Reaksi Kimia Farma soal Penangkapan Petugas Pakai Tes Antigen Bekas di Kualanamu PT Kimia Farma. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - PT Kimia Farma Tbk buka suara terkait penangkapan empat oknum orang petugas di Bandara Kualanamu Internasional, Sumatera Utara, atas dugaan pemakaian alat tes antigen bekas.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah Bulqini tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum terkait hal tersebut.

Baca Juga

Lolos dari Karantina, WNI Baru Kembali dari India Nekat Suap Petugas Rp6,5 Juta

“Kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (28/4).

Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan 4 oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan standard operating procedure (SOP) perusahaan.

"Ini merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut," kata Adil.

Jika terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test itu disebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Adil.

Ia mengatakan Kimia Farma akan melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali.

Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu digerebek polisi pada Selasa, terkait adanya dugaan pemalsuan. (ANTARA/HO)

Aksi penggerebekan oleh aparat hukum itu dibenarkan oleh Plt Executive General Manager (EGM) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Kualanamu Agoes Soepriyanto.

Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan lima orang pegawai di antaranya petugas kasir hingga analis.

Mereka tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sumut. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi.

"Benar, informasi lebih lanjut terkait pemeriksaan oleh Polda Sumut di lokasi pelayanan antigen akan kami sampaikan lebih lanjut nanti," kata Agoes.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapat keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid tes antigen positif COVID-19 dalam kurun lebih-kurang 1 minggu.

Penggerebekan dilakukan dengan cara penyamaran. Saat penyamaran, salah satu polisi mendaftar sebagai calon penumpang yang hendak mengikuti rapid test antigen.

Setelah antri, dia masuk ke ruang pemeriksaan dan dimasukkan alat tes rapid antigen ke lubang hidungnya.

Selesai menunggu 10 menit, anggota Polda Sumut itu mendapati hasil tesnya positif. Sempat ada perdebatan soal hasil pemeriksaan itu.

Setelah itu, petugas laboratorium dikumpulkan dan polisi melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi. Hasilnya, didapati alat rapid tes antigen yang telah dipakai digunakan lagi alias didaur ulang.

Diketahui, Bandara Kualanamu menerima pelayanan rapid test antigen mulai 18 Desember 2020, setiap hari mulai pukul 04.00 WIB sampai 19.30 WIB.

Layanan tersebut merupakan kerjasama antara Angkasa Pura II dengan Kimia Farma. (Knu)

Baca Juga

Polisi Gerebek Layanan Rapid Test Bandara Kualanamu, Lima Petugas Ditangkap

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022
Indonesia
40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Presiden Jokowi juga dijadwalkan memberikan bantuan

[HOAKS atau FAKTA] Dele Alli Resmi Bergabung Ke Persib
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Dele Alli Resmi Bergabung Ke Persib

Akun Facebook bernama Awi Sang Pembaca mengunggah postingan berupa tautan link Youtube berisi informasi yang mengklaim bahwa pesepakbola Dele Alli resmi bergabung Persib Bandung.

Setengah Juta Warga Jakarta Sudah Divaksin Booster
Indonesia
Setengah Juta Warga Jakarta Sudah Divaksin Booster

Minat warga Jakarta yang ingin mendapatkan vaksin penguat atau booster cukup tinggi.

[HOAKS atau FAKTA]: Warga DKI Bingung dengan Hasil Kinerja Anies Selalu Dapat Penghargaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga DKI Bingung dengan Hasil Kinerja Anies Selalu Dapat Penghargaan

kun Facebook Sandro Novan mengunggah gamba berjudul “warga DKI bingung dengan hasil kinerja Anies Baswedan yang selalu dapat penghargaan”.

10.596 Rumah di Kapuas Hulu Terendam Banjir
Indonesia
10.596 Rumah di Kapuas Hulu Terendam Banjir

Banjir yang terjadi pada 2-3 Oktober 2021, kata Gunawan, merupakan banjir yang terjadi setelah banjir besar tahun 2020.

Cegah Penyebaran COVID-19, DPR akan Gunakan GeNose C19 kepada Tamu
Indonesia
Cegah Penyebaran COVID-19, DPR akan Gunakan GeNose C19 kepada Tamu

“Di akhir Juli lalu kami dapat informasi dari UGM untuk dihibahkan alat mesin GeNose, tapi untuk penyerahan fisiknya baru dilakukan pada tanggal 6 Agustus, (berupa) mesin GeNose beserta plastik alat tesnya," kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar

Masyarakat Diminta Tidak Abaikan Prokes Meski Kasus COVID-19 Menurun
Indonesia
Masyarakat Diminta Tidak Abaikan Prokes Meski Kasus COVID-19 Menurun

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dua Pertimbangan Pokok Alih Status 57 Eks Pegawai KPK jadi ASN Polri
Indonesia
Dua Pertimbangan Pokok Alih Status 57 Eks Pegawai KPK jadi ASN Polri

Hal ini sesuai ketentuan Pasal 20 ayat (2) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Polisi Dapatkan Keterangan Awal dari Sopir Transjakarta Saat Tabrak Pospol PGC
Indonesia
Polisi Dapatkan Keterangan Awal dari Sopir Transjakarta Saat Tabrak Pospol PGC

Argo belum berani memastikan penyebab pasti kecelakaan

Penundaan Pemilu Ada di Negara Nondemokrasi
Indonesia
Penundaan Pemilu Ada di Negara Nondemokrasi

Menurutnya, logika-logika soal penundaan pemilu sebenarnya adalah pemikiran yang terjadi di negara-negara nondemokrasi.