Rayakan Ulang Tahun Ke-66, Jerry Hermawan Lo Ungkap Sisi Lain Dirinya Sebagai Aktivis

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 23 November 2023
Rayakan Ulang Tahun Ke-66, Jerry Hermawan Lo Ungkap Sisi Lain Dirinya Sebagai Aktivis
Jerry Hermawan Lo rayakan ulang tahun ke-66. (Foto: Doc. JHL Collections)

PERAYAAN ulang tahun ke-66 Jerry Hermawan Lo ternyata menyibak misteri besar. Banyak orang tentu mafhum Jerry Hermawan Lo kondang sebagai pengusaha sukses lewat jejaring bisnis JHL Group. Namun, malam itu, Rabu (22/11), pada pesta perayaan ulang tahun ke-66 digelar di Garuda Grand Ballroom Hotel Episode Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Jerry Hermawan Lo mengungkap sisi lainnya.

Di layar besar mendadak terpampang foto seorang lelaki berkumis tebal berkacamata sedang berdiri mencengkeram pelantang suara dengan air muka tegas. "Itu saya. Orang sekarang kenal saya sebagai pebisnis. Tapi dulu saya aktivis," kata Jerry Hermawan Lo menunjuk ke foto di layar besar. Di hadapan para tetamu kebanyakan tokoh-tokoh terkemuka Tanah Air, lelaki bernama lahir Lo Suk Cian tersebut mengguar sisi lainnya pada paparan bertajuk "Kontribusi Jerry Hermawan Lo Pasca-Reformasi Kepada Masyarakat Khususnya Keturunan Tionghoa".

Di dalam paparannya, terkuak sepak terjang Jerry Hermawan Lo di organisasi Forum Persaudaraan Anak Bangsa (F-PAB) dalam memperjuangkan hak-hak sosial politik masyarakat Tionghoa dan berkomitmen mengusung ekonomi kerakyatan. Lelaki kelahiran Medan 22 November 1957 tersebut melalui F-PAB bersama 21 organisasi kemasyarakatan lainnya berjuang sekuat tenaga untuk menghapus Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia (SBKRI).

Baca juga:

Jerry Hermawan Lo Optimis Dua Perusahaan Barunya Bisa Memajukan Tanjung Lesung

Ulang tahun Jerry dihadiri ratusan kerabat dan keluarga. (Foto: Doc. JHL Collections)

"Susi Susanti juara dunia aja masih dipersulit karena harus pakai SBKRI. Juara dunia, lho, itu, enggak main-main. Mungkin anak sekarang banyak enggak tahu, tapi SBKRI atau Surat WNI itu dulu kalau enggak ada, orang Tionghoa, orang keturunan India, enggak bisa bikin paspor, rekening bank, bahkan daftar sekolah aja mesti ada SBKRI," kata Jerry pada paparannya saat menceritakan tentang perjuangannya menghapus SKBRI.

SBKRI merupakan kartu identitas bagi warga keturunan Tionghoa, India, dan lainnya untuk menyatakan pemiliknya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Pemberlakuan SBKRI diatur melalui UU No 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Berkat perjuangan Jerry bersama rekan-rekan F-PAB dan 21 organisasi non partai lainnya, SBKRI akhirnya dihapus melalui Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia, dan ditindaklanjuti melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 25 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Keputusan Presiden No. 56 Tahun 1998.

Baca juga:

Memotret Bisnis Jerry Hermawan Lo

Gelaran ulang tahun Jerry ke-66 berlangsung meriah. (Foto: Doc. JHL Collections)

Pada kenyataannya, meski instrumen hukum tentang penghapusan SBKRI telah terbit, di lapangan praktik pemberlakuan SBKRI masih terjadi. Tak tinggal diam, Jerry Hermawan Lo lantas bersama seluruh elemen F-PAB menyebarluaskan satu juta lembar selebaran sosialisasi penghapusan SBKRI di seluruh daerah di Indonesia.

"Jadi di selebaran itu, ada informasi tentang bantuan hukum F-PAB jika masyarakat masih menemukan terjadinya pemberlakuan SBKRI. Mereka bisa kontak tim advokat F-PAB untuk mengadvokasi," tegasnya.

"Berkat perjuangan seluruh elemen masyakarat dan F-PAB, sekarang sudah enggak ada lagi SBKRI. Semua orang keturunan Tionghoa, India juga, diperlakukan sama di dalam administrasi sipil."

Selain itu, Jerry Hermawan Lo bersama F-PAB turut serta membangun ekonomi kerakyatan dengan membuat Produk Anak Bangsa dari hulu sampai hilir. Tak hanya memproduksi produk segala macam sembako, F-PAB juga membuat gerobak, becak, dan gerobak bermotor bahkan warung dan minimarket demi mempelopori bangkitnya UMKM di masa krisis.

"Saya dulu di F-PAB enggak punya uang, lho, buat bikin gerobak, becak, dan lainnya untuk sembako. Tapi dari sumbangan donatur akhirnya bisa bikin produk-produk sembako. Semuanya kami bikin sendiri," tambah Jerry.

Jejak aktivisme Jerry Hermawan Lo bersama F-PAB juga masih tampak dengan masih kokoh berdiri gedung Candra Naya di jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. F-PAB menjadi organisasi paling keras menolak pembongkaran gedung Candra Naya.

Gedung Candra Naya atau dulu bernama gedung perkumpulan Sin Ming Hui (Sinar Baru) merupakan gedung bersejarah tampat lahirnya beragam asosiasi olahraga, seperti Biliar, Tenis Meja, dan menjadi cikal bakal lahirnya Universitas Tarumanegara dan Rumah Sakit Sumber Waras.

Jerry Hermawan Lo bersama F-PAB lantas membacakan pernyataan sikap menolak pembongkaran gedung Candra Naya di hadapan Deputi 1 Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota DKI Jakarta. Hasilnya, berkat perjuangan F-PAB, gedung bersejarah Candra Naya berdiri hingga kini.

"Hoaks itu katanya gedung Candra Naya enggak bisa dibongkar karena berhantu. Kami F-PAB jadi organisasi terdepan menolak pembongkaran Candra Naya. Makanya sampai sekarang masih berdiri kokoh di Gajah Mada," katanya menegaskan.

Aksi sosial Jerry Hermawan Lo masih lestari hingga kini melalui Merah Putih Kasih Foundation (MPKF). MPKF turun tangan langsung membantu masyarakat saat pandemi COVID 19 dengan mendirikan posko dan menyerahkan bantuan berupa alat-alat medis kepada tenaga kesehatan.

Aksi sosial lainnya dari MPKF ialah dengan membantu biaya pengobatan dan perawatan kepada legenda bulu tangkis Verawaty Fajrin pada tahun 2021. Di kesempatan itu pula MPKF mengembalikan raket bersejarah milik pebulutangkis Indonesia era 80-an itu, setelah sempat memberikannya kepada MPKF.

Tidak hanya itu, MPKF juga terlibat dalam mendirikan posko dan menyalurkan bantuan sosial bagi para korban gempa Cianjur pada November 2022.

Masyarakat Tangerang dan Tanjung Lesung turut mendapatkan uluran tangan MPKF. Masyarakat terdampak kekeringan di Kawasan Tangerang dan Tanjung Lesung mendapatkan bantuan dari MPKF berupa sumur bor buatan. (waf)

Baca juga:

Belajar Pantang Menyerah Melalui Kisah Jatuh-Bangun Jerry Hermawan Lo

#Jerry Hermawan Lo
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Bagikan