Rekonstruksi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Emosi Djoko Soegiarto Tjandra (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

MerahPutih.com - Penyidik Dit Tipikor Bareskrim mengebut pemberkasan kasus hilangnya red notice Djoko Tjandra. Penyidik menggelar rekonstruksi dengan menghadirkan para tersangka.

Rekonstruksi tersebut digelar di lobi gedung TNCC dan kantor Div Hubinter Mabes Polri, Kamis (27/8) mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB atau selama tujuh jam.

Baca Juga:

Meski Jadi Tersangka 'Red Notice' Djoko Tjandra, Jenderal Bintang Dua Ini Tak Ditahan

Yang hadir dalam rekonstruksi ada tiga tersangka dan lima saksi. Para tersangka itu adalah pengusaha Tommy Sumardi, mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte, dan mantan Korwas PPNS Brigjen Prasetijo Utomo.

Napoleon Bonaparte yang telah jadi tersangka namun belum ditahan itu didampingi kuasa hukumnya Putri Maya Rumanti dan Gunawan Raka.

“Hari ini melakukan gelar perkara, melaksanakan rekonstruksi. Dengan lancar meskipun ada sedikit emosi tadi, ya. Agak meluap sedikit tapi semua bisa terkendali dengan baik,” kata Putri kepada wartawan, Jumat (28/8).

Menurut Putri, rekonstruksi tadi yang dilaksanakan berdasarkan CCTV di lantai satu gedung TNCC lobi utama dimana semuanya tidak ada kaitannya dengan kliennya.

“Itu yang harus saya tegaskan di sini,” kata Putri .

Arsip. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Arsip. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Putri tidak menjelaskan secara rinci mengapa Napoleon bisa emosional. Napoleon, yang juga hadir saat konferensi pers, tak berkomentar terkait rekonstruksi yang dilaksanakan.

Putri hanya mengatakan rekonstruksi red notice dilakukan dari pagi hingga sore di TNCC Bareskrim.

"Kedua, sesuai rekonstruksi tadi yang dilaksanakan berdasarkan CCTV di lantai satu gedung TNCC lobi utama, semuanya (red notice) tidak ada kaitannya dengan Bapak Jenderal Napoleon Bonaparte. Itu yang harus saya tegaskan di sini," tutur dia

Ia juga membantah Napoleon terlibat dalam kasus ini.

"Kemudian beberapa keterangan hari ini dalam rekon (rekonstruksi) telah terbantahkan karena Jenderal Napoleon tidak pernah ada tepat waktu di saat kejadian itu," ucap Putri.

Sekedar informasi, penyidik Bareskrim Polri menggelar rekonstruksi kasus gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra.

Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi, yaitu kantor Divisi Hubungan Internasional dan lobi gedung TNCC Polri.

Baca Juga:

Djoko Tjandra Diperiksa Usut Suap untuk Irjen Napoleon

Rekonstruksi berlangsung selama 7 jam. Ada tiga tersangka dan lima saksi yang diikutsertakan dalam proses rekonstruksi.

Dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka.

Dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan dua tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi

Sedangkan dua penerima suap Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. (Knu)

Baca Juga:

Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte Dicekal ke Luar Negeri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Beli Saham Vale Rp5,52 Triliun
Indonesia
Indonesia Beli Saham Vale Rp5,52 Triliun

Dengan pembelian ini, komposisi kepemilikan saham Vale Indonesia menjadi Vale Group 44,34 persen, MIND ID 20 persen, SMM 15,03 persen, Sumitomo Corporation 0,14 persen, dan publik 20,49 persen.

PKS Puji Kebijakan 'Work From Home' Solusi Atasi Penyebaran Corona
Indonesia
PKS Puji Kebijakan 'Work From Home' Solusi Atasi Penyebaran Corona

Menurut Mardani, fakta ilmiah menunjukkan semua tempat berkumpul dapat jadi sarana penyebaran

Apresiasi Tenaga Medis, Pemkot Tangerang Sediakan Hotel Untuk Tempat Tinggal
Foto
Apresiasi Tenaga Medis, Pemkot Tangerang Sediakan Hotel Untuk Tempat Tinggal

Pemerintah Kota Tangerang menyediakan hotel untuk menjadi tempat tinggal para tenaga medis selama menangani COVID-19

Dipinjami Rp1,7 Triliun Tangani Banjir, Pemprov DKI Diminta Bekerja Cepat dan Taktis
Indonesia
Dipinjami Rp1,7 Triliun Tangani Banjir, Pemprov DKI Diminta Bekerja Cepat dan Taktis

Anggaran pengadaan lahan sebesar Rp552 miliar itu akan digunakan untuk membebaskan lahan proyek normalisasi sungai seluas 89.345 meter persegi di Ciliwung, Sunter, Pesanggrahan, Angke, dan Jatikramat.

Reynhard Sinaga Juga Pernah Jadi Korban Predator Seks?
Indonesia
Reynhard Sinaga Juga Pernah Jadi Korban Predator Seks?

Sulit bagi orang yang sudah menjadi korban untuk melepaskan traumanya pada masa lalu.

Ada Penataan PKL, Dishub Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raden Patah
Indonesia
Ada Penataan PKL, Dishub Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raden Patah

Untuk lokasi parkir pengganti sementara berada di sisi Selatan dan Utara area pekerjaan

 Kreatif, Warga Yogyakarta Pasang Gapura Disinfektan Otomatis
Indonesia
Kreatif, Warga Yogyakarta Pasang Gapura Disinfektan Otomatis

Warga membuat gapura sederhana dijalan masuk dalam dusun. Gapura ini berisi alat disinfektan yang memiliki sensor pada gerak manusia.

Jokowi Minta Bansos COVID-19 Tepat Sasaran, Datanya Sesuai Nama dan Alamat
Indonesia
Jokowi Minta Bansos COVID-19 Tepat Sasaran, Datanya Sesuai Nama dan Alamat

Jokowi juga meminta penyaluran dalam jaring pengaman sosial itu dilakukan secara cepat

Pergerakan Manusia di Jabodetabek Puluhan Juta Per Hari, BPTJ: Selalu Terjadi Mobilitas
Indonesia
Pergerakan Manusia di Jabodetabek Puluhan Juta Per Hari, BPTJ: Selalu Terjadi Mobilitas

Pemprov DKI diminta untuk memberlakukan kembali kebijakan ganjil genap seperti pada masa Asian Games

Komisi III DPR Cecar Menteri Yasonna soal Harun Masiku
Indonesia
Komisi III DPR Cecar Menteri Yasonna soal Harun Masiku

"Minggu depan, rapat kerja dengan Kemenkumham. Supaya jelas, nanti kami akan tanyakan di Komisi III, apa sih yang sebenarnya terjadi," ucap Panjaitan