Reaksi Hasto Soal Manuver Budiman Justru Menunjukkan Kepanikan PDIP

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 21 Agustus 2023
Reaksi Hasto Soal Manuver Budiman Justru Menunjukkan Kepanikan PDIP
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Budiman Sudjatmiko (kanan) di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8/2023). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.

MerahPutih.com - PDI Perjuangan (PDIP) dinilai terlalu reaktif atas manuver kadernya Budiman Sudjatmiko yang mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.

"Reaksi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang terkesan berlebihan justru menunjukkan kepanikan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri," kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Senin (21/8).

Baca Juga:

PDIP Bakal Umumkan Sanksi terhadap Budiman Sudjatmiko Hari Ini

Menurut Jamiluddin, Hasto seolah begitu takut kehilangan kader luar biasa yang dapat menenggelamkan pamor PDIP.

"Padahal, Budiman bukanlah sosok menentukan di PDIP. Dia juga bukan sosok yang mengakar di PDIP," ujarnya.

Budiman, kata Jamiluddin, juga gagal memimpin Partai Rakyat Demokratik (PRD). Pada Pemilu 1999, Budiman yang saat itu menjabat Ketum PRD tak berhasil membawa partai tersebut melenggang ke Senayan.

"Budiman juga tidak memiliki basis massa yang besar. Hal itu terbukti pada Pileg 2019, ia tidak terpilih duduk di Senayan," imbuhnya.

Dengan demikian, menurutnya secara politis tidak ada yang perlu dihawatirkan atas dukungan Budiman terhadap Prabowo.

Baca Juga:

Deklarasi Dukungan Budiman Sudjatmiko Bukti Kubu Prabowo Tidak Percaya Diri

"Dukungan Budiman itu tidak akan mengembosin suara Ganjar Pranowo, khususnya di Jawa Tengah pada Pilpres 2024," ujarnya.

Selain itu, Jamiluddin mengatakan, di era demokrasi setiap individu bebas untuk memilih dan dipilih. Hal itu menjadi hak setiap individu yang dilindungi Undang-Undang.

"Setiap individu juga berhak untuk masuk partai politik yang diinginkannya. Sebaliknya partai poliitik juga berhak untuk menerima atau menolaknya, termasuk memecatnya," kata dia.

Karena itu, lanjut Jamiluddin, di era demokrasi hal biasa orang masuk dan pindah partai politik. Menurutnya, hal itu bukan aib, sehingga tak perlu dihujat.

"Kalau PDIP terlalu reaktif, maka keuntungan akan diperoleh Budiman. Nama Budiman yang awalnya biasanya saja, justru akan semakin melambung bila PDIP terus bereaksi berlebihan," pungkasnya. (Pon)


Baca Juga:

Gerindra Buka Peluang Budiman Sudjatmiko Ikut Bergabung dengan Prabowo

#Politik #PDIP #Hasto Kristiyanto #Partai Gerindra
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan