Rendy Anugrah Mahesa Sabet Gelar Juara Roasting Throwdown Pertama di Indonesia Rendy Anugrah Mahesa (tengah) bersama para juri Throwdown Roasting (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

SEPERTI yang sebelumnya pada tanggal 2 Juni 2018 lalu, 12 orang peserta dari berbagai kota besar di Indonesia unjuk kemampuan roasting atau menyangrai kopi pada kompetisi Roasting Throwdown pertama di tanah air. Event tersebut digelar oleh Harapan Djaya dan didukung oleh Indonesia International Trading.

Setelah kurang lebih 1 minggu kopi hasil roastingan para peserta Roasting Throwdown, Tadi malam tepatnya Jumat 9 Juni 2018 sekitar pukul 19.30 WIB, tiba saatnya para juri untuk menilai biji kopi yang telah disangrai.

Dalam hal ini penjurian dilakukan dalam 3 tahap yaitu Blind Cupping, Blind Batch Brew dan yang terakhir yaitu biji kopi hasil roasting 3 peserta yang terpilih dari 12 peserta diuji langsung oleh brewers profesional dan dinilai oleh tujuh orang juri.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Proses penilaian tersebut berlangsung begitu ketat dengan suasana yang agak sedikit tegang. Aura tersebut terlihat dari rona wajah para juri yang begitu serius dalam menilai kopi-kopi hasil roasting para peserta.

Selain para juri yang sedang menilai kopi, para peserta pun sebagian turut hadir untuk melihat penilaian hasil karyanya pada tanggal 2 Juni 2018 lalu. Mereka juga tampak ikut deg-degan, karena diantara 12 hanya ada satu orang yang berhak memenangkan hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp3.000.000.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Namun ditengah persaingan kopi para peserta yang cukup ketat, para juri harus memilih satu orang pemenang, hal itu tentu dengan standar penilaian tersendiri dari tujuh orang juri yang hadir, salah satunya yaitu Willy dari ABCD School of Coffee.

“Yang terakhir itu tiga-tiganya memang ketat banget yah tipis-tipis semuanya rasanya enak-enak semua. Tapi kita tetap harus milih yang terbaik dari yang terbaik. Jadi dari ketiga itu akhirnya kita putuskan memilih satu, karena disitu rasanya yang paling nyaman dan paling kompleks dengan yang lain,” ucap Willy selaku salah satu juri pada merahputih.com saat ditemui di Harapan Djaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Setelah kurang lebih dari satu setengah jam berlalu, ketiga tahap penilaian itu pun mencapai puncaknya. Ketiga kopi peserta terpilih yang telah diroasting pun di seduh langsung oleh brewers profesionall. Lalu tibalah saatnya para juri untuk menilai siapa peserta yang berhak menyandang gelar juara kompetisi Roasting Throwdown pertama di Indonesia.

Di tengah para juri terdapat 3 buah gelas dengan kopi yang telah diseduh oleh brewers profesional. Setelah itu ketujuh juri pun menilai dengan melakukan cupping seraya mengitari meja dimana tiga gelas kopi tersebut ditaruh.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Hingga akhirnya para juri pun berhenti mengitari meja dan masing-masing dari mereka terlihat telah mendapatkan jawaban untuk kopi yang terbaik. Alhasil, ke 5 juri menjatuhkan pilihan untuk posisi kopi yang di tengah yaitu milik peserta bernama Rendy Anugerah Mahesa. Sementara 2 orang juri lainnya memilih kopi yang berbeda.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dengan begitu Rendy pun sukses menyabet gelar juara Roasting Throwdown pertama di Indonesia. Usai diumumkan menjadi juara, senyum sumringah pun terpancar dari wajah Rendy.

Rendy sendiri tak menyangka akan menjadi juara di kompetisi bergengsi tersebut. Karena Rendy mengaku awalnya hanya iseng-iseng saja.

“Awalnya ngelihat di instagram, dan kebetulan sering main kesini juga. Tapi belum pernah ngeroasting disini sih akhirnya ya udah iseng ikutan. Toh acaranya, juga auranya fun enggak serius-serius banget,” tutur Rendy pada merahputih.com.

Menjadi juara ternyata tak pernah terbesit dalam otak Rendy, karena pada awalnya Rendy sama sekali tak optimis dan berharap untuk menang, dirinya hanya ingin tahu hasilnya seperti apa.

(Foto: MerahPutih/Raden Yusuf Nayamenggala)

Kemenangan Rendy sendiri tentu tak lepas dari pengetahuannya seputar roasting dan juga beberapa persiapan. Uniknya persiapan yang dilakukan Rendy terbilang sederhana.

“Pas briefing sempat dikasih tahu alatnya, akhirnya gue cuma googling aja soal alatnya dan gimana cara mengoperasikannya, sebelumnya sih pernah sesekali roasting tapi bukan pakai mesin ini,” tambah Rendy.

Yang mengejutkan, Rendy bukanlah seorang roaster. Ia mengaku belum begitu mengerti tentang seluk beluk roasting. Tapi Rendy berusaha menyangrai kopi dengan cara yang simple, yaitu ketika roasting membiarkan warna beans tak terlalu terang dan tak terlalu gelap.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Setelah sukses menjadi juara dalam kompetisi Throwdown Roasting pertama di Indonesia,. Rendy menjadi tahu jika dirinya juga bisa roasting kopi. Karena itu Rendy berencana untuk lebih sering roasting kopi dan lebih memperdalam tentang roasting.

Diakhir kata, Rendy berharap, dengan adanya platform CoRoasting space pertama di Indonesia, semoga semua orang dapat memperdalam roasting dan jumlah para home roaster di Indonesia bertambah layaknya home brewer.

Senada dengan Rendy, Willy selaku juri juga berharap jika banyak tempat-tempat kopi lain yang mengadakan kompetisi serupa, agar antusiasme masyarakat semakin bertambah, khususnya di daerah-daerah diluar Jakarta. (ryn)

Bacaj juga yuk artikel menarik yang lainnya Harapan Djaya Gelar Roasting Throwdown Pertama di Indonesia

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala