Rawan Gangguan Keamanan, Aksi Unjuk Rasa Depan Istana Negara Dilarang Polisi berjaga saat demo tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto memastikan, demo di depan persis Istana Negara untuk sementara tak diperbolehkan.

Menurut Heru, salah satu alasan tak diperbolehkan karena situasi yang belum menentu sehingga massa hanya disekat sampai Patung Kuda yang berjarak 2 kilometer dari sana.

"Untuk di depan Istana saat ini memang kita close, paling batasnya hanya sampai sini saja. Karena situasinya sekarang saat ini kan masih belum tentu, termasuk besok kita akan sekat di sini," ungkap Heru di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Baca Juga:

Jurnalis Diamankan saat Liput Demo, Polisi Perlu Belajar Kode Etik Jurnalistik

Heru menambahkan, pengamanan diperketat untuk mencegah kaos seperti beberapa waktu lalu terulang.

"Kita kekuatan full dari TNI, dari Polri, Panglima TNI, Pangdam juga meng-support bagaimana mengamankan Jakarta ini supaya tidak kaos. Kami meyakinkan abhwa Jakarta dengan adanya pengamanan yang kuat, insyaallah tidak akan kaos seperti kemarin," ungkap Heru.

Terkait dengan rencana demo Persaudaraan Alumni 212 cs, Heru memastikan pengamanan seputar Istana juga diperketat.

"Kalau pemberitahuan dia sudah ada, hari Selasa, jumlah dan sebagainya kita belum bisa pastikan tapi kita menyiapkan pengamanan seperti halnya saat ini," tutup Heru.

Polisi berjaga saat demo tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Polisi berjaga saat demo tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Seperti diketahui, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bakal berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, besok (13/10).

Di antaranya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Presidium Alumni (PA) 212, hingga Front Pembela Islam (FPI).

Koordinator Lapangan Aksi, Uztaz Damai Hari Lubis, membenarkan hal tersebut.

"Ya, kami usahkan 1.000 (orang yang ikut aksi) sesuai pemberitahuan kepada pihak kemanan Polri," kata Damai.

"Selebihnya ada beberapa organisasi lain dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Jika yang hadir berlebih, maka di luar kendali kami," lanjutnya.

Baca Juga:

Enam Anggota Polri dan Tiga Anggota TNI Dirawat Buntut Kericuhan Demo Tolak UU Ciptaker

Dia melanjutkan, massa aksi ini akan mengikuti protokol kesehatan perihal COVID-19.

"Kami ikuti protokol kesehatan. Kami kan cuma seribu. Iya, aman-aman saja tuh," jelasnya.

Dia pun mengatakan tidak ada rasa khawatir menyoal virus tersebut.

"Basmalah saja. Tapi kalau lebih dari seribu (orang), kami tidak bisa melarang dan menghalangi," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya bakal berunjuk rasa mulai pukul 13.00 WIB, Selasa (13/10). (Knu)

Baca Juga:

54 Orang Jadi Tersangka Kasus Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dapat Dana Talangan Rp3,5 Triliun, PT KAI Wajib Lakukan Terobosan
Indonesia
Dapat Dana Talangan Rp3,5 Triliun, PT KAI Wajib Lakukan Terobosan

Direksi PT KAI, dimintanya membuat satu terobosan dari segi bisnis perkeretaapian. Sebab potensi bisnisnya memang sangat banyak.

Puan Sebut Angka Partisipasi Pilkada 2020 Lebih Tinggi dari Pemilihan di Era Normal
Indonesia
Puan Sebut Angka Partisipasi Pilkada 2020 Lebih Tinggi dari Pemilihan di Era Normal

Puan menilai kepercayaan masyarakat itu harus disambut para calon yang terpilih

Kasus Corona Melonjak, DPRD: Kemungkinan Anies Ambil Langkah Darurat
Indonesia
Kasus Corona Melonjak, DPRD: Kemungkinan Anies Ambil Langkah Darurat

Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif pun menyarankan Anies menimbang untuk ke tahap tatanan hidup baru yang berdampingan dangan virus corona.

Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK
Indonesia
Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK

"Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan. "Kamu, Siapa?" dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelas dia.

PSI Nilai KAMI Kebelet Rebut Kekuasaan
Indonesia
PSI Nilai KAMI Kebelet Rebut Kekuasaan

Ia menambahkan, jika sebenarnya bertujuan merebut kekuasaan, alangkah lebih baik jika bersabar sebentar, tunggu sampai 2024, bertarung di Pemilu.

Prajurit TNI di Pelosok Lebih Cocok Terima Bintang Mahaputra Naraya Ketimbang Fadli-Fahri
Indonesia
Prajurit TNI di Pelosok Lebih Cocok Terima Bintang Mahaputra Naraya Ketimbang Fadli-Fahri

Tenaga medis yang telah meninggal karena ikut menangani COVID-19 juga adalah kelompok yang patut mendapatkan penghargaan

[HOAKS atau FAKTA]: Kota Manado Zona Hitam COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kota Manado Zona Hitam COVID-19

Tersebar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menginformasikan Kota Manado telah menjadi zona hitam COVID-19.

Proyek 4 Bendungan Ditargetkan Rampung Desember 2020
Indonesia
Proyek 4 Bendungan Ditargetkan Rampung Desember 2020

Proyek empat bendungan yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional ditargetkan rampung Desember 2020.

Korea Selatan Laporkan Kembali 161 Kasus Virus Corona, Total Sebanyak 763
Dunia
Korea Selatan Laporkan Kembali 161 Kasus Virus Corona, Total Sebanyak 763

Korea Selatan melaporkan lagi 161 kasus virus corona (COVID-19) sehingga menambah jumlah total pasien terinfeksi di negara tersebut menjadi 763.

Kru ANTV Korban Penyerangaan Polsek Ciracas Keluar Rumah Sakit
Indonesia
Kru ANTV Korban Penyerangaan Polsek Ciracas Keluar Rumah Sakit

Salah satu korban kondisinya masih memprihatinkan. Masih ada peluru yang saat ini masih belum bisa dikeluarkan karena kesehatan belum memungkinkan.