acara itu berbau politik dengan yel-yel seperti kampanye," kata Jubir Tim TKN Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Jumat (22/2).

"Pada awalnya dimaksudkan sebagai acara keagamaan untuk berdoa bangsa. Sungguh mulia acara tersebut. Namun, ternyata acara itu diciderai dengan nuansa kampanye," sambung politikus Golkar itu

Melihat nuansa acara itu, kata Ace, patut diduga Munajat 212 merupakan bagian dari politisasi agama dan kampanye politik. Apalagi penyelenggara acara tersebut merupakan tokoh-tokoh yang selama ini dikenal pendukung Capres tertentu.

Aksi Malam Munajat 212. Foto: ANTARA

"Bagi kami, kampanye politik itu itu boleh-boleh saja. Namun, harus pada tempatnya. Kita semua sudah tahu peraturannya," tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Munajat 212 digelar di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/2) malam. Dalam kegiatan itu ribuan umat berkumpul menggelar salat berjamaah, shalawat, dan berdoa. Sejumlah tokoh politik hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Zulkifli Hasan, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Hidayat Nur Wahid, hingga Titiek Soeharto. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH