Reisa Broto Asmoro: Olahraga Berat Bikin Kita Lebih Berisiko Terinfeksi COVID-19 Ilustrasi - Warga berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

MerahPutih.com - Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat untuk tidak berolahraga berat di masa pandemi corona (COVID-19).

Reisa mengatakan, di masa pandemi COVID-19, olahraga yang disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah olahraga dalam intensitas ringan hingga sedang.

Baca Juga:

Dinas Parekraf DKI Masih Temukan Mal Langgar Protokol Kesehatan

Olahraga berat tidak disarankan terlebih dahulu karena pasca berolahraga, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi normal atau fit.

"Proses ini membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kita berolahraga ringan. Dan hal ini akan membuat kita lebih berisiko terinfeksi," kata Reisa di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (17/6).

Reisa meiminta untuk memperhatikan tingkat kebugaran dan risiko kesehatan sebelum berolahraga.

"Ketika kita sudah memutuskan suatu jenis olahraga tertentu, maka pertama pastikan aman dari COVID-19. Kalau kita merasa berolahraga di luar rumah tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah kita sedang merebak wabah penyakit maka sebaiknya tetap olahraga di rumah saja," ujar dia.

Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro. ANTARA/Gugus Tugas Perceptan Penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro. ANTARA/Gugus Tugas Perceptan Penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

"Ingat kembali tujuan berolahraga, tujuannya adalah untuk menyehatkan badan. Atau tujuannya berbeda, hanya karena ingin bertemu dan berkumpul dengan teman dan sahabat?" ucap mantan Putri Indonesia Pariwisata ini.

Reisa juga meminta masyarakat untuk menghindari kerumunan bila berolahraga di luar rumah.

Selain itu, dia mengingatkan masyarakat untuk rajin mencuci tangan dan membersihkan alat-alat sebelum dan sesudah berolahraga.

"Olahraga jangan jadi alasan untuk berkumpul tanpa melaksanakan disiplin protokol kesehatan yang ketat yang justru membuat kita tak bisa menjaga jarak aman. Jangan pulang membawa penyakit, padahal tujuan kita pergi adalah untuk sehat," katanya.

Baca Juga:

Kritisi Rencana Sekolah Dibuka di Zona Hijau, DPR Nilai Pemerintah "Terlalu Berani"

Atas pertimbangan itu, Reisa mengingatkan akan pentingnya menerapkan seluruh protokol kesehatan meski dalam kondisi berolahraga.

Termasuk menghindari kerumunan masyarakat yang berpotensi jadi sarana penularan COVID-19.

"Tolong ingat perhatikan protokol kesehatan selalu terutama ketika berada di luar rumah. Hindari kerumunan. Olahraga jangan dijadikan alasan berkumpul dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Jangan pulang membawa penyakit, padahal tujuan pergi untuk sehat," kata Reisa.

"Yang saya sebutkan tadi adalah bentuk adaptasi kebiasaan baru. Agak aneh dan terasa baru, tapi kita akan terbiasa. Maka selalu ingatkan diri laksanakan protokol kesehatan," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

Bertambah 1.031 Pasien, Kasus COVID-19 di Indonesia Jadi 41.431

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banjir dan Longsor Jaksel Renggut Korban Jiwa
Indonesia
Banjir dan Longsor Jaksel Renggut Korban Jiwa

Data sementara dampak dari peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dua orang lainnya luka-luka.

Selasa Pagi, Lava Pijar Merapi Meluncur ke Arah Krasak dan Boyong
Indonesia
Selasa Pagi, Lava Pijar Merapi Meluncur ke Arah Krasak dan Boyong

Ada 6 kali guguran lava pijar Merapi mulai dari pukul 00.00 sampai 06.00 WIB pagi tadi.

Pilkada Digelar 9 Desember, Pemerintah Tak Ingin 270 Daerah Dijabat Plt
Indonesia
Pilkada Digelar 9 Desember, Pemerintah Tak Ingin 270 Daerah Dijabat Plt

Oleh sebab itu, akan kurang menguntungkan bagi proses pemerintahan ketika 270 daerah itu dilakukan oleh Plt

Kapolri Setuju Intoleransi Dilawan Dengan Moderasi Keagamaan
Indonesia
Kapolri Setuju Intoleransi Dilawan Dengan Moderasi Keagamaan

Mantan Kapolda Banten ini mengajak para tokoh dan pemuda agama bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di Pilpres dan Pilkada.

Aparat Gabungan Masih Kejar OTK yang Tembaki Helikopter Milik PT SGI di Mimika
Indonesia
Aparat Gabungan Masih Kejar OTK yang Tembaki Helikopter Milik PT SGI di Mimika

Eagle 407 HP/PK-ZGM take off dari Bandara Baru Mozes Kilangin Timika untuk melaksanakan survei GPS

Polisi Dapatkan Sejumlah Rekaman CCTV di Jalan yang Dilalui Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Dapatkan Sejumlah Rekaman CCTV di Jalan yang Dilalui Editor Metro TV

Beberapa rekaman CCTV tak menunjukkan informasi yang dibutuhkan sebagai alat bukti

Pembelaan Yosi Project Pop Disebut Bagian Influencer Pemerintah Rp90 Miliar
Indonesia
Pembelaan Yosi Project Pop Disebut Bagian Influencer Pemerintah Rp90 Miliar

"Kita untuk 14 kegiatan di lima kota itu budgetnya Rp1,6 M. That's it. Terus para pekerja di Siberkreasi tidak ada yang digaji," kata Yosi.

Gibran Lawan Kotak Kosong, Bobby Harus Kerja Keras
Indonesia
Gibran Lawan Kotak Kosong, Bobby Harus Kerja Keras

Bobby juga berpeluang melawan petahana, Akhyar Nasution. Petahana mempunyai modal politik sekaligus jaringan di birokrat.

Kapolda Metro Enggak Mau Duit dari Pimpinan TNI AD
Indonesia
Kapolda Metro Enggak Mau Duit dari Pimpinan TNI AD

TNI sendiri telah membayarkan ganti rugi kepada masyarakat sebesar Rp 596 juta akibat dari penyerangan tersebut

Anita Kolopaking Penuhi Panggilan Bareskrim
Indonesia
Anita Kolopaking Penuhi Panggilan Bareskrim

Anita sempat mangkir dari pemeriksaan penyidik pada panggilan pertama