Editor Metro TV Tewas Dibunuh, Polisi Korek Rekan-Rekan Sekantor Korban Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Sejumlah teman dan orang dekat editor Metro TV Yodi Prabowo diperiksa polisi terkait insiden tewasnya pemuda berusia 26 tahun itu di pinggir tol Ulujami, Pesanggrahan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono, lebih dari tiga saksi yang dimintai keterangan. Keterangan saksi akan dikaitkan dengan hasil autopsi jenazah korban dari Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Masih banyak beberapa saksi baik teman korban maupun yang ada hubungan dengan korban," kata Budi kepada wartawan, Sabtu (11/7).

Baca Juga:

Diduga Pembunuhan, Berikut Temuan Polisi di TKP Kematian Wartawan Metro TV

Polisi juga telah mengamankan alat bukti kejadian berupa satu unit sepeda motor milik korban berikut sejumlah perlengkapan pribadi almarhum.

Selain itu polisi juga memeriksa obrolan terakhir yang saat ini terekam di ponsel korban. "Tugas polisi adalah merangkai alurnya untuk mencari pelakunya," kata Budi.

Kepergian Yodi tentu menyisakan perih bagi anggota keluarganya. Biarso (30), sepupu almarhum, tidak menyangka Yodi berpulang begitu cepat.

Ia mengenal pengolah gambar Metro TV itu sebagai sosok yang baik dan pendiam. Ayah Yodi Prabowo, Wandi mengatakan terakhir kali bertemu putranya pada Selasa (7/7) sore.

Ketika itu Yodi pamit bekerja menggunakan sepeda motornya. Namun setelah itu, Yodi yang merupakan warga Warga Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, itu tak lagi memberi kabar kepadanya.

"Dia berangkat kerja Selasa sore, setelahnya enggak ada komunikasi lagi. Di WA (WhatsApp) hanya ceklist satu, ditelepon juga enggak bisa," kata Wandi.

Wartawan Metro TV ditemukan tewas di sisi pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)
Wartawan Metro TV ditemukan tewas di sisi pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)

Wandi sempat mencari keberadaan anaknya di kantor Metro TV. Namun ia tak mendapat kabar terkait keberadaan anaknya yang jabatannya di MetroTV sebagai Editor itu.

Sepengetahuannya, Yodi yang jasadnya ditemukan luka sayatan itu tak mempunyai musuh atau masalah lain. "Enggak ada, enggak ada (musuh). Setahu saya enggak ada," tuturnya.

Direktur Utama Metro TV Don Bosco Selamun mengatakan, Yodi Prabowo terakhir terlihat bertugas di Kantor Metro TV tiga hari yang lalu, tepatnya pada Selasa (7/7).

Setelah hari itu, kawan-kawan Yodi tak lagi berkomunikasi dengannya, sebab ketika di hubungi Yodi tak merespons. Ia baru tahu bahwa pemuda kelahiran Pekalongan itu juga tak kembali ke rumah setelah pihak keluarga melapor ke kantor.

“Kami tahunya keluarganya melapor belum sampai ke rumah juga. (Yodi) ditelepon tak merespons," jelas dia.

"Kemudian keluarga melapor ke kantor. Kami langsung telepon ke teman-teman dekat,” kata Don Bosco.

Baca Juga:

Polisi Bentuk Tim Ungkap Tabir Kematian Wartawan Metro TV

Sebelum jasad Yodi Prabowo ditemukan, warga terlebih dahulu menemukan motor yang belakangan diketahui adalah milik Yodi. Warga menemukan motor Yodi terparkir di warung bensin pada Rabu (8/7) sekitar pukul 02.00 WIB.

Warga lalu menghubungi Polsek Pesanggrahan dan membawa motor itu untuk diamankan. Selang dua hari, pemilik motor yang ternyata milik warga Rempoa itu ditemukan tewas di pinggir jalan tol. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gunakan Calo untuk Rapid Test Antigen, Penumpang KA bakal Dipolisikan
Indonesia
Gunakan Calo untuk Rapid Test Antigen, Penumpang KA bakal Dipolisikan

"Kami akan menindak calo rapid test antigen di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Kalau ada penumpang dan calo memalsukan data akan dilaporkan ke polisi," papar dia.

Beri Sambutan KLB, Megawati Yakin Gerindra Partai Pancasilais
Indonesia
Beri Sambutan KLB, Megawati Yakin Gerindra Partai Pancasilais

Mega berharap Partai Gerindra agar terus eksis dan berjuang demi rakyat Indonesia.

Jaksa Kembalikan Berkas Perkara John Kei ke Polda Metro
Indonesia
Jaksa Kembalikan Berkas Perkara John Kei ke Polda Metro

Penyidik kini masih menunggu hasil penelitian tim dari Kejati DKI

Tokoh Agama Imbau Warga Enggak Mudik, Muhammadiyah: COVID-19 Urusan Pemerintah
Indonesia
MUI ke Pemerintah: Kalau Relaksasi Tak Bisa Melindungi Umat dari Corona, Jangan Dilakukan
Indonesia
MUI ke Pemerintah: Kalau Relaksasi Tak Bisa Melindungi Umat dari Corona, Jangan Dilakukan

Wabah COVID-19 ini secara langsung telah mengancam diri dan jiwa manusia itu sendiri.

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut
Indonesia
Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Tuntutan setahun penjara untuk dua penyerang Novel Baswedan menuai kecaman.

1.092 Orang Mendaftar Program Kartu Pra Kerja di Solo
Indonesia
1.092 Orang Mendaftar Program Kartu Pra Kerja di Solo

"Sebanyak 1.097 orang ini merupakan pendaftar tahap satu sampai tiga. Untuk tahap empat kami kurang mengetahuinya kapan akan dibuka pemerintah," kata dia.

Jenderal Andika Jamu KSAD AS dengan Makanan Tradisional Indonesia
Indonesia
Jenderal Andika Jamu KSAD AS dengan Makanan Tradisional Indonesia

Jenderal TNI Andika Perkasa menjamu Chief of Staff of The United Army General James C McConville yang berkunjung dengan makanan tradisional Indonesia.

RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila
Indonesia
RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

Menurut Dede, RUU HIP tidak mencerminkan nilai Pancasila

Pengiriman Narkoba 353 Kilogram dari Malaysia Diotaki Napi di Lapas Aceh
Indonesia
Pengiriman Narkoba 353 Kilogram dari Malaysia Diotaki Napi di Lapas Aceh

Bareskrim dan Polda Aceh membongkar penyelundupan 353 kg narkotika jenis sabu-sabu.