Reaksi Menteri Agama Soal Kasus Ferdinand Hutahaean Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (ANTARA/HO-Kemenag)

MerahPutih.com - Kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean tengah menjadi sorotan publik.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum pada kasus bernuansa SARA itu.

Yaqut mengajak masyarakat untuk tidak buru-buru menghakimi Ferdinand, apalagi tanpa didasari informasi yang komprehensif.

Baca Juga:

Surat Panggilan Dikirim, Ferdinand Hutahaean Diharap Datang Pekan Depan

"Kita tidak tahu apa niat sebenarnya Ferdinand mem-posting tentang itu. Untuk itu, tunggu sampai proses hukum ini tuntas sehingga masalah menjadi jelas,” jelas Yaqut di Jakarta, Jumat (7/1).

Menurut Yaqut, Ferdinand membutuhkan bimbingan keagamaan, bukan cacian. Untuk itu, klarifikasi (tabayyun) pada kasus ini adalah hal yang mutlak.

Ia berharap, kasus yang sudah ditangani kepolisian ini bisa berjalan transparan dan segera tuntas dengan menghasilkan putusan yang seadil-adilnya.

Baca Juga:

Polisi Periksa Ferdinand Hutahaean Pada Pekan Depan

Atas kasus ini, Yaqut meminta masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan mengakhiri polemik ini di media sosial.

Di sisi lain, kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk semakin hati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Mari gunakan medsos dengan menyebarkan konten-konten yang santun, termasuk soal agama. Sehingga kerukunan beragama akan semakin kokoh dan kuat,” jelas dia. (Knu)

Baca Juga:

Penanganan Kasus Ferdinand Hutahaean Masuk Tahap Penyidikan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anggota DPR Pastikan TNI Solid setelah Jenderal Andika dan KSAD Dudung Hadiri Rapat
Indonesia
Anggota DPR Pastikan TNI Solid setelah Jenderal Andika dan KSAD Dudung Hadiri Rapat

"Memang tidak ada masalah, TNI dalam pandangan saya solid," kata TB Hasanuddin

[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Minyak Goreng Kemasan Dibuang ke Laut
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Minyak Goreng Kemasan Dibuang ke Laut

Pemerintah juga sudah mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada upaya untuk menggelapkan bahan pokok.

PSI Minta Anies Kebut Vaksinasi Booster Jelang Mudik Lebaran
Indonesia
PSI Minta Anies Kebut Vaksinasi Booster Jelang Mudik Lebaran

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menanggapi ucapan Presiden Jokowi yang memperbolehkan warga mudik Lebaran dengan syarat harus sudah divaksin ketiga atau booster.

Jumlah Usulan Tak Menentukan Tokoh Ditetapkan sebagai Capres NasDem
Indonesia
Jumlah Usulan Tak Menentukan Tokoh Ditetapkan sebagai Capres NasDem

Sejumlah tokoh mendapat rekomendasi dari dewan pimpinan wilayah (DPW) NasDem untuk diusulkan menjadi calon presiden (capres).

PLN DKI Siagakan 34 Posko Hadapi Cuaca Ekstrem
Indonesia
PLN DKI Siagakan 34 Posko Hadapi Cuaca Ekstrem

Perusahaan Listrik Negara (PLN) DKI Jakarta bersiaga selalu dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpengaruh terhadap kelistrikan.

Sekjen Demokrat Bantah Koalisi Perubahan Pecah
Indonesia
Sekjen Demokrat Bantah Koalisi Perubahan Pecah

Anies Baswedan bertemu dengan tim kecil Koalisi Perubahan saat jamuan makan siang di salah satu restoran Padang di kawasan Jakarta Pusat.

Politisi PKB: Kabarnya Reshuffle Akhir Maret, PAN Dapat Satu Menteri dan Wamen
Indonesia
Politisi PKB: Kabarnya Reshuffle Akhir Maret, PAN Dapat Satu Menteri dan Wamen

Luqman belum bisa memastikan plot kursi menteri yang akan didapat oleh PAN.

Anies Sesumbar Jakarta Bebas Emisi pada 2050
Indonesia
Anies Sesumbar Jakarta Bebas Emisi pada 2050

Pemerintah DKI Jakarta menyatakan terus memperjuangkan dan mempercepat transisi menuju masyarakat yang bebas karbon.

Kasus Dugaan Intimidasi Karyawannya, Alfamart Tunjuk Hotman Paris sebagai Kuasa Hukum
Indonesia
Kasus Dugaan Intimidasi Karyawannya, Alfamart Tunjuk Hotman Paris sebagai Kuasa Hukum

PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) menempuh jalur hukum dengan menunjuk Kantor Hukum Hotman Paris & Partners untuk menangani kasus dugaan intimidasi terhadap karyawannya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Tak Perlu Lagi Tes PCR
Indonesia
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Tak Perlu Lagi Tes PCR

Para treveler tak perlu lagi tes COVID-19 setibanya tiba di Tanah Air, kecuali suspek Corona.