Regulasi FIFA yang Mengganjal Marc Klok Membela Timnas Indonesia Marc Klok saat jalani sumpah WNI. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

MerahPutih.com - Keinginan Marc Klok untuk membela timnas Indonesia belum bisa terealisasi hingga saat ini. Pasalnya, ada masalah administrasi yang belum dipenuhi oleh gelandang Persib Bandung itu.

Masalah administrasi yang dimaksud adalah dokumen terkait pembuktian bahwa Klok memiliki garis keturunan Indonesia. Sebelumnya, Klok sempat mengakui memiliki kakek buyut yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, bekas pemain Persija itu tidak bisa membuktikan klaim tersebut dengan dokumen resmi.

Baca Juga

FK Senica Tak Izinkan Egy Maulana Vikri ke Timnas saat Piala AFF

"Jadi, Marc Klok belum bisa berpindah asosiasi, (kasusnya) seperti Ezra Walian. Dia itu tak bisa menunjukkan dokumen keturunan,” kata Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri di Bogor, Minggu (7/11).

"FIFA meminta dokumen keturunan itu. Kami tidak bisa membuktikan, dia tidak bisa membuktikan ada dokumen itu. Akhirnya pakai poin 2 FIFA, dia harus menunggu 5 tahun tinggal di sini. Kalau menunggu 5 tahun, dia sudah menjalani 4 tahun. Kalau tak salah sekitar 7 bulan lagi, dia baru bisa (bela Timnas),” sambungnya.

Bunyi pasal 17 regulasi FIFA yang mengganjal Marc Klok

Adapun praktik naturalisasi pemain ini sebetulnya tidak dilarang oleh FIFA. Namun, badan sepak bola dunia itu menetapkan sejumlah syarat yang tertuang pada pasal 17 statuta FIFA, yang berbunyi:

"Pemain lahir di negara yang bersangkutan, salah satu orang tua kandung pemain lahir di negara tersebut, kakek atau nenek kandung pemain lahir di negara tersebut dan si pemain telah menetap selama 5 tahun secara berturut-turut pada saat usianya telah mencapai 18 tahun ke atas."

Jika menilik aturan di atas, selain tidak bisa membuktikan memiliki garis keturunan Indonesia, Klok juga belum memenuhi persyaratan dari kategori "si pemain telah menetap selama 5 tahun secara berturut-turut". Sejak bergabung dengan PSM pada 11 April 2017, artinya Klok baru tinggal di Indonesia selama 4 tahun 7 bulan, atau masih kurang 5 bulan lagi.

Sebelumnya, Klok resmi diambil sumpahnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada 12 November 2020. Klok dinaturalisasi lewat jalur istimewa, dalam hal ini melalui rekomendasi PSSI, karena dianggap demi kepentingan negara.

Gelandang Persib Bandung, Marc Klok (Media Persib)

Saat itu, Klok dinaturalisasi bersama dua pebasket Amerika Serikat, Brandon Jawato dan Lester Prosper. Ketiganya mendapat status WNI sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 20, yang berbunyi:

"Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda." (Bolaskor)

Baca Juga

PSSI: Timnas Indonesia Belum Butuh Jordi Amat dan Sandy Walsh

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Lawan Bhayangkara FC, 27 Personel Persib Terpapar COVID-19
Olahraga
Jelang Lawan Bhayangkara FC, 27 Personel Persib Terpapar COVID-19

Kondisi para pelatih saat ini semuanya bergejala, mulai dari ringan hingga salah satunya harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Timnas U-23 Batal ke Piala AFF, PSSI Diminta Fokus ke Pemain Terkonfirmasi COVID-19
Olahraga
Timnas U-23 Batal ke Piala AFF, PSSI Diminta Fokus ke Pemain Terkonfirmasi COVID-19

Memang sekarang ini sedang tinggi omicron di tanah air

Medali Emas SEA Games 2021 Jadi Bekal Pebasket Masa Depan Indonesia
Olahraga
Medali Emas SEA Games 2021 Jadi Bekal Pebasket Masa Depan Indonesia

Keberhasilan tersebut tak hanya menjadi euforia semata, melainkan menjadi bekal yang akan disimpan para generasi masa depan untuk melampaui para seniornya.

SEA Games 2021: Eko Yuli dan Aceh Jadi Inspirasi Zul Imli Raih Medali Emas
Olahraga
SEA Games 2021: Eko Yuli dan Aceh Jadi Inspirasi Zul Imli Raih Medali Emas

Medali emas SEA Games pertama Zul Ilmi dipersembahkan untuk Aceh. Ia memang berasal dari daerah yang terletak di utara pulau Sumatera tersebut.

Masih Berduka, Cristiano Ronaldo Absen saat MU Lawan Liverpool
Olahraga
Masih Berduka, Cristiano Ronaldo Absen saat MU Lawan Liverpool

Namun, Setan Merah dipastikan tanpa Cristiano Ronaldo karena masih berduka usai sang anak meninggal dunia pada Senin (18/4).

Pemain Persis Diminta Tampil All Out Lawan PSIS
Olahraga
Pemain Persis Diminta Tampil All Out Lawan PSIS

"Mudah-mudahan tim ini fresh dan fit punya waktu recovery yang lebih. Yang bisa kita rubah mentalitas dan fighting spirit harus all out lawan PSIS," tegas dia.

Indonesia Tambah Perak dan Perunggu Angkat Besi, Balap Sepeda Raih 1 Perak Lagi
Olahraga
Indonesia Tambah Perak dan Perunggu Angkat Besi, Balap Sepeda Raih 1 Perak Lagi

Kali ini perak dan perunggu datang dari cabang olahraga (cabor) angkat besi yang berlangsung di Hanoi Sports Training and Competition Center, Jumat (20/5).

Timnas Indonesia Vs Yordania, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Olahraga
Timnas Indonesia Vs Yordania, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk

skuad Garuda punya rekam buruk kala bertemu dengan tim berperingkat 91 FIFA itu.

Lepas Pratama Arhan ke Tokyo Verdy, Ketum PSSI Iwan Bule Ungkap Harapannya
Olahraga
Lepas Pratama Arhan ke Tokyo Verdy, Ketum PSSI Iwan Bule Ungkap Harapannya

PSSI melepas pemain bertalenta Pratama Arhan yang akan berangkat menuju Tokyo di mana dia akan bermain dan berkarier di klub liga 2 Jepang, Tokyo Verdy, Jumat (4/3).

Melawan Thailand, Shin Tae-yong Yakin Kemenangan Timnya di Depan Mata
Olahraga
Melawan Thailand, Shin Tae-yong Yakin Kemenangan Timnya di Depan Mata

Manajer pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, menyatakan bahwa Piala AFF dan SEA Games merupakan dua ajang yang berbeda. Hal itu disampaikan Shin Tae-yong jelang pertemuan Timnas Indonesia U-23 dengan Thailand. Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Thailand pada babak semifinal Sepak Bola SEA Games 2021 di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Vietnam, Kamis (18/5).