Rentan Terpapar COVID-19, Pelajar Disarankan tidak Buru-buru Masuk Sekolah Psikolog yang juga Koordinator Divisi Pencegahan pada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Ruhui Rahayu Kalimantan Timur, Siti Mahmudah Indah Kurniawati, S.Psi (ist)

MerahPutih.com - Psikolog sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan pada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Ruhui Rahayu Kalimantan Timur Siti Mahmudah Indah Kurniawati, berpendapat pihak terkait tidak terburu-buru menerapkan belajar di sekolah menghadapi era normal baru.

"Juli nanti masuk tahun ajaran baru dan ada wacana peserta didik akan kembali ke sekolah dengan penerapan new normal (normal baru) dalam skenario protokol COVID-19, namun apakah anak-anak bisa mematahui protokol ini?" kata Siti Mahmudah di Samarinda, Senin (1/6).

Baca Juga

Pekerja Migran Sumbang Kasus Baru Positif COVID-19 di Jakarta

Ia menceritakan, dalam beberapa hari terakhir ia menerima puluhan pesan singkat melalui surel, Whatsapp, maupun DM Instagram mengenai kegelisahan orang tua terkait wacana kembalinya anak-anak ke sekolah.

Beberapa mengalami kecemasan, bagaimana anak-anak memiliki kesiapan selama di sekolah, kemudian berapa lama mereka di sekolah, dan kemungkinan risiko yang akan diterima anak.

Kegelisahan lain dari orang tua, di antaranya apakah anak-anak di sekolah bisa saling kerja sama untuk menghindari penularan karena anak sering usil. MUncul pertanyaan juga, mekanisme apa yang akan diterapkan di sekolah, dan apakah protokol kesehatan bisa berjalan.

Jika mengacu definisi normal baru, lanjut Siti, merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana mengimplementasikan skenario normal baru dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

"Artinya, untuk dunia pendidikan tentunya diperlukan kajian mendalam terkait kesiapan ini, karena menyangkut hak hidup anak-anak usia sekolah maupun prasekolah," tutur Siti yang juga pendiri Biro Psikologi Inka Alzena ini.

Indikator normal baru dari WHO di tengah pandemi COVID-19 ada tiga. Pertama, adalah tidak menambah penularan atau memperluas penularan atau semaksimalnya mengurangi penularan.

Pelajar
Ilustrasi pelajar. Foto: Istimewa

Kedua, menggunakan indikator sistem kesehatan, yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas dari sistem kesehatan bisa merespons untuk pelayanan COVID-19.

Ketiga, adalah dengan surveilans, yakni cara menguji seseorang atau sekelompok kerumunan, apakah dia berpotensi memiliki COVID-19 atau tidak sehingga perlu dilakukan tes masif.

Dalam hal ini, lanjutnya, tentu menjadi pertimbangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, khususnya untuk membuka kembali aktivitas pembelajaran di sekolah.

Pertimbangan lainnya, anak-anak tidak kebal dengan COVID-19, karena perkembangan penyebarannya mulai menyisir pada anak-anak, seperti disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, FRCPI.

Aman Bhakti menyampaikan, hampir 3.400 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), kematian PDP sebanyak 129 anak, positif 584 kasus, dan 14 kematian anak dari kasus positif COVID-19.

Temuan ini, kata Siti, menunjukkan angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi. Ini membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan.

"Hal ini tentunya menjadi bahan pertimbangan mendasar jika akan membuka kembali pembelajaran di sekolah pada pertengahan Juli mendatang," ucap Siti dilansir Antara.

Baca Juga

Tetap Produktif Meski di Rumah Saat Pandemi COVID-19

Meski dalam kondisi wabah, kata dia, pemenuhan dan perlindungan hak anak harus dipenuhi, di antaranya hak untuk hidup, kesehatan, tumbuh dan berkembang, serta berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

“Dalam menghadapi pandemi COVID-19, orang tua atau orang dewasa harus memastikan anak-anak tetap terlindungi. Anak-anak rentan mengalami perlakuan salah, eksploitasi, bahkan kekerasan selama pandemi berlangsung,” pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Didakwa Jadi Perantara Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Didakwa Jadi Perantara Suap Djoko Tjandra

"Terdakwa Andi Irfan Jaya dengan sengaja memberi bantuan kepada Pinangki Sirna Malasari yang merupakan pegawai negeri," kata Jaksa Didi Kurniawan

Pemakaian Disinfektan Meningkat, Sungai Brantas Tercemar Klorin
Indonesia
Pemakaian Disinfektan Meningkat, Sungai Brantas Tercemar Klorin

kadar klorin dari air Sungai DAS Brantas melebihi standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah sebesar 0,03 ppm (part per million).

H-2 Natal, Penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo Tak Sampai 200 Orang
Indonesia
H-2 Natal, Penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo Tak Sampai 200 Orang

Aturan baru terkait surat sehat bebas COVID-19 dengan melakukan tes swab, rapid test, dan rapid test antigen membuat penumpang di bandara harus berfikir lagi untuk mudik.

Jumlah Pasien Positif Corona di Jawa Timur Capai 474 Orang, Berikut Sebarannya
Indonesia
Jumlah Pasien Positif Corona di Jawa Timur Capai 474 Orang, Berikut Sebarannya

Sebaran pasien baru positif COVID-19, yakni tertinggi di Kota Surabaya yang kenaikannya mencapai 20 orang, sehingga totalnya berjumlah 228 orang.

Rawan Tertular COVID-19, Ojol dan Opang di Solo Ikuti Rapid Test
Indonesia
Rawan Tertular COVID-19, Ojol dan Opang di Solo Ikuti Rapid Test

"Kita tidak tahu ada penumpang OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Dengan rapid test ini bisa mengetahui kondisi kesehatan driver," kata Burhan

KPK Periksa Karyawan Waskita Karya Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
KPK Periksa Karyawan Waskita Karya Terkait Korupsi Proyek Fiktif

Yang bersangkutan bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Fathor Rachman.

Novel Baswedan Merasa Sehat meski Positif COVID-19
Indonesia
Novel Baswedan Merasa Sehat meski Positif COVID-19

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan positif terpapar COVID-19.

Dalam Sehari, Jawa Timur Sumbang 28 Persen Kasus Positif COVID-19 di Indonesia
Indonesia
Dalam Sehari, Jawa Timur Sumbang 28 Persen Kasus Positif COVID-19 di Indonesia

Jatim bersama DKI Jakarta juga menjadi provinsi yang pertambahan kasus positif COVID-19 mencapai tiga digit pada hari ini

Kapolri Pertama hingga Sultan Baabullah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Indonesia
Kapolri Pertama hingga Sultan Baabullah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Pemberian gelar pahlawan akan diberikan Presiden Joko Widodo pada 10 November 2020 di Istana Negara.

Empat Wilayah DKI Diperkirakan Cerah Berawan Hari Ini
Indonesia
Empat Wilayah DKI Diperkirakan Cerah Berawan Hari Ini

Sedangkan untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan berintensitas ringan pada malam hari