Redam Pandemi Corona, Indonesia Jangan Malu Minta Bantuan Negara Lain Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat Ricky Gunawan (Foto: Dok Pribadi)

MerahPutih.Com - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah dapat menjalin kerja sama dengan negara lain untuk membantu meredam penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat Ricky Gunawan mengatakan sudah semestinya pemerintah bisa memetik pelajaran dan melakukan upaya yang tanggap dalam hal kerja sama internasional.

Baca Juga:

Keukeuh Minta Pasien Bergejala Corona Isolasi Diri, Pemerintah Harap Keluarga Ikhlas

"Termasuk menerima bantuan teknologi uji laboratorium, tenaga dan analisis medis," ujar Ricky Gunawan dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Ricky menilai sejauh ini penanganan virus corona oleh pemerintah belum disertai kerja sama global secara efektif.

"Kebijakan dan penanganan yang dilakukan pemerintah belum disertai kerja sama global yang intens dan efektif," tuturnya.

Ricky Gunawan harap pemerintah tidak malu minta bantuan negara lain dalam penanganan Covid-19
Ricky Gunawan berharap pemerintah tidak malu minta bantuan dari negara lain untuk tangani Covid-19 (Foto: Dok Pribadi)

Ricky menuturkan, banyak negara yang telah berhasil menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19 seperti Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, hingga Singapura.

Karena itu, ia pun meminta agar Indonesia dapat membuka diri dengan meminta bantuan ke negara yang telah berhasil menangani penyebaran virus corona.

"Untuk mengatasi krisis dan menyelamatkan warga, bukan pada tempatnya memancang sikap gagah-gahan yang konyol," kata dia.

Ia juga melihat pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum mampu berkoordinasi dengan baik dalam penerapan imbauan social distancing terkait penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Minimnya koordinasi nampak terlihat ketika terjadinya penumpukan penumpang bus Trans Jakarta, dan MRT pada Senin, (16/3) di Jakarta.

“Kami melihat ada komunikasi yang kurang sehat antara presiden dengan Gubernur Jakarta. Kami mendesak, di masa krisis di mana keselamatan rakyat menjadi taruhannya, para pemimpin menahan dan menunda segala jenis persaingan individual atau politik,” ujar Ricky.

Ricky mengatakan, kebijakan social distancing sejauh ini belum diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan ketersediaan pelayanan rumah sakit.

Dalam pelbagai edaran, katanya, pemerintah memang telah mengumumkan sejumlah rumah sakit yang disiapkan untuk menangani pasien Covid-19. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal-hal yang sama sekali bertentangan.

Baca Juga:

Gubernur Jateng Tunjuk 7 Rumah Sakit Screening Gratis Corona, 2 Rumah Sakit di Solo

“Sejumlah laporan membeberkan betapa buruknya pelayanan dan respons rumah sakit di Jakarta terhadap warga yang bermaksud memeriksakan diri,” kata dia.

Dia mengatakan, belum optimalnya pelayanan rumah sakit menandakan bahwa rumah sakit belum siap menangani pasien.

“Buruknya respons rumah sakit menunjukkan betapa rumah sakit-rumah sakit itu sama sekali tidak siap menangani pasien terutama para pasien dari kalangan rakyat biasa,” pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

BNPB Sebut Pandemi Corona Masuk Bencana Skala Nasional



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH