Respon Berlebihan PDIP Dinilai Bikin Gaduh

Respon Berlebihan PDIP Dinilai Bikin Gaduh Sejumlah bendera PDI Perjuangan yang terpasang di beberapa titik jalan. (ANTARA/Fiqih Arfani)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, dugaan pembakaran bendera PDIP pada aksi tolak RUU HIP tidak perlu disikapi berlebihan. Apalagi disikapi dengan pengerahan massa atau membawanya ke ranah hukum.

Menurut Ray, sikap berlebihan dalam menyikapinya hanya akan meruncingkan suasana dan dengan sendirinya mengurangi kondusifitas negara dalam menghadapai COVID-19 dan krisis ekonomi.

Baca Juga

Ganjar: PDIP Bukan PKI

"Padahal, presiden berulangkali menyatakan agar seluruh warga saling menahan diri untuk untuk menjaga kondusifitas negara," jelas Ray kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (26/6).

Ray melanjutkan, daripada memperuncing suasana, lebih baik evalusi sikap dan kebijakan yang dilakukan selama COVID-19 ini berlangsung.

Direktur LIMa Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)
Direktur LIMa Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

Sebab, ini bukan kali pertama kekecewaan masyarakat atas hasil legislasdi di DPR. Sejak penetapan UU KPK yang baru, pembahasan RUU KUHP, RUU Cipta Lapangan Kerja, UU Minerba dan kemarin rencana pembahasan RUU HIP. Semua dilakukan dengan menerabas berbagai kritik dan keberatan publik.

"Sosialisasi minim, etika legislasi sering diabaikan, dan minim partisipasi. Jika dilihat dalam kerangka panjang dan besar ini maka kekecewaan demonstran itu bisa dipahami," imbuh Ray.

Baca Juga

Pembakaran Bendera PDIP Picu Konflik Anak Buah Megawati dengan PA 212

Ray melihat, kekecewaan sekaligus ketakutan bahwa partai-partai di DPR akan terus mengabaikan protes dan kritik publik.

"Jadi ini adalah akumulasi dari berbagai kekecewaan dan kekhawatiran itu, tentu disamping subtansi RUUnya yang dipersoalkan," cetus Ray.

"Sikap keras menghadapi aspirasi warga tidak akan menghasilkan kesejatian bangsa," ungkap Ray.

Ia menyebut, alih-alih kesejatian, yang muncul adalah warga yang terus merasa terabaikan, terpinggirkan dan tentu saja rasa tidak puas yang dalam.

Oleh karena itulah, lanjut Ray, baiknya demontrasi dan juga pembakaran bendera salah satu partai itu dilihat dalam rangka tidak maksimalnya pendekatan partai terhadap rakyat.

Baca Juga

Novel Bamukmin: PDIP Gak Usah Lebay

"Dan terbentuknya jarak yang makin dalam antara partai dengan rakyat," tutup pria asal Sumatera Barat ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Ini Pedoman Pemprov DKI untuk Warga yang Ingin Beribadah
Indonesia
Ini Pedoman Pemprov DKI untuk Warga yang Ingin Beribadah

"Semua tempat ibadah ditutup sementara dan dijaga dari potensi penularan COVID-19," tulis informasi dari Pemprov DKI, Selasa (14/4).

Soal Video TikTok Viral, BIN Bantah Pernah Undang Hana Hanifah
Indonesia
Soal Video TikTok Viral, BIN Bantah Pernah Undang Hana Hanifah

Tampak Hana Hanifah berama tiga orang pria yang ikut bergoyang mengikuti irama.

Anak Buah Surya Paloh Tuding Luhut Pemicu Lambatnya Penanganan COVID-19
Indonesia
Anak Buah Surya Paloh Tuding Luhut Pemicu Lambatnya Penanganan COVID-19

Menurut dia, sebagai menteri, Luhut seolah bertindak layaknya 'The Real President'.

Harusnya, Larangan Komunisme dan Pancasila Benar-Benar Tergambar Dalam Batang Tubuh RUU HIP
Indonesia
Harusnya, Larangan Komunisme dan Pancasila Benar-Benar Tergambar Dalam Batang Tubuh RUU HIP

TAP MPRS itu masih berlaku

Dugaan Salah Tembak, 12 Anggota Satgas Tinombala Ditarik ke Jakarta
Indonesia
Dugaan Salah Tembak, 12 Anggota Satgas Tinombala Ditarik ke Jakarta

Saat kejadian, anggota Satgas Tinombala telah melakukan prosedur semestinya

Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Seluruh Indonesia Nyaris 2.500 Orang
Indonesia
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Seluruh Indonesia Nyaris 2.500 Orang

Lalu, orang dalam pemantauan menjadi 244.480

'Counter Attack' Iran Bikin IHSG Melemah
Indonesia
'Counter Attack' Iran Bikin IHSG Melemah

Iran menggempur pangkalan udara Irak al Asad pada Rabu pagi

Ratusan Travel Gelap Ditangkap Setelah Ketahuan Bawa Ribuan Pemudik
Indonesia
Ratusan Travel Gelap Ditangkap Setelah Ketahuan Bawa Ribuan Pemudik

Kalau ada yang mengatakan mudik diizinkan, itu sama sekali tidak betul

7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja
Indonesia
7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja

Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

PAN dan PSI Kompak Cawagub Baru Harus Dilakukan Fit and Proper Test
Indonesia
PAN dan PSI Kompak Cawagub Baru Harus Dilakukan Fit and Proper Test

Dua nama cawagub itu adalah Nurmansyah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra.