Recharge Diri Sendiri, Lakukan Detoks Media Sosial Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. (Foto: Unsplash/ROBIN WORRALL)

MELIHAT unggahan Instagram Story teman seketika langsung muncul rasa insecure karena mereka lebih cantik atau satu langkah lebih maju daripada kamu. Nyatanya, apa yang kamu lihat di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan realita.

Pernahkah kamu merasa stres saat melihat konten di media sosial, tetapi tetap sulit menghentikan aktivitasmuu di dunia maya tersebut. Jika iya ini waktunya kamu perlu recharge diri atau detoks dari media sosial.

Faktanya, terlalu sering mengakses media sosial ternyata bisa menyebabkan dampak yang kurang baik bagi kesehatanmu. Salah satunya adalah kecanduan media sosial.

Detoks media sosial adalah upaya membatasi akses ke berbagai situs atau aplikasi jejaring sosial, baik untuk sementara maupun permanen. Mengutip laman Alodokter, ada beberapa hal yang bisa jadi pertanda bahwa kamu mungkin perlu melakukan detoks media sosial. Mulai dari merasa perlu melihat media sosial setiap saat, kerap mengalami stres, merasa takut tertinggal berita yang sedang viral, menganggap penting jumlah like dan komentar, sering bergadang hanya untuk mengakses media sosial, hingga mengalami masalah dalam pekerjaan atau hubungan pribadi.

Baca juga:

Lakukan Detoks Media Sosial dengan 4 Cara Ini

Recharge Diri Sendiri, Lakukan Detoks Media Sosial
Kehidupan di media sosial belum tentu sesuai dengan realitanya. (Foto: Unsplash/Adem AY)

Tidak hanya sekadar rehat, ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari detoks media sosial, seperti:

1. Menjaga kesehatan mental

Sebagian orang mungkin kebiasaan untuk membandingkan hidupnya dengan orang lain yang tampak lebih baik dan sempurna di media sosial. Hal ini bisa memicumu untuk merasa rendah diri, malu, iri, atau bahkan membenci diri sendiri.

Selain itu, menggunakan media sosial secara berlebihan juga bisa menyebabkan seseorang takut atau khawatir akan tertinggal berbagai hal yang sedang tren atau viral di media sosial. Kondisi ini disebut dengan fear of missing out (FOMO).

Dengan melakukan detoks media sosial, risiko kamu mengalami masalah tersebut pun akan menurun, jadi kesehatan mentalmu bisa tetap terjaga.

2. Menjaga kesehatan fisik

Bukan hanya kesehatan mental, melakukan detoks media sosial juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisikmu, lo. Kamu bisa terhindar dari risiko menderita berbagai gangguan kesehatan akibat terlalu banyak menatap layar gawai, seperti sakit kepala, migrain, dan gangguan kesehatan mata.

Selain itu, kamu juga bisa mengisi waktu yang bisa digunakan dengan kegiatan lain, seperti berolahraga, meditasi, atau me time.

Baca juga:

Tips Ampuh Detoks Media Sosial

Recharge Diri Sendiri, Lakukan Detoks Media Sosial
Jadi lebih produktif. (Foto: Unsplash/Christin Hume)

3. Meningkatkan kualitas tidur

Beberaa riset menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan, terutama di saat sebelum tidur, dapat menyebabkan penurunan kualitas serta jam tidur dan bahkan gangguan tidur, seperti insomnia. Ini dikarenakan berbagai emosi yang kamu rasakan saat mengakses media sosial, baik emosi positif maupun negatif, dapat membuat tubuhmu tetap terjaga.

Selain itu, sinar biru dari layar gawai juga bisa menghambat pelepasan hormon melatonin, yakni hormon yang memicu rasa kantuk.

4. Menjaga silaturahmi dan hubungan dengan orang-orang terdekat

Terlalu sering bermain media sosial secara tidak langsung bisa meregangkan hubunganmu dengan orang-orang terdekat, baik itu pasangan, keluarga, atau teman.

Sebagai contoh, saat sedang quality time bersama orang-orang terdekat, alih-alih fokus melakukan aktivitas bersama mereka, kamu malah sibuk mengakses media sosial.

Recharge diri dari media sosial bisa membantumu untuk fokus bersosialisasi dengan orang-orang terdekat, sehingga kedekatan hubunganmu dan silaturahmi dengan mereka tetap terjaga.

5. Jadi lebih produktif

Melakukan detoks media sosial juga bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan prestasimu. Pasalnya, dengan melakukan detoks media sosial, kamu jadi lebih fokus dan konsentrasi terhadap hal-hal yang sedang kamu kerjakan, seperti pekerjaan, pelajaran, atau olahraga. (and)

Baca juga:

Langkah Detoksifikasi Emosi untuk Jiwa dan Raga yang Kuat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Teman Baru Lahiran Kasih Kado Dong
Fun
Teman Baru Lahiran Kasih Kado Dong

Perhatikan hal ini sebelum memberi kado ke teman yang baru lahiran.

Hadirnya Orang Ketiga di Noktah Merah Perkawinan
ShowBiz
Hadirnya Orang Ketiga di Noktah Merah Perkawinan

Nokta Merah Perkawinan tayang September 2022.

Yuk, Menanam Pohon dan Memilah Sampah untuk Mengurangi Emisi Karbon
Fun
Yuk, Menanam Pohon dan Memilah Sampah untuk Mengurangi Emisi Karbon

Menanam pohon di hulu sungai dan memilah sampah bisa berperan dalam pengurangan emisi karbon.

Cara Bikin Rumahmu Benuansa ala Jepang
Fun
Cara Bikin Rumahmu Benuansa ala Jepang

Karakteristik utama dari rumah tradisional Jepang adalah mengutamakan privasi dan cahaya alami.

Merchandise Eksklusif Cocok Dipadu Padankan dengan Perhiasan Berkelas
Fashion
Pengidap Demensia Idealnya Dirawat Keluarga Terdekat
Hiburan & Gaya Hidup
Pengidap Demensia Idealnya Dirawat Keluarga Terdekat

Keluarga menjadi tempat ternyaman bagi orang dengan demensia.

5 Fakta Menarik Film 'Pengabdi Setan 2: Communion' Konsisten 'Menghantui' Penonton
ShowBiz
5 Fakta Menarik Film 'Pengabdi Setan 2: Communion' Konsisten 'Menghantui' Penonton

'Pengabdi Setan 2: Communion' digarap kembali oleh Joko Anwar.

Mudik Wajib Persiapkan Ini agar Perjalanan Lancar
Fun
Mudik Wajib Persiapkan Ini agar Perjalanan Lancar

Mudik harus dengan persiapan matang.

Kisah Pahlawan Nasional KGPAA Paku Alam VIII, Aristokrat yang Merakyat
Tradisi
Kisah Pahlawan Nasional KGPAA Paku Alam VIII, Aristokrat yang Merakyat

Kedekatan Paku Alam VIII dengan rakyatnya telah dimulai sejak dia belum menjadi penguasa Pakualaman.

Mengenal API, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris yang Manfaatkan Kecerdasan Buatan
Fun