Ravio: Kalian Tidak Bisa Menangkap Saya di Mobil Diplomasi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Kepolisian mengklaim peneliti dan pegiat demokrasi Ravio Patra sempat menolak hingga melawan saat ditangkap bersama dengan seorang warga negara Belanda berinisial RS. Ravio menghindari polisi dan masuk ke dalam mobil RS.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan RS juga sempat menghalang-halangi polisi untuk menangkap Ravio. Padahal, polisi mengaku telah menunjukkan surat tugas saat hendak menangkap Ravio.

"RPA (Ravio Patra) berusaha memberontak dan meloncat ke dalam mobil. RPA berteriak, 'Kalian tidak bisa menangkap saya di mobil diplomasi!' ," ucap Suyudi saat dikonfirmasi, Senin (27/4).

Baca Juga

KontraS Nilai Siapapun yang Kritis Bisa Dapat Teror Seperti Ravio Patra

Namun, keduanya kemudian tetap dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi menyita 2 unit telepon genggam, 2 unit laptop, dan satu kartu identitas milik Ravio. Polisi hanya memeriksa Ravio terkait dugaan penyebaran informasi yang bersifat provokasi.

"Satu warga negara asing tersebut sempat menunggu di Polda Metro Jaya selama 6 jam untuk menunggu jemputan. Bukan untuk menjalani proses penyelidikan," kata dia.

Setelah 9 jam diperiksa Ravio dipulangkan dengan berstatus sebagai saksi kasus penyebaran informasi bersifat provokasi melalui aplikasi WhatsApp.

Alasannya, polisi masih harus meminta keterangan sejumlah saksi lainnya terkait dugaan peretasan akun WhatsApp milik Ravio.

"RPA menjadi saksi karena tim penyidik masih memerlukan keterangan lain, di mana keterangan ini memerlukan hukum acara yang berbeda menyangkut pemeriksaan server dan sistem informasi yang tidak berada di Indonesia," kata dia lagi.

Salah satu tweet Ravio sebelum ditangkap polisi (@raviopatra)
Salah satu tweet Ravio sebelum ditangkap polisi (@raviopatra)

Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto, mengatakan penangkapan Ravio diduga berkaitan dengan pesan berantai dalam aplikasi WhatsApp yang dikirim dari nomor milik Ravio.

Damar menjelaskan, Rabu 22 April 2020, Ravio sempat menceritakan bahwa akun WhatsApp miliknya diretas.

Hal itu diketahui, saat Ravio coba menghidupkan WhatsApp-nya, kemudian muncul tulisan 'You've registered your number on another phone'. Setelah dicek di kotak masuk pesan, ternyata ada permintaan pengiriman OTP (one time password).

"Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke WhatsApp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," kata dia saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga

Polisi Dikritik 'Tangkap Dulu, Jadi Saksi Kemudian' di Kasus Ravio Patra

Damar menambahkan, dua jam kemudian, akhirnya WhatsApp milik Ravio kembali pulih. Tapi, selama WhatsApp itu dikuasai peretas, pelaku menyebarkan pesan bernada provokasi.

Bunyinya adalah “Krisis sudah saatnya membakar! Ayo kumpul dan ramaikan 30 April aksi penjarahan nasional serentak semua toko yang ada di dekat kita bebas dijarah". (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Pastikan Video Sabotase Banjir di Kramat Raya Hoaks
Indonesia
Polisi Pastikan Video Sabotase Banjir di Kramat Raya Hoaks

"Kapolsek Senen sudah di lokasi di saat itu mengecek langsung," kata Heru

Digeruduk Puluhan Orang Tua Calon Siswa, DPRD Bakal Panggil Disdik DKI
Indonesia
Digeruduk Puluhan Orang Tua Calon Siswa, DPRD Bakal Panggil Disdik DKI

Mereka protes PPDB tahun 2020-2021 jalur zonasi yang menggunakan pertimbangan usia.

MAKI Sesalkan Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri
Indonesia
MAKI Sesalkan Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Sedianya Dewas KPK membacakan putusan hari ini, Selasa (15/9)

Pasukan Dewinta Bahar Geruduk DPRD, Tuntut Cabut PSBB
Indonesia
Pasukan Dewinta Bahar Geruduk DPRD, Tuntut Cabut PSBB

Puluhan orang yang tergabung dalam Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) mendatangi DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang.

Pengusaha Penyuap Bupati Sidoarjo Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara
Indonesia
Pengusaha Penyuap Bupati Sidoarjo Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Suap ini diberikan untuk memuluskan Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi menggarap proyek-proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Ketua DPD Minta Sistem Kesehatan Indonesia
Indonesia
Ketua DPD Minta Sistem Kesehatan Indonesia

"Kondisi ini harus menjadi cambuk dan menjadi momentum evaluasi bagi kinerja beberapa bidang. Khususnya yang kurang siap mengantisipasi berbagai macam kondisi yang di luar kenormalan," ujarnya

 Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang
Indonesia
Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang

Rahmat dan Subhannur yang berprofesi sebagai advokat sedianya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hiendra Soenjoto, selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminl.

LIPI Temukan Alat Deteksi Alternatif COVID-19
Foto
LIPI Temukan Alat Deteksi Alternatif COVID-19

Doktor Tjandrawati Mozef peneliti Biokimia Farmasi LIPI yang juga penemu menunjukkan alat deteksi alternatif QIRANI 19 KIT di Laboratorium Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten

Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas
Indonesia
Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas

DPRD DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara proyek tersebut sampai terjadi kejelasan akan izin-izin yang ada.

 Kurangi Korban Corona di Jakarta, PA 212 Desak Pemerintah Berlakukan Lockdown
Indonesia
Kurangi Korban Corona di Jakarta, PA 212 Desak Pemerintah Berlakukan Lockdown

Novel menambahkan, jika Indonesia tidak lockdown dan warga tidak mematuhi instruksi Gubernur Anies, maka korban meninggal akibat wabah corona bisa meningkat drastis.