NASA Berminat Membeli Batu dari Bulan Membeli material asal Bulan dari penyedia komersial. (Foto: Unsplash/NASA)

NASA resmi mengumumkan telah memasuki pasar untuk batu Bulan, Kamis (10/9). NASA juga akan membayar perusahaan publik untuk mengambil tanah, foto, dan kemudian menyiapkannya untuk dikumpulkan misi masa depan.

Kontrak tersebut sebenarnya tidak melibatkan perjalanan ke Bulan oleh NASA. Hal itu merupakan suatu prestasi yang hanya berhasil dicapai oleh badan antariksa nasional dari tiga negara. Namun sebaliknya, pihak perusahaan diharapkan membayangkan merancang robot yang kemudian dapat diluncurkan NASA atau pemain sektor swasta utama.

Baca juga:

Misi Luar Angkasa Kecerdasan Buatan Pertama di Eropa

1
Bertujuan mengumpulkan 50 hingga 500 gram batuan Bulan, atau regolith. (Foto: Unsplash/NASA)

"NASA membeli tanah yang berasal dari Bulan dari penyedia komersial. Saatnya menetapkan kepastian peraturan untuk mengekstraksi dan memperdagangkan sumber daya angkasa luar," kicau administrator NASA, Jim Bridenstine.

AS ingin menjadi pemimpin dalam eksploitasi sumber daya yang ditemukan di tanah atau lapisan bawah asteroid dan Bulan. Itu merupakan kebijakan yang diuraikan dalam perintah eksekutif oleh Presiden Donald Trump tahun lalu. Walaupun hingga saat ini tidak ada konsensus internasional atau hukum tentang cara terbaik untuk mengelola penambangan angkasa luar.

Untuk tender saat ini, mereka telah meminta perusahaan dari seluruh dunia untuk mengajukan proposal. Proyek itu bertujuan mengumpulkan 50 hingga 500 gram batuan Bulan, atau regolith, dari mana saja di permukaan. Penjual juga wajib memberikan citra untuk membuktikan bahwa batu itu benar dari bulan, kemudian mentransfer kepemilikan tunggal ke NASA.

Perusahaan akan menetapkan tawaran mereka sendiri. Demikian dilansir Science Alert. Mereka akan dibayar 20% di muka dengan sisanya setelah misi mereka selesai.

NASA telah mengantisipasi kontrak itu akan bernilai sekitar puluhan ribu dolar. Hal itu diketahui dari dokumen tender.

Dalam sebuah unggahan blog, Bridenstine menulis NASA akan menentukan metode pengumpulan di kemudian hari. Namun, tidak jelas apakah itu berarti bebatuan akan dikumpulkan astronaut masa depan dan tetap di Bulan atau dibawa kembali ke Bumi.

Misi tersebut merupakan bukti konsep saat NASA beruaha mengembalikan manusia ke permukaan bulan pada 2024. Setelah itu, NASA mengarahkan pandangan ke Mars, memanfaatkan sumber daya Bulan dan menggunakannya sebagai titik arah.

Baca juga:

Lelang Batu Terbesar dari Bulan. Tertarik?

2
Akan dibayar 20% di muka dan sisinya setelah misi selesai. (Foto: Unsplash/Bill Jelen)

NASA merencanakan menggali es bulan dari daerah kutub untuk memasok air minum dan memisahkan molekul untuk membuat bahan bakar roket untuk perjalanan selanjutnya.

Badan antariksa itu semakin mengandalkan model publik-swasta sehingga NASA tidak lagi menanggung seluruh biaya pengembangan dan pengoperasian misi. Alih-alih, mereka malah mengontrakkan layanan kepada perusahaan ruang angkasa swasta.

SpaceX, misalnya, membawa kargo untuk NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan belum lama ini menyelesaikan uji terbang yang sukses membawa astronaut. (lgi)

Baca juga:

Menakjubkan, Inilah Peta Terbaru Bulan

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH