Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Partai Gerindra

MerahPutih.com - Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto masih menunggu pemberitahuan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penangkapan Edhy Prabowo yang dikenal sebagai 'anak emasnya'

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Prabowo sudah mengetahui penangkapan ayah tiga anak itu di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11) dini hari WIB.

Baca Juga

Edhy Prabowo Menteri Pertama Rezim Jokowi yang Ditangkap KPK

"Arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," kata Dasco kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1).

Partai Gerindra mengetahui penangkapan mantan pasien COVID-19 itu dari media. Dasco sendiri terakhir kali berkomunikasi dengan Edhy sebelum berangkat ke Amerika Serikat.

"Mungkin 2 minggu yang lalu atau 12 hari yang lalu, saya lupa," ujarnya.

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Mapolda Metro Jaya (MPKanugraha)
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Foto: MP/Kanu

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Edhy Prabowo ditangkap bersama 17 orang lain. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan intensif tim penyidik KPK.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Di samping itu juga beberapa orang pihak swasta," ujar Ali.

Sebelumnya diberitakan Edhy Prabowo ditangkap KPK pada dini hari tadi sepulang dari Amerika Serikat. Edhy Prabowo ditangkap atas dugaan kasus ekspor benur.

Penangkapan itu diamini oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Selain itu, seorang sumber menyebutkan penyidik KPK Novel Baswedan turut terlibat dalam penangkapan Edhy Prabowo.

Status Edhy Prabowo dan orang-orang yang masih diamankan KPK adalah sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. (Knu)

Baca Juga

Menterinya Ditangkap, KKP Minta Biarkan Penyidik KPK Kerja Profesional

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Didesak Panggil Kejagung dan Polri Gelar Perkara Besar Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Didesak Panggil Kejagung dan Polri Gelar Perkara Besar Kasus Djoko Tjandra

Apalagi, lembaga antirasuah telah menerbitkan surat perintah supervisi

PMI Lakukan Upaya Pencegahan Sebelum Vaksin COVID-19 Siap Didistribusikan
Indonesia
PMI Lakukan Upaya Pencegahan Sebelum Vaksin COVID-19 Siap Didistribusikan

Upaya mitigasi tetap harus dilakukan dengan menunggu kesiapan vaksin untuk masyarakat

Kematian Nakes Akibat COVID-19 di Indonesia Tertinggi Se-Asia dan Tiga Besar Dunia
Indonesia
Kematian Nakes Akibat COVID-19 di Indonesia Tertinggi Se-Asia dan Tiga Besar Dunia

Bahkan sepanjang bulan Desember 2020 hingga pertengahan bulan Januari 2021 tercatat 53 tenaga medis meninggal dunia

Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan
Dunia
Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan

Menurut Biden, ini bukanlah protes, tapi pemberontakan.

KPK Minta Terdakwa Jiwasraya Beny Tjokro Tak Rewel Soal Fasilitas Rutan
Indonesia
Jika Jual Saham Bir, Pemprov DKI Bisa Bangun 40 Gedung Sekolah dan 5 Rumah Sakit
Indonesia
Jika Jual Saham Bir, Pemprov DKI Bisa Bangun 40 Gedung Sekolah dan 5 Rumah Sakit

Tak tanggung-tanggung dari penjualan itu dapat mendirikan 40 gedung sekolah baru dengan total anggaran mencapai Rp20 miliar.

Depok Perpanjang PSBB Proporsional
Indonesia
Depok Perpanjang PSBB Proporsional

PSBB Proporsional berakhir pada Kamis (2/7)

Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra
Indonesia
Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra

Setyo Wasisto kembali duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Virus COVID-19 B117 Muncul di Jabar, Ganjar: TKI Pulang Kampung Harus Diwaspadai
Indonesia
Virus COVID-19 B117 Muncul di Jabar, Ganjar: TKI Pulang Kampung Harus Diwaspadai

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat semua pintu masuk ke Jawa Tengah.

Datangi Bareskrim untuk Diperiksa, Abu Janda Enggan Berkomentar
Indonesia
Datangi Bareskrim untuk Diperiksa, Abu Janda Enggan Berkomentar

Permadi Arya alias Abu Janda datang ke Bareskrim Polri.