Residivis Peras Pejabat ASN Eks Ajudan Jokowi, Kerugian Capai Puluhan Juta Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa AKBP Agus Puryadi menangkap pelaku pemerasan terhadap pejabat Pemkot Solo, Minggu (29/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polda Jawa Tengah menangkap seorang residivis yang melakukan pemerasan terhadap tiga pejabat ASN Pemkot Solo. Salah satu pejabat yang menjadi korban pemerasan adalah eks ajudan Presiden Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo.

Pelaku pemerasan adalah AS (37) warga Kecamatan Pasar Kliwon Solo. Penangkapan dilakukan langsung Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah di rumahnya, Minggu (29/8)

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa AKBP Agus Puryadi mengatakan, kasus ini bermula saat ada laporan pada Jumat (27/8) dari salah seorang kepala dinas di lingkungan Pemkot Solo berinisial T. Laporan masuk ke Polri.

Baca Juga:

Mantan Ajudan Jokowi Asal Papua Naik Pangkat Jadi Brigjen Termuda di Polri

"Modusnya pelaku ini mengaku sebagai orang dekat Ketua DPC PDIP Solo sekaligus mantan Wali Kota Solo. Lalu minta uang puluhan juta untuk biaya rumah sakit dan lain sebagainya pada Juli lalu," kata dia.

Dikatakannya, korban telah menelan kerugian Rp 60 juta. Total ada tiga pejabat ASN Pemkot Solo yang tertipu dengan modus sama.

"Pelaku ini juga tidak segan mengancam korbannya jika tidak menuruti permintaan uang yang diminta," katanya.

  Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa AKBP Agus Puryadi menangkap pelaku pemerasan terhadap pejabat Pemkot Solo, Minggu (29/8). (MP/Ismail)
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa AKBP Agus Puryadi menangkap pelaku pemerasan terhadap pejabat Pemkot Solo, Minggu (29/8). (MP/Ismail)

Mantan Kasatreskrim Polresta Surakarta ini menjelaskan, semua korban diminta transfer via rekening milik adik AS, kemudian baru dikirim ke rekening pribadi pelaku. Pelaku ini juga seorang residivis kasus dan modus serupa di Polres Sukoharjo pada 2019.

"Kami mengamankan barang bukti handphone yang digunakan untuk melakukan aksi pemerasan, buku rekening yang berisi uang sisa aksi pemerasan, serta satu unit kendaraan roda dua. Pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," kata dia.

Baca Juga:

Simpang 7 Palang Joglo Solo Bikin Macet, Menhub Kebut Proyek Elevated Railway

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengatakan, pihaknya akan langsung mengembangkan kasus ini. Hal ini untuk memastikan apakah ada korban lain atau tidak.

"Kalau masyarakat merasa menjadi korban pelaku ini segera melapor ke Polresta Surakarta," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Tempat Wisata Belum Buka, Solo Zoo Banting Setir Jualan Masker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Jabar Tetap Lanjutkan Kasus Kerumunan Megamendung Meski Rizieq Shihab Ditahan
Indonesia
Polda Jabar Tetap Lanjutkan Kasus Kerumunan Megamendung Meski Rizieq Shihab Ditahan

"Besok penyidik Polda Jabar kordinasi dengan Polda Metro Jaya," kata Patoppoi

32 Titik Wisata Pulau Seribu Kembali Dibuka
Indonesia
32 Titik Wisata Pulau Seribu Kembali Dibuka

Sebanyak 32 titik wisata di Kepulauan Seribu kembali dibuka dengan kapasitas per hari mencapai 25 persen dari total perkiraan jumlah pengunjung yang diizinkan sekitar 5.725 orang.

Anies Salurkan Bantuan untuk Mustahik, dari Aktivis Dakwah hingga Pedagang Warteg
Indonesia
Anies Salurkan Bantuan untuk Mustahik, dari Aktivis Dakwah hingga Pedagang Warteg

Baznas (Bazis) DKI Jakarta melakukan penandatangan kerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam rangka pemberdayaan mustahik di bidang ketahanan pangan.

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Building Manager Apartement South Hills
Indonesia
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Building Manager Apartement South Hills

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Building Manager Apartemen South Hills berinisial MUS, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero).

Pengacara Sebut Penangkapan Rizieq Shihab Cacat Hukum
Indonesia
Pengacara Sebut Penangkapan Rizieq Shihab Cacat Hukum

"Cacat hukum dan dipaksakan itu dengan dua surat perintah penyidikan. Lalu, ditambah lagi pasal tentang berkerumun, lalu diadopsi lagi pasal 160 penghasutan. Padahal, di pasal 93 tak ada tentang penghasutan, adanya berkerumun tentang protokol kesehatan," ungkapnya.

BNPB Catat 7,5 Juta Menderita Akibat Bencana Alam, Kemensos Siapkan Lumbung Sosial
Indonesia
BNPB Catat 7,5 Juta Menderita Akibat Bencana Alam, Kemensos Siapkan Lumbung Sosial

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, Kemensos akan menyiapkan lumbung sosial yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan dan pemberian bantuan bagi para korban bencana.

Ridwan Kamil dan Anies Salat Subuh Bareng, Bercerita Soal Pangan
Indonesia
Ridwan Kamil dan Anies Salat Subuh Bareng, Bercerita Soal Pangan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Agung Sumedang.

Kapal India Sandar di Dumai, Empat ABK-nya Positif COVID-19
Indonesia
Kapal India Sandar di Dumai, Empat ABK-nya Positif COVID-19

Kapten kapal tersebut juga sudah dinyatakan positif terpapar COVID-19

BPBD Banten Imbau Wisatawan Tidak Berenang di Pantai Selatan Lebak
Indonesia
BPBD Banten Imbau Wisatawan Tidak Berenang di Pantai Selatan Lebak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten mengimbau wisatawan untuk tidak berenang di pantai selatan Lebak guna menghindari kecelakaan laut.

Jurnalis-Polisi Berkolaborasi Bantu Warga Terdampak Penanganan COVID-19 di Jakpus
Indonesia
Jurnalis-Polisi Berkolaborasi Bantu Warga Terdampak Penanganan COVID-19 di Jakpus

Maulana berharap kolaborasi semacam ini dapat diikuti di wilayah-wilayah lainnya