Rekonstruksi Praktik Aborsi di Raden Saleh Libatkan Dokter Hingga Calo Polda Metro Jaya rilis penangkapan tersangka praktek aborsi di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus klinik aborsi ilegal dr SWS di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat.

"Kami akan cocokan dengan keterangan para tersangka di lokasi kejadian, kita harapkan kasus ini juga semakin jelas dengan adanya rekontruksi ini,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Rabu (19/8).

Baca Juga

Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka

Rekonstruksi melibatkan seluruh tersangka mulai dari dokter hingga para calo. Nantinya juga akan diketahui dimana closet yang jadi tempat pembuangan janin pasca diaborsi di sana. Selama pemeriksaan para tersangka hanya menyebut membuangnya di sebuah closet.

“Setelah rekontruksi ini akan semakin jelas bagaimana mereka menjalankan klinik tersebut,” kata dia.

Dalam rekontruksi tersebut, 41 adegan direka ulang dilakukan oleh 17 tersangka.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, 17 tersangka tersebut dibagi dalam beberapa kelompok dan peran.

"Ada 3 orang dokter, 1 pengelola, bidan, dan perawat. Ada juga peran pendukung lainnya, yaitu resepsionis, office boy (OB), juru parkir, dan juru jemput," kata Calvijn.

41 adegan rekonstruksi tersebut dibagi mulai dari proses penyiapan, pendaftaran, dan tindakan aborsi. Selain itu, para pelaku juga diminta menunjukkan cara membuang janin aborsi, yang salah satunya dengan cara dibakar.

Polda Metro Jaya rilis penangkapan tersangka praktek aborsi di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: MP/Kanu
Polda Metro Jaya rilis penangkapan tersangka praktek aborsi di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: MP/Kanu

Sebelumnya, polisi berhasil membongkar praktik aborsi di Klinik dr. SWS, di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Agustus 2020.

Dari klinik tersebut, sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka tersebut terdiri dari tenaga medis, pengelola, calo, hingga orang yang melakukan aborsi di tempat itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan, bahwa klinik tersebut telah beroperasi selama 5 tahun.

"Berdasarkan catatan pasien, sejak Januari 2019 hingga 10 April 2020, klinik ini sudah melayani 2.638 pasien aborsi. Dalam sehari, rata-rata mereka menerima 5 sampai 7 pasien yang melakukan aborsi," ungkap Tubagus.

Tubagus melanjutkan, biaya aborsi di Klinik dr. SWS bervariasi sesuai umur janin. Untuk janin usia kandungan 6 sampai 7 minggu dipatok dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Baca Juga:

Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Sudah Layani 2.638 Pasien

"Sementara, untuk usia kandungan 8 sampai 10 minggu dipatok seharga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. Sedangkan, untuk usia kandungan 10 sampai 12 minggu dihargai dengan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Terakhir, untuk usia 15 sampai 20 minggu, harganya berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 9 juta," lanjutnya.

Dalam melakukan aksinya, para tersangka menghancurkan janin dengan asam dan kemudian membuangnya di kloset. Hal itu dilakukan para tersangka untuk menghilangkan barang bukti.

"Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya makam janin di lokasi itu. Tapi kebetulan saat penangkapan, masih ada satu janin dalam ember yang belum sempat dihancurkan," tutup Tubagus. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tak Akan Bahas Usulan Kenaikan Gaji Firli Cs di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
KPK Tak Akan Bahas Usulan Kenaikan Gaji Firli Cs di Tengah Pandemi COVID-19

Usulan kenaikan gaji Ketua KPK sebesar Rp 300 juta sudah disampaikan sejak era Agus Rahardjo

 KPK Dalami Laporan MAKI Soal Dugaan Korupsi di Kartu Prakerja
Indonesia
KPK Dalami Laporan MAKI Soal Dugaan Korupsi di Kartu Prakerja

Setiap laporan masyarakat, termasuk dari MAKI tentu KPK akan melakukan langkah-langkah analisa lebih lanjut dengan lebih dahulu melakukan verifikasi mendalam terhadap data yang diterima

Dituding Lambat Putuskan Kasus Firli Oleh ICW, Begini Jawaban KPK
Indonesia
Dituding Lambat Putuskan Kasus Firli Oleh ICW, Begini Jawaban KPK

Pembacaan putusan terhadap Firli dan Yudi seharusnya berlangsung pada Selasa (15/9) kemarin

 BPIP Duga Terjadi Pelanggaran HAM Terhadap ABK WNI di Kapal Tiongkok
Indonesia
BPIP Duga Terjadi Pelanggaran HAM Terhadap ABK WNI di Kapal Tiongkok

Menurut Benny kasus ini mencoreng wajah keadaban manusia dan merupakan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang sangat berat.

 Pemkot Solo Klaim Zero Positif COVID-19, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Pemkot Solo Klaim Zero Positif COVID-19, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

Pasien postif Covid-19 yang sembuh kali ini adalah pria berinisial R yang bekerja sebagai tour guide atau pemandu wisata asal Bali.

 DPR Dukung Langkah Bersih-Bersih Erick Thohir di Perusahaan BUMN
Indonesia
DPR Dukung Langkah Bersih-Bersih Erick Thohir di Perusahaan BUMN

"Harapan kita Pak Erick bongkar semua seluruh kasus yang ada. Kalau bisa enam bulan pertama kita bersih-bersih dulu lah. Yang punya masalah Pak Erick sikat semua. Insya Allah Komisi VI kalau melihat komitmen Pak Erick seperti ini kita siap dukung," kata Andre.

Anak Buah Anies Beberkan Tingkat Kesembuhan COVID DKI di Atas Angka Nasional
Indonesia
Anak Buah Anies Beberkan Tingkat Kesembuhan COVID DKI di Atas Angka Nasional

Angka kesembuhan di Indonesia sebesar 63,2 persen.

Editor Metro TV Tewas Dibunuh, Polisi Korek Rekan-Rekan Sekantor Korban
Indonesia
RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila
Indonesia
RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

Menurut Dede, RUU HIP tidak mencerminkan nilai Pancasila

Tata Kelola PT Asabri Dinilai Buruk
Indonesia
Tata Kelola PT Asabri Dinilai Buruk

"2017 annual report dipublish di website tetapi sudah tanpa daftar investasi," kata Alamsyah