Redam Lonjakan COVID-19, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). (ANTARA FOTO/Moch Asim)

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 meminta masyarakat tidak berkerumun dan bepergian untuk mencegah lonjakan virus corona (COVID-19).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B Harmadi menyebut, meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan. Selain itu, kepatuhan protokol 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, akan turut berkurang.

“Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat,” ujarnya dalam diskusi "Terus Kencangkan Protokol Kesehatan" yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (20/5).

Baca Juga:

Jika Terjadi Gelombang Ke-2 COVID-19, Beban RS Semakin Berat

Sonny mengatakan, pemerintah telah melarang mudik dan mengetatkan aktivitas masyarakat ke luar kota. Sejauh ini, kata dia, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat maupun udara turun hingga di atas 50 persen.

“Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93 persen. Angkutan udara pun turun 70 persen. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapa pun,” kata dia.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G Partakusuma mengaku khawatir apabila masyarakat tak patuh terhadap larangan mudik, pasien COVID-19 yang dirawat di RS akan datang secara bersamaan dengan jumlah yang besar.

“Kalau sampai 7-8 ribu pasien dirawat bersamaan, maka RS akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal,” ujar Lia.

Tidak hanya itu, kata Lia, jumlah tenaga kesehatan juga dikhawatirkan tidak mencukupi apabilajumlah pasien yang dirawat di RS meningkat secara bersamaan.

“SDM di ICU harus khusus, belum lagi apabila jumlah penularan tinggi, maka SDM kita akan mudah tertular seperti awal tahun yang lalu, banyak tenaga kesehatan kita tertular COVID-19,” katanya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Dr Sonny Harry B. Harmadi saat diskusi virtual di Jakarta, Kamis (19/11/2020). (FOTO ANTARA/Muhammad Zulfikar/am).
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Dr Sonny Harry B. Harmadi saat diskusi virtual di Jakarta, Kamis (19/11/2020). (FOTO ANTARA/Muhammad Zulfikar/am)

Saat ini, kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional kurang dari30 persen. Namun, sudah ada beberapa provinsi yang menunjukkan peningkatan BOR cukup signifikan.

“Aceh dan Sulawesi Barat BOR-nya kini sudah di atas 50 persen. Ada juga beberapa provinsi yang BOR-nya mencapai 25-50 persen seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau. Lalu yang peningkatannya 10-24 persen ada di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Tengah, dan Jambi,” ujar Lia.

Sementara itu, Guru Besar FKUI Soedjatmiko mengimbau agar pemerintah membatasi kerumunan di manapun, baik pemudik maupun yang tidak mudik.

Menurutnya, warga yang tak mudik juga sebaiknya jangan berkerumun di pusat perbelanjaan, apalagi di tempat wisata.

“Jangan sampai saudara kita tertular COVID-19 hingga bergejala berat dan masuk rumah sakit,” kata Soedjatmiko.

Baca Juga:

Ganjar Minta Semua RS di Jateng Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

Mengutip data Satgas COVID-19, Soedjatmiko menyebutkan bahwa dari 6-7 orang yang berkerumun ada 1 orang yang positif COVID-19.

“Apalagi dalam kerumunan itu kecenderungan mengabaikan protokol kesehatan juga tinggi, seperti memakai masker tidak benar, bahkan tidak memakai masker sama sekali,” tegasnya.

Aturan pelarangan mudik tahun ini pun mampu menekan keinginan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Penelitian Litbang Satgas COVID-19 menunjukkan, sebelumnya masyarakat yang ingin melakukan mudik sebesar 33 persen, turun menjadi 11 persen setelah diberlakukan aturan pelarangan mudik. Bahkan setelah sosialisasi terus menerus dilakukan, keinginan untuk mudik turun menjadi 7 persen. (Pon)

Baca Juga:

3 Reaktif COVID-19, Polisi Putar Balik Rombongan Pemudik Dari Lebak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
6 Laskar FPI Meninggal, PKS Soroti Berbagai Kejanggalan
Indonesia
6 Laskar FPI Meninggal, PKS Soroti Berbagai Kejanggalan

Ia menganggap insiden mematikan yang menimpa anggota FPI saat tengah mengawal Rizieq Shihab untuk mengisi pengajian subuh tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Langkah Kemenperin Biar Industri Pertahanan Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Indonesia
Langkah Kemenperin Biar Industri Pertahanan Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Satu langkah yang dilakukan untuk meningkatkan TKDN industri pertahanan adalah dengan membentuk holding klaster industri pertahanan

Cak Imin: Medan Untuk 2024 Sangat Terbuka Lebar
Indonesia
Cak Imin: Medan Untuk 2024 Sangat Terbuka Lebar

Saat ini kompetisi partai politik jelang Pemilu tahun 2024 sudah mulai terasa.

Anies Minta Bukti Terima Tudingan Dapat Rumah Mewah
Indonesia
Anies Minta Bukti Terima Tudingan Dapat Rumah Mewah

Ia meminta kepada pihak yang menuduhnya untuk menunjukan bukti kalau menerima gratifikasi rumah bercat putih dengan ornamen berkelir emas

 Kiai Sepuh Minta Muktamar Bertepatan Dengan Harlah Ke-96 NU
Indonesia
Kiai Sepuh Minta Muktamar Bertepatan Dengan Harlah Ke-96 NU

Para kiai sepuh juga berharap agar Muktamar Ke-34 NU dapat berlangsung secara kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Wagub DKI Nilai Sanksi Tilang Pelanggar Gage Sudah Tepat
Indonesia
Wagub DKI Nilai Sanksi Tilang Pelanggar Gage Sudah Tepat

"Apa yang dilakukan Dishub Dan Korlantas Polda saya kira sudah tepat ya. Ada aturan ada rewards and punishment," ucap Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Kamis (2/9).

Wapres Sampaikan Dukacita Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Sumedang
Indonesia
Wapres Sampaikan Dukacita Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Sumedang

Pesawat Sriwijaya diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Lima Jenderal Bintang Tiga Ini Dinilai Paling Berpeluang Isi Jabatan KSAD
Indonesia
Lima Jenderal Bintang Tiga Ini Dinilai Paling Berpeluang Isi Jabatan KSAD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dalam waktu dekat akan dilantik sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

HUT RI, Polsek Sukolilo Surabaya Bikin Gerbang Mirip Istana Merdeka
Indonesia
HUT RI, Polsek Sukolilo Surabaya Bikin Gerbang Mirip Istana Merdeka

Ketangguhan Pejuang merebut kemerdekaan RI dari penjajah, lanjut Subyantana, menjadi filosofi Indonesia guna menghadapi segala bentuk gangguan dan hambatan untuk bangkit.

Wapres Sesalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 T setahun Belum Disentuh
Indonesia
Wapres Sesalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 T setahun Belum Disentuh

Hari ini pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang.