Resmi Terdakwa, Kivlan Zen Menyerah di Gugatan Praperadilan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (MP/Gomes Roberto)

MerahPutih.com - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen memastikan akan mencabut empat gugatan praperadilan kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa 10 September 2019.

Padahal, hari ini ada sidang praperadilan dengan agenda pembuktian pemohon. Rencananya sidang dimulai pukul 09.00 WIB, namun sampai pukul saat ini sidang belum juga mulai.

Baca Juga:

Wiranto: Saya Maafkan Kivlan Zen, Tapi.....

Kuasa Hukum Kivlan, Tonin Tachta beralasan opsi pencabutan dipilih karena hari ini akan digelar sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurut dia, percuma sidang praperadilan dilanjutkan karena akan gugur begitu saja karena kliennya sudah pasti menyandang status terdakwa.

"Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana maka praperadilan akan gugur. (Maka) Dicabut saja,” kata Tonin, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/9).

Kuasa Hukum Kivlan Zen Tonin Tachta Singarimbun di PN Jaksel
Kuasa hukum Kivlan Zen Tonin Tachta Singarimbun di PN Jaksel (Foto: antaranews)

Menurut Tonin, rekannya Julianta Sembiring yang akan menyampaikan surat pencabutan ke PN Jaksel. Tapi, belum ada kejelasan kapan yang bersangkutan akan tiba.

Tonin menambahkan kubunya sudah siap menghadapi sidang pembacaan dakwaan. Kivlan, kata dia, mungkin saja hadir meskipun dalam kondisi kesehatan tidak fit. "Ya lihat saja dari jaksa gimana," tutup kuasa hukum.

Baca Juga:

Kasus Senjata Ilegal Kivlan Zen Memasuki Babak Baru

Untuk diketahui, nama Kilvan disebut-sebut memberikan perintah langsung kepada para tersangka kasus penyeludupan senjata. Senjata api ini diduga untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Terkait kasus ini, enam tersangka yang ditahan juga sudah memberikan pernyataan terkait dugaan keterlibatan Kivlan dalam merancang pembunuhan terhadap empat tokoh tersebut.

Adapun keempat tokoh itu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkopolhukam Wiranto. Dua nama lainnya yang juga menjadi target Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan, Gories Mere. (Knu)

Baca Juga:

Motif Kivlan Zen Incar Nyawa Yunarto Wijaya Versi Ahli Intelijen


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH