Respon ACT Dituding Biayai Kerusuhan Etnis di India Demonstrasi menentang UU kewarganegaraan baru, di Seelampur, wilayah Delhi, India, Selasa (17/12/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/AWW/djo

Merahputih.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) angkat suara soal adanya sejumlah pemberitaan yang menyebut mereka diduga terlibat dalam kerusuhan berbau etnis di India. ACT memastikan, aktivitas hanya menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia untuk warga yang menjadi korban konflik di India.

Dewan Pembina ACT, Syuhelmaidi Syukur menyatakan, sebagai lembaga kemanusiaan global, ACT selalu berkoordinasi dengan organisasi resmi dalam menyalurkan bantuan.

Baca Juga

PA 212 Ancam Sweeping Warga India, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

"Tidak terlibat dalam ranah konflik internal negara. Termasuk juga ketika kami melakukan implementasi [pemberian bantuan] di India," ujar Syuhel dalam keterangannya, Sabtu (14/3).

ACT memilih India menjadi ranah kemanusiaan sejak dua tahun lalu sebagai titik implementasi program kemanusiaan. "Kami pun dalam memberikan bantuan tidak memilah-milah. Hal ini karena kemanusiaan adalah wilayah yang netral, tidak terbatas SARA dan selalu bekerja sama dengan para mitra terpercaya," tambah Syuhel.

Prinsip ACT adalah memberikan bantuan kemanusian sebagai sebuah bentuk pelaksanaan kewajiban. "Kami melihat banyak korban yang berjatuhan, keterpanggilan ini kami wujudkan dengan memberikan bantuan secara langsung. Bantuan yang kami berikan pun bersifat emergency," ujar Syuhel.

Hingga kini, ACT melaporkan semua implementasi program lewat berbagai medium, seperti media sosial dan publikasi di media massa. Hal ini karena cakupan wilayah ACT, tidak hanya kasus-kasus konflik di beberapa negara, namun juga masyarakat yang terkena musibah bencana alam di berbagai negara lainnya.

"Seperti gempa di Nepal, kekeringan di Afrika, badai topan Bopha di Filipina, dan lainnya termasuk negara Indonesia sendiri," ujar dia.

Baca Juga

Besok, PA 212 bakal Kembali Kepung Kedubes India

Dari sisi laporan keuangan, ACT juga selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 14 tahun berturut-turut. Hal ini diklaimnya sebagai bukti bahwa organisasi ini adalah lembaga kemanusiaan yang kredibel.

"Kami meyakini, doa para donatur, harapan penerima manfaat, dan dukungan media menjadi semangat untuk terus bergerak maju dalam bingkai kemanusiaan," tambah Syuhel. (knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH