Remaja 18 Tahun Jadi Penyebar Hoaks Jaksa Terima Suap Kasus Rizieq Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Polda Sulawesi Selatan bersama Kejaksaan menangkap pria penyebar berita bohong alias hoaks soal adanya oknum jaksa yang menerima suap terkait persidangan eks Pentolan FPI Rizieq Shihab.

“Iya (sudah ditangkap) di Takalar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Zulpan saat dihubungi wartawan, Senin (22/3).

Baca Juga:

Jelang Sidang Lanjutan, Rizieq Bakal Dibeking Puluhan Pengacara

Zulpan menyebut penangkapan dilakukan oleh pihak Kejaksaan. Polri dalam hal ini hanya berperan sebagai membantu proses penangkapannya.

“Penangkapan ini oleh pihak Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi ya kemudian dibantu Kejaksaan Negeri Takalar. Polri membackup aja di lapangan,” beber Zulpan.

Pelaku sendiri berinisial F dan masih berusia 18 tahun. Pihak kejaksaan hingga saat ini masih mendalami pengakuan dari pelaku.

“Kita belum bisa sebutkan karena itu Kejaksaan yang langsung mendalami, kita hanya bantu,” kata Zulpan.

Seperti diketahui, sebuah video tersebar dan menyebutkan jika ada oknum jaksa yang menerima suap terkait persidangan Rizieq. Kejaksaan Agung sendiri menegaskan jika hal tersebut adalah tidak benar.

Kejaksaan Agung menyatakan, video yang beredar di media sosial terkait penangkapan seorang Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung tidak terkait dengan persidangan kasus mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan video tersebut merupakan rekaman peristiwa yang terjadi pada 2016.

"Peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu, dan bukan merupakan pengakuan jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab," kata Leonard.

Video tersebut beredar dengan narasi "terbongkar pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab. innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia" . Kemudian video itu dikaitkan dengan penjelasan Yulianto.

Sidang Rizieq
Sidang Rizieq. (Foto: Tangkapan Layar)

Yulianto merupakan Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada tahun 2016.

Leonard menjelaskan, video tersebut merupakan penangkapan jaksa AF di Jawa Timur.

AF ditangkap terkait suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum jaksa AF pada video tersebut adalah Bapak Yulianto yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT)," ucap Leonard. (Knu)

Baca Juga:

Viral Video Diduga Jaksa Kasus Rizieq Terima Suap, Begini Klarifikasi kejagung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan
Indonesia
Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan

Banyak tokoh belum memahami isi Undang-Undang Cipta Kerja, namun sudah menolak undang-undang tersebut.

Satgas COVID-19 Bikin Tim Perlindungan Tenaga Kesehatan
Indonesia
Satgas COVID-19 Bikin Tim Perlindungan Tenaga Kesehatan

Data Lapor COVID-19, ribuan tenaga kesehatan terpapar COVID-19. Hingga 7 Januari 2021, 553 orang tenaga kesehatan meninggal dunia.

Selandia Baru Beri Sanksi Bagi Petinggi Militer Myanmar
Dunia
Selandia Baru Beri Sanksi Bagi Petinggi Militer Myanmar

Selandia Baru akan memastikan program-program bantuannya tidak melibatkan dan menguntungkan pemerintah junta militer Myanmar.

IDI Sarankan Ini Saat Vaksinasi Agar Antibodi Terbentuk Optimal
Indonesia
IDI Sarankan Ini Saat Vaksinasi Agar Antibodi Terbentuk Optimal

Riwayat penyakit yang dimaksud di antaranya alergi parah

Varian Baru COVID-19 Diduga Sudah Menyebar ke Sleman
Indonesia
Varian Baru COVID-19 Diduga Sudah Menyebar ke Sleman

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, menduga varian baru virus COVID-19 telah masuk dan menyebar ke wilayahnya.

PKS Anggap Listyo Sigit Bisa Petakan Situasi Sosiologis Masyarakat Indonesia
Indonesia
PKS Anggap Listyo Sigit Bisa Petakan Situasi Sosiologis Masyarakat Indonesia

Pesan yang disampaikan Kapolri pun dinilai tepat

Sandera Korban, 5 Anggota BNN Gadungan Dicokok
Indonesia
Sandera Korban, 5 Anggota BNN Gadungan Dicokok

Mereka melakukan penyekapan terhadap korban serta meminta uang tebusan, di kawasan Depok

Tempat Hiburan Malam Berpotensi Besar Jadi Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Tempat Hiburan Malam Berpotensi Besar Jadi Klaster Baru COVID-19

Pemprov DKI Jakarta harus berhati-hati untuk membuka tempat hiburan terutama hiburan malam saat pandemi COVID-19.

Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak
Indonesia
Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak

Meski di tangah pandemi corona, pembelaan Gilbert, Legislatif tetap harus membahas dan merampungkan KUPA APBD untuk kepentingan warga DKI. Karena ini menyangkut uang rakyat Jakarta.

83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap
Indonesia
83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap

"Kami masih menunggu apakah ada informasi-informasi tambahan untuk tindak lanjutnya melakukan gelar perkara," ucapnya.