Raw Denim, Hanya untuk yang Fanatik Denim raw tanpa proses pencucian. (Foto: Pexels/it's me neosiam)

DENIM, pasti semua orang memiliki paling tidak satu potong di lemari bajunya. Namun belum tentu di dalam lemari baju seseorang tersimpan raw denim. Bagi penggemar denim, wajib memiliki jenis denim ini. Bila belum memilikinya, kamu hanya penyuka denim saja.

Bisa jadi kamu pernah mendengar istilah ini, namun dianggap seperti jenis denim lainnya. Raw denim bukanlah jeans regular yang dimiliki banyak orang. Meskipun bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, adalah 'mentah'. Namun bukan berarti jenis denim ini belum jadi.

Raw denim memang berbeda dengan celana jeans lainnya. Bahannya diambil langsung dari mesin tenun, dijahit menjadi celana. Raw denim tidak mengalami proses pencucian yang beranekaragam itu. Juga tidak pernah melalui proses pencelupan apapun. Raw denim sesuai dengan namanya memang mentah belum mengalami proses apapun.

raw denim
Harga raw denim lebih mahal ketimbang jeans reguler. (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Meskipun 'mentah' namun harganya melebih harga jeans kebanyakan. Yup! Raw denim lebih mahal ketimbang jeans regular. Raw denim adalah seni dalam dunia fashion. Denim ini hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, bukan produksi massal. Bahan-bahan yang dipakai bukan bahan sekedarnya saja. Raw denim memiliki bahan yang kualitasnya nomor wahid bila nomor satu masih terlalu rendah.

Pengerjaannya pun tidak sembarangan. Hanya dikerjakan oleh tangan-tangan terampil untuk memotong dan menjahitnya. Semakin mahal karena proses pengerjaannya di negara yang menghargai pekerjanya dengan upah tinggi. Biasanya raw denim dikerjakan di Jepang atau Amerika.

Raw denim ketika pertama kali dipakai seolah menolak, bahannya kaku. Belum lagi warnanya yang biru gelap seolah tidak sesuai dengan tren yang ada. Raw denim memang tidak pernah mengikuti tren. Namun seiring dengan waktu raw denim menunjukan karakter yang sesungguhnya. Denim ini sangat nyaman dipakai.

raw denim
Warna akan memudar secara alami. (Foto: heddels)

Jenis denim ini sangat fit dengan kaki pemiliknya. Serat benang di dalamnya seolah merekam semua lekuk dan gerakan yang ada pada pemiliknya. Begitu memakai celana ini seolah langsung fit pada kaki. Kenyamanan seperti ini yang kadang tidak ditemukan pada jeans regular.

Belum lagi warnanya yang memudar perlahan menunjukan jika bahan yang digunakan sangat mahal. Pemudaran yang sangat bagus seolah menjadi lukisan pada kanvas. Biasanya area yang memudar pada sekitar paha, lutut belakang, area kantong depan, seputaran panggul dan bagian kantong belakang. Ini memunculkan perbedaan warna yang kontras.

Perbedaan warna yang kontras itu tidak akan pernah didapatkan pada jeans reguler yang melalui proses pencucian atau pencelupan. Sifat alamiah ini yang membuat celana denim ini sangat mahal. Seperti yang dikatakan oleh David Giusti dari Blackhorse Lane Ateliers, penyuka raw denim sangat mendambakan warna-warna kontras tersebut pada celananya.

raw denim
Teknik mencuci raw denim beragam dan tidak umum. (Foto: Brave Star Selvage)

Bila berbicara tentang kaku, selain raw denim ada jenis denim lainnya yang juga kaku yakni selvedge denim. Menurut situs Levi's; "Terbentuk dari istilah “self-edge,” yaitu potongan hasil tenun pada kedua ujung-ujung kain rol. Selvedge umumnya ditenun pada mesin tenun yang sempit, sehingga menciptakan ujung yang rapi tanpa rumbai. Jenis kain denim ini dikenal dengan sifatnya yang kaku dan hubungannya dengan garmen denim premium.".

Bahan denim ini juga mahal bila melihat dari proses produksinya. Biasanya selvedge denim menjadi bahan dari pembuatan produk-produk denim kelas premium.

Biasanya raw denim setelah dicuci akan menciut sedikit sekitar 10 persen saja. Saat ini raw denim sudah mengadaptasi teknologi sanforized atau preshrunk denim. Seperti yang dituliskan dalam laman Levi's; "sebutan “sanforized”, denim preshrunk diciptakan untuk mencegah penciutan setelah dicuci dan dikeringkan. Denim preshrunk pertama kali digunakan pada tahun 60-an, sebelumnya semua denim dibuat dari bahan Shrink-to-Fit™.".

Untuk jeans yang dapat menciut, sebaiknya sebelum memakai pertama kali, rendam terlebih dahulu di air hangat sekitar 30 menit. Kalau mau agak sedikit 'edan', pakai saja celana kamu itu dan berendam di bathtub. Cara ini dapat merekam bentuk tubuh kamu pada celana itu. Setelah direndam gantung di bawah sinar matahari. Gantung celana hanya dengan satu ban pinggang, ini akan menjaga bentuk fit pada celana.

raw denim
Celana raw denim dapat menyesuaikan dengan tubuh pemiliknya. (Foto: thejeansblog)

Karena karakternya yang menciut, sebaiknya membeli raw denim satu nomor ke atas. Ketika menciut memang agak terkesan kaku sewaktu memakainya. Namun lama kelamaan celana akan mengikuti bentuk tubuh kamu. Untuk pemakaian pertama kali, beberapa minggu akan terasa tidak nyaman pada bagian bokong, pinggang dan panggul. Pengalaman memakai raw denim, menurut penyukanya, beberapa minggu awal seperti memakai papan di kaki. Namun harus tetap dipakai agar mendapatkan kelenturannya.

Kerusakan yang paling sering terjadi pada celana denim adalah bagian selangkangan. Karena gesekan kain membuat aus dan menjadi lubang. Lubang ini yang kemudian semakin besar dan merusak celana itu. Lubang ini yang kemudian dikenal dengan istilah blowout.

Untuk mengatasi hal itu hanya ada satu cara mencucinya dengan teratur. Semakin sering dicuci makan kain akan lembut. Tentunya gesekan antar kain tidak seekstrim ketika kain masih kaku. Bukan hanya gesekan antar kain saja, namun gesekan dengan kursi, terutama yang mengendarai motor, dapat membuat blowout itu.

Namun bagi penggemar raw denim, blowout bukanlah akhir dari celana mereka itu. Malah dianggap sebagai simbol dari ketangguhan celana itu. Biasanya mereka akan menutup kerusakan itu dengan menjahitnya. Tanda jahitan itu seolah sebagai medali kehormatan.

Ada berbagai cara mencuci bagi penggila raw denim. Penggila raw jeans ini sangat fanatik dan memperhatikan secara detil. Bahkan mereka menyarankan bagi celana raw denim yang baru dibeli baru dicuci enam bulan kemudian. Ini menurut mereka untuk mendapatkan efek luntur yang diinginkan. Namun kata mereka kalau celananya sudah berbau busuk ya harus dicuci. Minyak, keringat dan debu yang menempel pada kain seolah seperti amplas yang membuat efek luntur semakin bagus.

raw denim
Ada yang memakai celananya selama enam bulan tanpa dicuci. (Foto: Pexels/Mica Asato)

Mencuci raw denim:

Freezer

Ada penggila raw deim yang mencuci celananya dengan teknik mendinginkan. Menurut mereka, meskipun belum ada penjelasan ilmiahnya, dengan memasukan ke freezer akan mematikan bakteri penyebab bau dan celana akan tetap fresh.


Spot Cleaning

Cara mencuci yang satu ini adalah hanya membersihkan noda-noda yang terlihat jelas, seperti noda saos tomat atau sambal, kecap atau noda lainnya.


Bathtub

Cara ini biasanya dilakukan untuk mencuci dalam artian benar-benar mencuci. Rendam celana selama 30 menit dalam air hangat yang sudah diberikan deterjen. Setelah itu sikat dengan lembut semua bagian celana. Bilas sebersih-bersihnya dan jemur, biarkan menjadi benar-benar kering.


Mesin Cuci

Biasanya mesin cuci paling dihindari oleh para penggila raw denim. Mereka lebih senang mencucinya dengan tangan. Namun kalau memang terpaksa celana dicuci dengan air dingin dengan putaran lembut. Harus dengan air dingin untuk mencegah penciutan.


Air Laut

Sepertinya tidak masuk akal, mencuci dengan air laut bukannya dengan air tawar yang bersih. Biasanya pemilik raw denim akan memakainya dan menceburkan ke laut. Mereka melakukan aktivitas di laut seperti biasa, namun disela-sela itu menggunakan pasir sebagai sikat membersihkan celana mereka itu. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH