Resensi Film: "It" (2017), Monster Badut Pemangsa Anak-Anak Poster film "IT" (2017) (Sumber: Screen Rant)

BILL membuat kapal dari kertas untuk adiknya, Georgie. Agar kapal tetap dapat mengambang di air, Bill menyuruh Georgie mengambil lilin cair di gudang bawah tanah. Meski takut, Georgie tetap memberanikan dirinya hingga ia berhasil mencari dan mendapatkannya.

Setelah kapal diolesi lilin cair, Georgie memainkannya di sepanjang jalan perumahan, di tengah hujan, sambil mengenakan jas hujan kuningnya. Air hujan mengalirkan kapal dengan cepat dan akhirnya masuk ke saluran pembuangan air. Georgie mengintip ke selokan dan berusaha mengambilnya. Saat itulah ia bertemu dengan badut yang memperkenalkan dirinya sebagai "Pennywise the Dancing Clown".

Dari dalam selokan, sang badut meminta Georgie mengambil kapal kertas dari tangannya. Ketika Georgie mengulurkan tangannya, Pennywise berubah menjadi monster dengan gigi-gigi tajam dan memakan salah satu lengan Georgie lalu menariknya ke dalam selokan. Kejadian itu terjadi pada bulan Oktober 1988 di kota Derry.

Delapan bulan kemudian, Juni 1989, kepergian Georgie masih menghantui pikiran Bill. Tak hanya Georgie, anak lainnya, yakni Betty Ripsom, juga hilang. Bersama teman-teman satu gengnya, yang diejek sebagai "The Losers Club", Bill mencoba menguak misteri hilangnya sang adik, yang juga menuntun pada jejak anak-anak hilang lainnya.

Bill, Eddie, Richie, Stanley kemudian mendapat anggota tambahan, yakni Ben (anak yang baru pindah ke Derry), Beverly (satu-satunya perempuan, dicap sebagai "gadis nakal"), dan Mike (anak yatim piatu yang bekerja di pemotongan hewan). Tujuh anak ini menelusuri misteri yang terjadi di kota Derry setiap 27 tahun sekali, di mana ada banyak orang hilang.

Masing-masing dari mereka pun mengalami kejadian aneh. Pennywise meneror dan hampir membunuh mereka. Berbagai bukti dan sejarah mereka telusuri yang akhirnya mengarah pada rumah tua di Jalan Neibolt. Apa yang terjadi saat mereka memasuki rumah Neibolt itu? Saksikan film "It" di bioskop terdekat. Disutradarai Andrés Muschietti, film ini berdurasi lebih dari dua jam, tepatnya 135 menit. Tenang saja, Anda tidak akan bosan dan menyesal saat menontonnya, kok. Sahabat MerahPutih berani? (*)

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Teaser dan Poster Tomb Raider Reboot Perlihatkan Ketegangan Tokoh Utama

Review

Kelebihan

Penataan artistiknya bagus. Adegan demi adegan pun diperankan dengan baik. Film ini kian menarik karena memadukan suasana detektif, horor, humor, sekolah, persahabatan berbeda latar belakang, cinta monyet, dan sejarah. Ditambah lagi, film ini diperankan oleh anak-anak, yang sangat pas dengan karakternya. Meski durasinya panjang, film tetap tidak terasa membosankan.

Kekurangan

Bagian akhirnya tidak tuntas. Ke mana mereka setelah mengalahkan Pennywise? Apakah mereka memberi tahu para penduduk kota Derry? Bagaimana dengan mayat-mayat, sumur, dan rumah tua tersebut? Pertanyaan-pertanyaan itu tidak terjawab, sehingga seperti ada kekosongan cerita sebelum menuju akhir. Akibatnya, pemutusan alur menuju ending terasa tidak mulus.

Kesimpulan

Film horor ini unik karena semua pemeran utamanya anak-anak (di samping Pennywise). Suasana yang bervariasi, alur yang tak mudah ditebak, serta tata artistik yang bagus membuat film ini tidak membosankan. Anda tak akan rugi menontonnya, terlebih film ini akan dibuat bagian keduanya. Tentunya menonton bagian pertama akan memudahkan Anda mengerti film Pennywise berikutnya.

SCORE

9
Kredit : asty


Asty TC

LAINNYA DARI MERAH PUTIH