Remaja Pembunuh Bocah Terancam Hukuman Mati, Begini Reaksi KPAI Polisi ungkap kasus pembunuhan sadis terhadap anak, di Mapolrestro Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Pelaku pembunuhan sadis terhadap bocah APA (6), NF (15) diancam akan dihukum mati. Hal ini karena polisi menetapkannya dengan pasal 340 KUHP karena diduga melakukan pembunuhan berencana.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra mengatakan, polisi harusnya memperhatikan proses perlindungan anak dalam memproses hukum.

Baca Juga

Remaja Bunuh Anak Kecil dan Digambar di Kertas Ternyata Terinspirasi Film Kejahatan

"Tentu proses ini tetap memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan anak terutama tumbuh kembang anak, nondiskriminasi, hak hidup, dan partisipasi anak," kata Jasra dalam keterangannya, Selasa (10/3).

Jasra melanjutkan, karena pelaku adalah usia anak ia berharap UU 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dan UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Ini harus menjadi pijakan bagi aparat penegak hukum dalam proses kasus ini," sebut Jasra.

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra
Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra

KPAI berharap masyarakat tetap memberikan dukungan kepada keluarga korban dan pelaku termasuk anak pelaku terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

"Termasuk hujatan dan cacian netizen terhadap peristiwa ini bisa dikurangi," tegas Jasra.

Baca Juga

Polisi Selidiki Akun Facebook Unggah Detik-detik Pembunuhan Bocah di Sawah Besar

Sampai saat ini, Jasra belum mendapatkan informasi hasil asesmen psikologi yang dilakukan oleh kepolisian.

"Tentu kita berharap semakin dalam melihat masalah ini akan menjadi pembelajaran bagi stake holder perlindungan anak untuk memastikan tupoksinya bisa bekerja secara maksimal,," imbuh Jasra.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan status tersangka terhadap gadis pembunuh seorang bocah, AP (6), NF (15). pelaku bakal dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

"Sudahkan. Sudah ditetapkan. Pasalnya 338 Jo 340 tentang pembunuhan berencana," katanya Kapolres Metro Jakarta Pusat. Kombes Heru Novianto.

Polisi akan memeriksa kejiwaan remaja yang bunuh bocah kecil karena terinspirasi dari film horor
Olah TKP pembunuhan anak kecil oleh remaja di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Menurut Heru, jika hasil pemeriksaan kejiwaan NF mengarah kepada gila maka pasalnya yang menjeratnya akan terbebas dengan sendiri. Namun, jika NF mengarah kepada psikopat maka pasal tersebut tetap akan berlaku.

"Kalau gila ya gugur, tapi kalau psikopat itu tetap berlaku yah," tutupnya.

Baca Juga

ABG Akui Bunuh Bocah, Polisi: Korban Disimpan di Lemari

NF mengaku dengan sengaja membunuh APA dengan cara menenggelamkan di bak mandi kemudian dcekik hingga mengeluarkan darah, kemudian NF mengingkat korban dan menyembunyikan di lemari miliknya selama satu malam.

Keesokan harinya, pelaku merasa kebingungan untuk membuang jasad korban yang ada di dalam lemari. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tulis Surat untuk Keluarga, Rizieq Shihab Curhat Nasibnya di Dalam Penjara
Indonesia
Tulis Surat untuk Keluarga, Rizieq Shihab Curhat Nasibnya di Dalam Penjara

Dalam surat yang ditulis tangan dengan tinta biru itu, Rizieq mengirimkan kabar kepada istri dan anak anaknya bahwa kondisinya dalam keadaan sehat.

Jelang Vonis Novel, Hakim Diminta tak Terpengaruh Logika Sesat Jaksa
Indonesia
Jelang Vonis Novel, Hakim Diminta tak Terpengaruh Logika Sesat Jaksa

Menurut Petrus, tuntutan setahun sangat jauh dari dari fakta-fakta yang sudah terverifikasi dan tervalidasi dalam persidangan diabaikan oleh JPU sendiri.

New Normal Sepanjang Juni, Solo Alami Inflasi 0,29 Persen
Indonesia
New Normal Sepanjang Juni, Solo Alami Inflasi 0,29 Persen

"Catatan kami inflasi kali ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya angka indeks harga konsumen," ujar Totok

Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19
Indonesia
Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan orang tertular virus corona masih terus bertambah hingga Kamis (10/12).

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut
Indonesia
Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Tuntutan setahun penjara untuk dua penyerang Novel Baswedan menuai kecaman.

23 Wilayah di Tanah Air Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrim dan Hujan Lebat
Indonesia
23 Wilayah di Tanah Air Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrim dan Hujan Lebat

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Raja Ampat utara

Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Ajukan PK
Indonesia
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Ajukan PK

Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK).

Polisi Pastikan 47 Anak Buah John Kei Terlibat Rencana Menghabisi Nus Kei
Indonesia
Polisi Pastikan 47 Anak Buah John Kei Terlibat Rencana Menghabisi Nus Kei

Puluhan orang ini memiliki peran berbeda mulai dari pemufakatan Jahat, perusakan rumah Nus Kei dan penganiyaan kepada anak buah Nus Kei.

Hakim Heran Pemeriksaan Etik Pinangki Tidak Detail
Indonesia
Hakim Heran Pemeriksaan Etik Pinangki Tidak Detail

Saat diperiksa Luphia, Pinangki mengaku bertemu dengan seseorang bernama Jochan, bukan Djoko Tjandra.

Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK
Indonesia
Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK

Ajay yang merupakan Wali Kota Cimahi ketiga itu, dikabarkan ditangkap oleh tim KPK pada Jumat (27/11).