Resesi di Depan Mata, Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kanan). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

MerahPutih.com - Ancaman resesi ekonomi akibat dampak dari pandemi COVID-19 membanyangi Indonesia. Minusnya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,32 persen di kuartal II menjadi tanda serius.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan mempertanyan, peran dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2020 tengang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk COVID-19 yang telah disahkan menjadi UU Nomor 2/2020.

Baca Juga:

SBY Peringatkan Jangan Utak-Atik Pancasila

Padahal, dengan aturan tersebut pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengelola keuangan negara selonggar-longgarnya tanpa potensi pidana, kebijakan kenaikan harga listrik, iuran BPJS juga penarikan pajak yang tinggi.

“Rakyat sudah cukup menderita dengan kenaikan harga listrik, BPJS, biaya pendidikan dan kesehatan termasuk pajak. Jangan lagi rakyat yg disalah-salahkan terkait penggunaan masker, sosial distancing dan lain-lain. Apalagi mau disanksi tentu itu makin memberatkan hidup mereka,” kata Irwan, dalam keterangannya, Minggu, (9/8).

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). (ANTARA/Rosa Panggabean)

Irwan menyarankan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencontoh langkah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menerapkan Keep Buying Strategy di tahun 2008.

"Saya pikir pemerintah telah dibekali UU dan Kebijakan yang longgar untuk melakukan penyelamatan ekonomi nasional sehingga apapun harus dilakukan termasuk Keep Buying Strategy bapak SBY di tahun 2008 untuk menjaga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara guna mengimbangi resesi ekonomi global," jelas Irwan.

Baca Juga:

Kisahkan Kudatuli, Sejarawan Singgung Menlu AS, Sutiyoso Hingga SBY

Legislator dari Kalimantan Timur ini, menambahkan, segara cara harus dilakukan guna mengantisipasi resesi ekonomi yang kini mengancam Indonesia.

"Selama itu strategis dan dibutuhkan dalam kondisi ekonomi seperti ini saya pikir itu cukup bijak," kata Irwan. (Pon)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH